“Pembuka shalat adalah taharah (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh al Albani dan Irwa’ al-Ghalil no. 301]
4. Membaca surat Al-Fatihah
Setiap umat muslim wajib membaca surat Al-Fatihah setiap rakaatnya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca [di dalamnya] surah al-Fatihah.” (diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu ‘Awanah dan al-Baihaqi. Hadits ini di-takhrij dalam Irwa ‘al-Ghalil no. 302)
5. Rukuk
Gerakan rukuk minimal harus membungkuk dan kedua telapak tangan diletakkan pada lutut. Ruku' harus dilakukan tuma'ninah, yaitu ketika gerakan bangun dari ruku' sudah terpisah dengan gerakan turun menuju ruku'.
Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada orang yang tidak benar shalatnya sehingga beliau menyuruh orang itu untuk mengulangi sholatnya. Sebagaimana beliau bersabda yang artinya,
"Tidaklah sempurna shalat hingga salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu … kemudian bertakbir, lalu melakukan rukuk dengan meletakkan telapak tangan di lutut hingga persendirian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” [HR. Ad Darimi no. 1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]
6. I'tidal
I'tidal merupakan gerakan bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak dengan tuma'ninah, dan tidak boleh berniat selain i'tidal.
7. Sujud dua kali dalam satu rakaat
Wajib bagi setiap muslim melakukan sujud ketika sholat. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:
"Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397]
8. Duduk di antara dua sujud
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud. Lalu, bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah saat duduk. Kemudian, sujudlah kembali dan thuma’ninah saat sujud.”
9. Tasyahud
Dalam rakaat kedua, umat muslim diwajibkan membaca tasyahud awal. Sementara pada rakaat terakhir membaca tasyahud akhir. Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Apabila salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”. (HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud)
10. Duduk iftirasy
Ketika tasayahud umat muslim harus duduk iftirasy. Gunakan kaki sebagai tumpuan badan, kemudian jempol kaki sebelah kanan dilipat ke dalam.
11. Membaca sholat atas Nabi Muhamaad SAW
Umat Islam ketika sholat Wajib bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut sholwat yang dibaca ketika tasyahud:
Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."
12. Salam
Salam menjadi penanda jika sholat telah berakhir. Hal ini sesuai dengan hadits yang artinya:
"Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani sebagaimana dalam al-Irwa’ no. 301]
13. Tertib dalam mengerjakan setiap rukun sholat
Semua rukun sholat harus dikerjakan secara berurutan sesuai dengan gerakan sholat. Karena jika ada satu rukun yang tidak dikerjakan atau sengaja ditinggalkan membuat sholat kita tidak sah.
Itulah tadi pembahasan mengenai rukun sholat lengkap sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel ini bermanfaat dan membuat ibadah Anda lebih sempurna dan diterima Allah SWT.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari