Rekam Jejak 'Cari Aman' Terlihat Sejak Zaman SBY, Fahri Hamzah Yakin Anies Tak Berani Bicara Ekstrem

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 05 Januari 2023 | 18:12 WIB
Rekam Jejak 'Cari Aman' Terlihat Sejak Zaman SBY, Fahri Hamzah Yakin Anies Tak Berani Bicara Ekstrem
Anies Baswedan membahas safari politik, endorse calon presiden, sampai hubungannya dengan Presiden Joko Widodo di program Jujur-Jujuran (Rumah KD). (YouTube/Official NET News)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyebut Anies Baswedan tidak akan berani berbicara ekstrem di hadapan publik.

Fahri mengungkit keberanian mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dilihat dari rekam jejak Anies berpihak ke pemerintahan sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Orang seperti Anies nggak berani ngomong ekstrim, nggak berani mengungkapkan idenya yang ekstrim atau yang radikal atau dia mau ngapain itu nggak berani," kata Fahri Hamzah dalam video yang diunggah @riesaenwan213 di Twitter, Kamis (5/1/2023).

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menyebut bahwa Anies takut elektabilitasnya turun dan citranya terlihat buruk jelang Pilpres 2024.

"Karena kalau kita mengumpulkan massa kecewa dan massa marah di belakang kita dan seolah-olah kita adalah pahlawan baru, kita memberikan ruang bagi irasionalitas dalam pemilu dan itu selalu jelek hasilnya," jelas Fahri.

Eks politisi PKS itu lantas mengungkit sikap berpolitik Anies yang terkesan 'cari aman' sejak era SBY.

"Zaman pak SBY ikut konvensi. Zaman pak Jokowi, ikut pak Jokowi. Zaman pak Prabowo, ikut pak Prabowo. Zaman Surya Paloh, ikut Surya Paloh," ujar Fahri.

Dirunut dari rekam jejaknya, Anies Baswedan mulai ikut berpolitik sejak jadi peserta konvensi capres Partai Demokrat tahun 2013. Namun dalam konvensi itu ia gagal.

Anies kemudian bermanuver memberikan dukungannya kepada Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Tak hanya masuk tim pemenangan Jokowi-JK, ia juga bertindak sebagai juru bicara koalisi tersebut hingga menang melawan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Setelah itu, Anies pun diminta Jokowi untuk membantu di kabinet sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, kariernya sebagai menteri terhenti di reshuffle kabinet 2016 digantikan Muhajir Effendy.

Anies kemudian maju sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2017 lewat partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Setelah menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur, Anies kemudian mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Namun, bukan lagi lewat Partai Gerindra. Anies mencalonkan diri melalui Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyebut Anies Baswedan tidak akan berani berbicara ekstrem di hadapan publik.

Fahri mengungkit keberanian mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dilihat dari rekam jejak Anies berpihak ke pemerintahan sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Orang seperti Anies nggak berani ngomong ekstrim, nggak berani mengungkapkan idenya yang ekstrim atau yang radikal atau dia mau ngapain itu nggak berani," kata Fahri Hamzah dalam video yang diunggah @riesaenwan213 di Twitter, Kamis (5/1/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik

Sangat Berbahaya, Ketum PBNU Minta Jangan Pakai Rumah Ibadah Buat Kampanye Politik

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:40 WIB

Lucu Banget! Alasannya Karena Mendesak, Tapi Perppu Cipta Kerja Dibuat Sampai 1.000 Halaman

Lucu Banget! Alasannya Karena Mendesak, Tapi Perppu Cipta Kerja Dibuat Sampai 1.000 Halaman

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:24 WIB

Heboh Lesti Kejora Nekat Paksa Presiden Jokowi Duet Bikin Irfan Hakim Malu, Ini Faktanya

Heboh Lesti Kejora Nekat Paksa Presiden Jokowi Duet Bikin Irfan Hakim Malu, Ini Faktanya

| Kamis, 05 Januari 2023 | 17:14 WIB

Jimly Asshiddiqie Sebut Ancaman Pemakzulan Jokowi Makin Nyata, Endus Penundaan Pemilu hingga Perpanjang Masa Jabatan

Jimly Asshiddiqie Sebut Ancaman Pemakzulan Jokowi Makin Nyata, Endus Penundaan Pemilu hingga Perpanjang Masa Jabatan

| Kamis, 05 Januari 2023 | 17:12 WIB

IKN Disebut Mirip Proyek Kota Baru China, Jokowi Dapat Bisikan Xi Jinping di Pertemuan Tahun 2017?

IKN Disebut Mirip Proyek Kota Baru China, Jokowi Dapat Bisikan Xi Jinping di Pertemuan Tahun 2017?

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 18:01 WIB

Tak Terima Elektabilitas AHY Diejek Makin Keok, Elite Demokrat Beberkan Data Survei Terbaru: Baca Nih!

Tak Terima Elektabilitas AHY Diejek Makin Keok, Elite Demokrat Beberkan Data Survei Terbaru: Baca Nih!

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:24 WIB

Xi Jinping Perpanjang Masa Jabatan 3 Periode Buat Proyek Kota Baru, Jokowi Bakal Tiru Demi IKN?

Xi Jinping Perpanjang Masa Jabatan 3 Periode Buat Proyek Kota Baru, Jokowi Bakal Tiru Demi IKN?

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:11 WIB

Jokowi dan Menterinya Belanja Brand Hammer, Pemiliknya Asli Indonesia

Jokowi dan Menterinya Belanja Brand Hammer, Pemiliknya Asli Indonesia

Bisnis | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:54 WIB

Terkini

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB