Ramai di lini masa dunia maya terkait kasus dugaan kasus pelecehan seksual terhadap wanita lebanon saat umroh, oleh diduga pelaku jemaah asal Indonesia.
Kabar terbaru, akun Twitter @endah_musya*** membocorkan perbincangan diduga oleh pendamping jemaah umrah yang membahas kasus ini.
Bahkan, akun tersebut juga membocorkan pernyataan dalam bahasa Arab yang diduga potongan hasil sidang, mengutip Bestie.Suara.com, Senin (23/1/2023).
Pemilik akun mengungkap, dari potongan sidang itu putusan hakim menulis bahwa para saksi yang datang atas peristiwa tersebut telah disumpah atas nama Allah, sedangkan pelaku tidak berani.
Potongan hasil sidang itu juga menyebutkan bahwa pelaku diduga memegang dada korban dari belakang dengan tangan kanan dan korban merasakan sakit. Dan korban pun melapor dan menolak mencabut laporannya.
Kelakuan terduga pelaku juga dibuktikan dengan petugas memperlihatkan video CCTV.
Saat tawaf, terduga pelaku disebut sendirian. Tidak bersama rombongan. Karena tawafnya sudah kesekian kalinya.
Seharusnya, kata sumber tersebut, tawaf kedua dan ketiga dilakukan di lantai 2. Tapi terduga pelaku memilih melakukan tawaf di lantai 1 dan berdesak-desakan dengan jemaah perempuan.
"Ditangkaplah dia sama tentara. Dicek ternyata dia pakai celana pendek dalam kain ihram," tulis perempuan dalam percakapan tersebut.
Menurut @endah_musya*** rekaman CCTV juga disaksikan oleh lima hakim.
Sebelumnya, ramai seseorang mengaku pihak keluarga diduga pelaku menyampaikan klarifikasi atas kasus pelecehan tersebut dalam sebuah thread di Twitter.
Sedangkan, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Ikbal Ismail membenarkan soal kabar tersebut.
Jemaah yang dimaksud ialah Muhammad Said berusia 26 tahun. Ia merupakan jemaah umrah dari Maros, Sulawesi Selatan.
"Iya, Muhammad Said. Dia terdaftar umrah di PT Madinah Bulaeng dari Maros," kata Ikbal dikutip Sabtu (21/1/2023).