Nestapa Buoy Alat Deteksi Tsunami: Disahkan SBY dan Dihentikan BRIN, Begini Cara Kerjanya

Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 02 Februari 2023 | 11:24 WIB
Nestapa Buoy Alat Deteksi Tsunami: Disahkan SBY dan Dihentikan BRIN, Begini Cara Kerjanya
InaTEWS buoy yang ditempatkan di Perairan Gunung Anak Krakatau pada 2019 silam. [Sumber: bppt.go.id]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghentikan program pemantauan Tsunami (InaTEWS) yang menggunakan alat disebut buoy. Program yang melindungi masyarakat Indonesia dari tsunami itu kini tidak lagi beroperasi karena dihentikan oleh BRIN.

Padahal sistem peringatan dini terhadap bencana tsunami itu merupakan kemajuan dan wujud kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak dari bahaya gempa bumi dan tsunami.

Simak fakta-fakta nasib alat peringatan tsunami yang telah dihentikan oleh BRIN berikut ini.

Apa Itu InaTEWS?

Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) menggunakan alat bernama buoy yang merupakan alat terapung pendeteksi tsunami.

Alat ini berfungsi untuk mengawasi dan mencatat perubahan tingkat air laut di samudera yang dipasang di beberapa titik di Indonesia seperti Laut Jawa, Sumatera, Flores, Maluku dan Banda. 

Alat buoy tsunami ini sempat tidak berfungsi karena rusak dan hilang sejak 2012 hingga 2018. Kemudian di akhir 2019, pemerintah meluncurkan Ina-Buoy terbaru yang dilengkapi sensor pendeteksi tekanan bawah air laut.

Ada empat buoy yang kembali dipasang di Pantai Selatan Jawa Timur, Pantai Selatan Jawa Tengah, Selat Sunda dan Pelabuhan Benoa Bali.

Buoy ini sendiri berada dan beroperasi di 13 lokasi di seluruh Indonesia. Salah satunya berada di perairan di dekat Gunung Anak Krakatau (GAK).

baca juga

Cara Kerja InaTEWS

InaTEWS punya dua sistem pemantauan di darat dan laut. Sistem pemantauan InaTEWS di darat terdiri dari jaringan seismometer broadband dan Global Positioning System (GPS).

Sedangkan sistem pemantauan di laut  terdiri dari buoy, tide gauge, CCTV, kabel bawah laut, dan radar tsunami yang sedang dalam tahap pengembangan.

InaTEWS berbagi tugas dengan BMKG untuk mendeteksi tsunami. Pembagian tugasnya adalah BMKG yang akan mengoperasikan jaringan seismometer, akselerometer, CCTV, dan radar tsunami. 

Kemudian BIG (Badan Informasi Geospasial) mengoperasikan GPS dan tide gauge. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengoperasikan buoy dan kabel bawah laut.

Setelahnya ada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan mengoperasikan radar tsunami.

Dengan menggunakan Decision Support System (DSS), InaTEWS mampu mengolah informasi dari sistem pemantauan darat dan laut tentang resiko tsunami setelah gempa. Setelah data itu diverifikasi, peringatan dini tsunami dapat dikeluarkan oleh BMKG.

BMKG hanya perlu waktu lima menit untuk mengeluarkan peringatan dini ancaman tsunami. Hal itulah yang membuat BMKG mengeluarkan status "awas", "siaga", dan "waspada".

Sejarah InaTEWS

InaTEWS diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melindungi masyarakat Indonesia dari tsunami. SBY meresmikan Tsunami Early Warning System (TEWS) pada 11 November 2008. 

TEWS diciptakan usai Aceh dihantam gempa dan tsunami paling mematikan pada tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 200 ratus ribu orang. Setahun setelah itu, Indonesia mencanangkan InaTEWS pada pertengahan 2005. 

InaTEWS adalah proyek nasional yang dikoordinasi langsung oleh Kementerian Riset dan Teknologi dengan menggandeng beberapa lembaga seperti BMKG, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Terbaru Gempa Garut 1 Februari 2023, Sejumlah Rumah Warga Desa Padaawas Pasirwangi Garut Mengalami Kerusakan

Kabar Terbaru Gempa Garut 1 Februari 2023, Sejumlah Rumah Warga Desa Padaawas Pasirwangi Garut Mengalami Kerusakan

Soreang | Kamis, 02 Februari 2023 | 10:18 WIB

Lebih Mendesak, Legislator PKS Minta Jokowi Segera Pecat Kepala BRIN Ketimbang Reshuffle Kabinet

Lebih Mendesak, Legislator PKS Minta Jokowi Segera Pecat Kepala BRIN Ketimbang Reshuffle Kabinet

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 10:04 WIB

Sesar Garsela Penyebab Gempa Garut Rabu Malam, BPBD Bilang Begini

Sesar Garsela Penyebab Gempa Garut Rabu Malam, BPBD Bilang Begini

Purwasuka | Kamis, 02 Februari 2023 | 08:50 WIB

Gempa 4,3 Guncang Garut Rabu Malam, Sejumlah Rumah Warga Rusak

Gempa 4,3 Guncang Garut Rabu Malam, Sejumlah Rumah Warga Rusak

Purwasuka | Kamis, 02 Februari 2023 | 09:30 WIB

BPBD Garut Lakukan Pengecekan Daerah Akibat Gempa Sesar Garsela

BPBD Garut Lakukan Pengecekan Daerah Akibat Gempa Sesar Garsela

Sumedang | Kamis, 02 Februari 2023 | 09:10 WIB

Panas Rapat Komisi VII DPR Berujung Ancaman Laporkan Kepala BRIN Ke KPK

Panas Rapat Komisi VII DPR Berujung Ancaman Laporkan Kepala BRIN Ke KPK

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 09:06 WIB

Terkini

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:30 WIB

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:24 WIB

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

×