Menkes Minta Dokter Segera Beri Rujukan Pasien Anak dengan Gejala Gagal Ginjal Akut

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 08 Februari 2023 | 22:10 WIB
Menkes Minta Dokter Segera Beri Rujukan Pasien Anak dengan Gejala Gagal Ginjal Akut
Menteri Kesahatan Budi Gunadi Sadikin meminta kepada para dokter untuk segera merujuk pasien anak-anak bila terdapat gejala Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA ke rumah sakit yang tepat. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesahatan Budi Gunadi Sadikin meminta kepada para dokter untuk segera merujuk pasien anak-anak bila terdapat gejala Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA ke rumah sakit yang tepat.

"Khusus untuk teman-teman dokter, mereka juga sudah kita minta agar benar-benar memastikan kalau ada gejala-gejala seperti yang dulu itu segera dirujuk saja, dirujuk langsung aja ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk," kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Budi menutukan rujukan tersebut wajib dilakukan agar pasien terkait segera mendapatkan penanganan yang tepat. Mengingat kejadian sebelumnya, di mana ada pasien anak yang terlambat mendapatkan penanganan.

"Kita kan sudah tahu obatnya, ketemunya lebih dini harusnya bisa diobati, tapi karena prosesnya rujukannya terlampau lama, berjenjang naik, itu mengakibatkan agak terlambat. Kalau kita tahunya cepat itu kan bisa sebenernya tahu," kata Budi.

Kasus Baru

Sebelumnya Budi mengkonfirmasi temuan baru kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA pada anak-anak. Dari dua kasus yang diinformasikan, Budi meluruskan hanya satu kasus terkonfirmasi.

"Memang kita sudah lama nggak lihat ada kasus, bulan ini ada dua anak yang dicurigai gagal ginjal akut. Yang satu sudah di-confirm tidak, yang satu confirm iya dan yang confirm gagal ginjal akut ini yang diterima di RSCM," kata Budi.

Tetapi diakui Budi, penanganan terhadap pasien terkonfirmasi sudah terlambat.

"Sudah terlambat. Jadi kita kasih treatment Fomipizol karena obatnya sudah ada, sudah terlambat sehingga pada hari yang sama dia wafat," kata Budi.

baca juga

Kekinian Kementerian Kesehatan sudah mengambil sampel dari pasien terkait. Sebenarnya dikatakan Budi RSCM mengambil sampel twrsebut, namun karena di RSCM banyak dokter anak sehingga bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang kemudian dikirimkan ke Labkesda DKI.

"Hasilnya, baik di si anaknya, darahnya ada Etilin Glikol dan Dietilin Glikol dan di sampelnya juga ada dengan kader yang di atas batas. Untuk itu kita berkoordinasi dengan BPOM dan diambil juga sampel dan beberapa sampel lain untuk obat tersebut oleh BPOM, sudah itu diteliti oleh labnya BPOM," tutur Budi.

Budi menyampaikan hasil dari lab BPOM didapatkan masih di dalam ambang batas. Karena itu Budi meminta dilakukan uji lab pembanding sehingga bisa melihat hasil perbandingannya. Dengan begitu diharapkan mendapatkan data yang lebih lebih lengkap.

"Nah nanti saya akan minta Ibu Dirjen sama Ibu Kepala BPOM kalau bisa bersama-sama nanti memberikan keterangan pers ke publik sesudah hasil dari lab independen beberapa ini ada sehingga dengan demikian bisa memberikan kejelasan ke masyarakat penyebabnya itu apa," kata Budi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menginvestigasi terkait laporan munculnya kasus baru Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA pada anak-anak, setelah sebelumnya tidak ditemukan kasus baru sejak awal Desember 2022 tahun lalu.

Atas kejadian itu, BPOM mengeluarkan perintah agar menghentikan sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien salah satunya, yaitu sirup Praxion Paracetamol.

"Dalam rangka kehati-hatian, meskipun investigasi terhadap penyebab sebenarnya kasus ini masih berlangsung, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien hingga investigasi selesai dilaksanakan," ungkap BPOM RI dikutip dari laman resminya, pada Senin (6/2/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Anak Diduga Idap Gagal Ginjal Akut, Menkes: Satu Kasus Terkonfirmasi, Satu Tidak

Dua Anak Diduga Idap Gagal Ginjal Akut, Menkes: Satu Kasus Terkonfirmasi, Satu Tidak

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 20:54 WIB

Sri Mulyani Blokir Anggaran Kemensos Rp412 Miliar, Menteri Risma Ngadu ke DPR: Ndak Ada Kami Macam-macam

Sri Mulyani Blokir Anggaran Kemensos Rp412 Miliar, Menteri Risma Ngadu ke DPR: Ndak Ada Kami Macam-macam

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 16:49 WIB

Menkes: Kenaikan Kasus Covid bukan Akibat Mobilitas atau Acara-acara tapi..

Menkes: Kenaikan Kasus Covid bukan Akibat Mobilitas atau Acara-acara tapi..

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 12:44 WIB

5 Jenis Kanker yang Dialami Mayarakat Indonesia Terbanyak Kanker Payudara

5 Jenis Kanker yang Dialami Mayarakat Indonesia Terbanyak Kanker Payudara

Serang | Senin, 06 Februari 2023 | 08:37 WIB

Ingin Berikan Jokowi Hadiah Angka Stunting Jakarta di Bawah 5 persen, Menkes Temui Heru Budi di Balai Kota

Ingin Berikan Jokowi Hadiah Angka Stunting Jakarta di Bawah 5 persen, Menkes Temui Heru Budi di Balai Kota

News | Rabu, 01 Februari 2023 | 13:43 WIB

Terkini

IPO ANDA Dikawal Henan Putihrai Sekuritas yang Didenda OJK dalam Kasus Saham CUAN

IPO ANDA Dikawal Henan Putihrai Sekuritas yang Didenda OJK dalam Kasus Saham CUAN

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

Berapa Banyak Sunscreen yang Harus Digunakan untuk Wajah?

Berapa Banyak Sunscreen yang Harus Digunakan untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

Jejak Relasi Listyo Sigit dan Jokowi: dari Solo Melesat ke Istana, Berujung Kasus Penyadapan Prabowo

Jejak Relasi Listyo Sigit dan Jokowi: dari Solo Melesat ke Istana, Berujung Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap

Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 15:14 WIB

OPPO Find X10 Segera Buka Pre-order, Usung Kamera 200 MP dan Baterai 8.000 mAh

OPPO Find X10 Segera Buka Pre-order, Usung Kamera 200 MP dan Baterai 8.000 mAh

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 15:12 WIB

Dikawal Ribuan Kader PSI, Jokowi Sempat Keluar Ruang Sidang dan Sapa Massa

Dikawal Ribuan Kader PSI, Jokowi Sempat Keluar Ruang Sidang dan Sapa Massa

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:11 WIB

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:09 WIB

Video Bentrok TNI-Warga Aceh Viral, Penertiban Bendera Bulan Bintang Berujung 1 Orang Tewas

Video Bentrok TNI-Warga Aceh Viral, Penertiban Bendera Bulan Bintang Berujung 1 Orang Tewas

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:09 WIB

Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta

Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta

Bogor | Kamis, 05 November 2026 | 15:08 WIB

Korupsi Saat Bencana Bisa Berujung Hukuman Mati, Ini Kata Ketua Komisi III DPR

Korupsi Saat Bencana Bisa Berujung Hukuman Mati, Ini Kata Ketua Komisi III DPR

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:08 WIB

×