'Aku Diundang Mbah Hasyim' Cerita 7 Hari Sebelum Gus Dur Wafat, Kukuh Ingin Berkunjung ke Jombang Meski Sakit

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:46 WIB
'Aku Diundang Mbah Hasyim' Cerita 7 Hari Sebelum Gus Dur Wafat, Kukuh Ingin Berkunjung ke Jombang Meski Sakit
Gus Dur [NU.or.id]

Suara.com - Publik kini tengah mengenang kepergian sosok tokoh agama sekaligus tokoh kebangsaan, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur.

Adapun kini telah memasuki masa peringatan 13 tahun wafatnya sang Kyai yang meninggal dunia pada 30 Desember 2009 silam. Presiden RI keempat ini menghembuskan nafas terakhirnya usai melawan penyakit jantung koroner yang mempengaruhi tubuhnya.

Peringatan wafatnya sang Kyai diwarnai dengan kegiatan ziarah yang menghimpun ribuan pengikut dari sosok cendekiawan Nahdlatul Ulama tersebut.

Putri Gus Dur beberkan peristiwa 7 hari menjelang meninggalnya sang Kyai

Tak hanya para pengikut, tentu keluarga Gus Dur turut mengenang kematiannya yang meninggalkan banyak warisan berupa wawasan kebangsaan dan keagamaan.

Putri sulung Gus Dur dan Sinta Nuriyah, yakni Alissa Qotrunnada Wahid alias Alissa Wahid membagikan cerita tentang peristiwa menjelang kematian sang ayah.

Alissa menceritakan pada tanggal 25 Desember 2009, yakni beberapa hari sebelum Gus Dur meninggal dunia, mereka berdua sempat bertegur sapa melalui panggilan telepon. 

Kala itu Gus Dur usai menyambangi sosok rekan seperjuangan dan sahabat karib, Kiai Haji Mustofa Bisri.

"Kira-kira 10 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 24, malam 25 Desember tahun 2009 sore hari saya ingat sekali saya menelpon almaghfurlah (Gus Dur). Waktu itu beliau baru saja dari kediaman Kiai Haji Mustofa Bisri" cerita Alissa memberikan kesaskian momen dengan sang ayah, sebagaimana yang dibagikan dari video akun Instagram Jaringan Gusdurian, dikutip Suara.com pada Jumat (30/12/2022).

baca juga

Lantaran khawatir dengan kondisi sang ayah, Alissa langsung memintanya untuk kembali ke Jakarta demi melakukan cuci darah. Sang ibunda juga telah memohon kepada Alissa agar membujuk sang ayah mau pulang ke Jakarta.

"Tugas saya waktu itu membujuk beliau untuk kembali ke Jakarta. Karena beliau kondisinya secara kesehatan tidak terlalu baik dan sudah sangat capek. Saya ditelpon oleh ibu, 'dibujuk wae kondur sik iki bapak' (Bapak tolong dibujuk untuk pulang)," lanjut Alissa.

Alissa sontak menelpon sang ayah dan memohon agar menyelesaikan cuci darah dan kembali ke Jombang ketika kondisi sudah memungkinkan.

Gus Dur tetap bersikukuh ke Jombang, jatuh pingsan dan sakit

Sayangnya, Gus Dur tak mengindahkan keinginan sang putri dan tetap bersikukuh mengunjungi pesantren Tebuireng, Jombang lantaran diundang secara langsung oleh Kyai pengasuh, Muhammad Hasyim Asy'ari yang oleh Gus Dur disapa akrab dengan 'Mbah Hasyim'.

"Enggak nak, bapak sudah dipanggil Mbah Hasyim. Bapak harus ke Jombang," kata Alissa menirukan ucapan mendiang Gus Dur.

Gus Dur kala tiba di Jombang langsung pingsan dan jatuh sakit sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Adapun Gus Dur tak sempat sampai ke pesantren Tebuireng.

"Sampai ke Jombang beliau terjatuh karena lemas dan langsung dibawa ke rumah sakit, di RSUD Jombang. Belum sempat ke maqbaroh Tebuireng," curhat Alissa.

Alissa akhirnya kesana kemari mencari dokter dan akhirnya mendatangkan seorang dokter dari Surabaya. Alissa harus bersikeras agar sang dokter mau menyusul ke Jombang.

Namun pada akhirnya Gus Dur lah yang mau dibujuk untuk ke rumah sakit di Surabaya dan beristirahat.

Gus Dur berfirasat dimakamkan di Tebuireng

Mengejutkannya, Gus Dur di tengah perjalanan seakan-akan mengubah pikirannya dan mengatakan dirinya harus ke Tebuireng untuk memenuhi undangan Kyai Hasyim. Kala itu Gus Dur tiba-tiba kebingungan lantaran ambulans yang membawanya ke Surabaya melewati Mojokerto.

"Kok di Mojokerto? Aku ini mau ke Tebuireng, aku diundang Mbah Hasyim," kata Alissa menirukan Gus Dur.

Ambulans langsung berbalik arah ke Tebuireng. Sesampainya di sana ia berziarah ke makam dan berpesan kepada sepupunya untuk didoakan agar pekan depan dapat sampai di tempat yang sama alias makam tersebut.

Tanpa disangka, pekan depannya Gus Dur wafat dan diantar keluarga untuk dimakamkan di Tebuireng.

"Gus Dur meminta kepada seorang sepupu agar bisa datang (di Tebuireng). Minggu setelahnya kami mengantarkan Gus Dur untuk dimakamkan di Tebuireng," ujar Alissa.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Diberi Nama Yohanes, Anies Baswedan Dibandingkan Dengan Gus Dur

Gegara Diberi Nama Yohanes, Anies Baswedan Dibandingkan Dengan Gus Dur

Sumatera | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:55 WIB

Mahfud MD Menangis Kenang Kejatuhan Gus Dur: Saya Bangga

Mahfud MD Menangis Kenang Kejatuhan Gus Dur: Saya Bangga

Sumatera | Rabu, 28 Desember 2022 | 11:52 WIB

Profil Abdurrahman Wahid, Sosok Jenaka yang Sering Dipanggil Gus Dur

Profil Abdurrahman Wahid, Sosok Jenaka yang Sering Dipanggil Gus Dur

Joglo | Rabu, 28 Desember 2022 | 09:20 WIB

Soekarno hingga Jokowi, Tujuh Presiden RI Diduga Berasal dari Trah Darah Biru, Budayawan Ungkap Silsilahnya

Soekarno hingga Jokowi, Tujuh Presiden RI Diduga Berasal dari Trah Darah Biru, Budayawan Ungkap Silsilahnya

News | Selasa, 27 Desember 2022 | 14:06 WIB

Tiga Presiden Dapat Rumah Pemberian Negara, Gus Dur dan Soeharto Memilih Terima Mentahan

Tiga Presiden Dapat Rumah Pemberian Negara, Gus Dur dan Soeharto Memilih Terima Mentahan

Moots | Senin, 26 Desember 2022 | 16:46 WIB

Terkini

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

×