4 Siswa SD di Jakbar Nyaris Diculik Sepulang Sekolah, Teriakan Korban Bikin Pelaku Ngibrit: Gue Laporin Polisi Lo!

Agung Sandy Lesmana, Faqih Fathurrahman

Kamis, 26 Januari 2023 | 13:26 WIB
4 Siswa SD di Jakbar Nyaris Diculik Sepulang Sekolah, Teriakan Korban Bikin Pelaku Ngibrit: Gue Laporin Polisi Lo!
Penampakan SDN 05 Joglo, Jakarta Barat, Kamis (26/1/2023) pasca aksi percobaan penculikan siswa sepulang sekolah. (Suara.om/Faqih)

Suara.com - Sebanyak empat siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Joglo nyaris menjadi korban penculikan, sepulang sekolah. Aksi percobaan penculikan empat anak SD tu terjadi saat para korban berada di taman depan sekolah mereka, Jumat (20/1/2022), pekan lalu.

Kepala SDN 05 Joglo, Nenah Rosita menuturkan peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, keempat siswa baru saja pulang sekolah. Diketahui keempat siswa ini, merupakan siswa petang.

"Jadi setelah pulang sekolah, 4 siswa itu sedang duduk-duduk di taman. 3 siwa kelas 6, satu siswa kelas 4, adik dari salah satu siswa yang kelas 6," kata Nenah, saat di temui di SDN 05 Joglo, Jakarta Barat, Kamis (26/1/2023).

Kemudian, Nenah melanjutkan, keempat siswa ini kemudian di hampiri oleh salah seorang dari 3 orang yang tidak dikenal. Kemudian orang tidak dikenal itu menawarkan uang senilai Rp300 ribu jika siswa itu mau ikut dengannya.

Penampakan taman di seberang SDN 05 Joglo Jakarta Barat yang sempat menjadi lokasi percobaan penculikan sejumlah siswa sepulang sekolah. (Suara.com/Faqih)
Penampakan taman di seberang SDN 05 Joglo Jakarta Barat yang sempat menjadi lokasi percobaan penculikan sejumlah siswa sepulang sekolah. (Suara.com/Faqih)

"Jadi 2 orang nunggu di atas motor. Satu orang yang beraksi mengiming-iming," kata Nenah.

Namun sebelum aksi dugaan percobaan penculikan itu berlanjut. Salah seorang siswa berteriak hingga ketiga terduga pelaku pun kabur.

"Satu siswa teriak 'gue laporin polisi lo'. Nah si pelaku ini kemudian kabur, setelah anak ini ngomong begitu. Apalagi kalo sore di sini masih ramai orang lewat," ungkap Nenah.

Nenah mengatakan, biasanya sepulang sekolah setiap siswa dijemput oleh orang tua mereka. Namun keempat orang siswa ini tidak dijemput lantaran rumah mereka masih berdekatan dengan sekolah.

Namun usai kejadian percobaan penculikan ini, Nenah  mewajibkan para orang tua siswa untuk menjemput anak mereka meskipun jarak rumah mereka dekat dengan sekolah.

"Kalau sekarang wajib dijemput. Meski rumahnya dekat," katanya.

Selain itu, biasanya, kata Nenah, pihaknya juga memperketat pengawasan lewat orang tua siswa yang menjadi koordinator kelas (korlas).

"Biasanya korlas itu yang ngawasin anak setiap pulang itu dua orang. Sekarang ditambah 3, dibantu orang tua siswa lainnya. Jadi ada 5 pengawas di setiap kelas saat pulang sekolah," jelasnya.

"Jadi kami mau siswa benar-benar pulang dijemput oleh orang tua mereka," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangis Orangtua Korban Penculikan Anak di Cilegon Pecah, Ayah Sujud Syukur Putrinya Kembali ke Pelukan

Tangis Orangtua Korban Penculikan Anak di Cilegon Pecah, Ayah Sujud Syukur Putrinya Kembali ke Pelukan

Banten | Rabu, 25 Januari 2023 | 09:41 WIB

BREAKING NEWS! Anak yang Diculik di Ramayana Cilegon Telah Ditemukan

BREAKING NEWS! Anak yang Diculik di Ramayana Cilegon Telah Ditemukan

Banten | Rabu, 25 Januari 2023 | 09:16 WIB

5 Fakta Wanita di Sorong Dibakar Hidup-Hidup, Dituduh Penculik Anak

5 Fakta Wanita di Sorong Dibakar Hidup-Hidup, Dituduh Penculik Anak

News | Selasa, 24 Januari 2023 | 18:21 WIB

Kronologi Wanita di Sorong Dituduh Penculik Anak Diarak Setengah Bugil hingga Dibakar

Kronologi Wanita di Sorong Dituduh Penculik Anak Diarak Setengah Bugil hingga Dibakar

Moots | Selasa, 24 Januari 2023 | 16:27 WIB

Terkini

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:40 WIB

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:32 WIB

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:11 WIB

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:58 WIB

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB