WNI Ditahan di Mekkah Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Kemlu Bakal Siapkan Bantuan Hukum

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Senin, 23 Januari 2023 | 10:55 WIB
WNI Ditahan di Mekkah Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Kemlu Bakal Siapkan Bantuan Hukum
Ilustrasi pelecehan seksual. (unplash.com)

Suara.com - Kementerian Luar Negeri RI menyiapkan langkah hukum untuk menindaklanjuti laporan terkait seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Arab Saudi atas dugaan pelecehan seksual.

Berdasarkan penjelasan Kemlu, Muhammad Said (26) ditahan usai menjalani proses persidangan yang terungkap bahwa ia melakukan pelecehan seksual berdasarkan bukti dua saksi mata dan pengakuan langsung darinya.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan bahwa KJRI Jeddah tidak menerima informasi dari otoritas Saudi terkait dengan persidangan yang dijalani oleh WNI bernama Said.

“Akses kekonsuleran untuk bertemu Muhammad Said baru diberikan otoritas Saudi pada 2 Januari 2023. Atas hal ini, KJRI Jeddah mengirimkan nota protes kepada Kemlu Saudi,” kata Judha melalui pesan singkat pada Senin (23/1/2023).

Selain itu, KJRI Jeddah juga telah menunjuk pengacara untuk menyiapkan langkah hukum lebih lanjut.

“Kami masih menunggu legal advice dari pengacara yang ditunjuk,” ujar Judha.

Muhammad Said telah dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda 50.000 riyal (sekitar Rp200 juta) pada 20 Desember 2022 lalu.

Sebelumnya, beredar berita bahwa pria asal Sulawesi Selatan itu ditangkap petugas keamanan karena dianggap melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan jemaah asal Lebanon saat tawaf di Masjidil Haram.

Disebutkan bahwa pelecehan seksual itu terjadi pada 10 November 2022. Saat itu, Said bersama rombongan keluarga mengunjungi Kabah untuk mencium hajar Aswad.

Saat tawaf, Said disebut memeluk perempuan asal Lebanon yang berada di depannya dan meremas bagian sensitif dari perempuan itu.

Akibat kejadian itu, Said diseret keluar oleh petugas keamanan setempat. Ia dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Namun, keluarganya membantah bahwa Said melakukan pelecehan.

Menurut pihak keluarga, Said dipaksa mengakui tuduhan pelecehan tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh pihak berwenang, Said tidak bisa menjawab karena tidak fasih berbahasa Arab. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KBRI Bantu Muhammad Said Dapatkan Keadilan, Keluarga: Setidaknya Hukumannya Berkurang atau Dipindahkan ke Indonesia

KBRI Bantu Muhammad Said Dapatkan Keadilan, Keluarga: Setidaknya Hukumannya Berkurang atau Dipindahkan ke Indonesia

Sulsel | Senin, 23 Januari 2023 | 10:38 WIB

Bocor Hasil Sidang Pelecehan Seksual Wanita Lebanon saat Umrah, Dadanya Dipegang dari Belakang

Bocor Hasil Sidang Pelecehan Seksual Wanita Lebanon saat Umrah, Dadanya Dipegang dari Belakang

| Senin, 23 Januari 2023 | 08:07 WIB

Warganet Minta CCTV Pelecehan Seksual WNI Depan Kakbah Disebar

Warganet Minta CCTV Pelecehan Seksual WNI Depan Kakbah Disebar

| Senin, 23 Januari 2023 | 07:56 WIB

Dibantah Keluarga, Pihak Travel Sebut Ada Bukti CCTV Saat WNI Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah

Dibantah Keluarga, Pihak Travel Sebut Ada Bukti CCTV Saat WNI Lakukan Pelecehan Seksual di Mekkah

Entertainment | Minggu, 22 Januari 2023 | 21:35 WIB

Geger Nama Presiden Berubah Jadi 'Jokowi Dodo' sampai Trending Twitter, Ada Apa?

Geger Nama Presiden Berubah Jadi 'Jokowi Dodo' sampai Trending Twitter, Ada Apa?

| Minggu, 22 Januari 2023 | 19:53 WIB

Terkini

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB