Dua Anak Diduga Idap Gagal Ginjal Akut, Menkes: Satu Kasus Terkonfirmasi, Satu Tidak

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 08 Februari 2023 | 20:54 WIB
Dua Anak Diduga Idap Gagal Ginjal Akut, Menkes: Satu Kasus Terkonfirmasi, Satu Tidak
Kasus Gagal Ginjal Akut. [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp].

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi temuan baru kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA pada anak-anak. Dari dua kasus yang diinformasikan, Budi meluruskan hanya satu kasus terkonfirmasi.

"Memang kita sudah lama nggak lihat ada kasus, bulan ini ada dua anak yang dicurigai gagal ginjal akut. Yang satu sudah di-confirm tidak, yang satu confirm iya dan yang confirm gagal ginjal akut ini yang diterima di RSCM," kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Tetapi diakuii Budi, penanganan terhadap pasien terkonfirmasi sudah terlambat.

"Sudah terlambat. Jadi kita kasih treatment Fomipizol karena obatnya sudah ada, sudah terlambat sehingga pada hari yang sama dia wafat," kata Budi.

Kekinian Kementerian Kesehatan sudah mengambil sampel dari pasien terkait. Sebenarnya dikatakan Budi, RSCM mengambil sampel twrsebut, namun karena di RSCM banyak dokter anak sehingga bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang kemudian dikirimkan ke Labkesda DKI.

"Hasilnya, baik si anaknya, darahnya ada Etilin Glikol dan Dietilin Glikol dan di sampelnya juga ada dengan kader yang di atas batas. Untuk itu kita berkoordinasi dengan BPOM dan diambil juga sampel dan beberapa sampel lain untuk obat tersebut oleh BPOM, sudah itu diteliti oleh labnya BPOM," tutur Budi.

Budi menyampaikan hasil dari lab BPOM didapatkan masih di dalam ambang batas. Karena itu Budi meminta dilakukan uji lab pembanding sehingga bisa melihat hasil perbandingannya. Dengan begitu diharapkan mendapatkan data yang lebih lengkap.

"Nah nanti saya akan minta Ibu Dirjen sama Ibu Kepala BPOM kalau bisa bersama-sama nanti memberikan keterangan pers ke publik sesudah hasil dari lab independen beberapa ini ada sehingga dengan demikian bisa memberikan kejelasan ke masyarakat penyebabnya itu apa," kata Budi.

BPOM Investigasi

baca juga

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menginvestigasi terkait laporan munculnya kasus baru Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GGAPA pada anak-anak, setelah sebelumnya tidak ditemukan kasus baru sejak awal Desember 2022 tahun lalu.

Atas kejadian itu, BPOM mengeluarkan perintah agar menghentikan sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien salah satunya, yaitu sirup Praxion Paracetamol.

"Dalam rangka kehati-hatian, meskipun investigasi terhadap penyebab sebenarnya kasus ini masih berlangsung, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien hingga investigasi selesai dilaksanakan," ungkap BPOM RI dikutip dari laman resminya, pada Senin (6/2/2023).

Berkaitan dengan hal tersebut muncul pertanyaan terkait obat sirup Praxion Paracetamol apakah aman?

Dilaporkan, saat ini industri farmasi salaku pemegang izin edar obat itu telah melakukan penarikan secara sukarela atau voluntary recall. Hal ini demi memperlancar proses investigasi untuk mengetahui apakah memang penyebab munculnya gagal ginjal akut karena obat jenis tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adnya penemuan dua kasus baru gagal ginjal akut atau acute kidney injury/AKI, yang terdiri dari satu kasus konfirmasi serta satu kasus suspek. Satu pasien yang terkonfirmasi mengalami gagal ginjal akut adalah anak berusia satu tahun. Dilaporkan, pasien sempat mengalami demam tinggi pada 25 Januari 2023. Untuk menurunkan demamnya ia mengonsumsi obat sirup yang dibeli melalui apotek dengan merek Praxion.

Kemudian pada 28 Januari 2023, pasien mengalami gejala seperti batuk, demam, pilek, hingga tidak bisa buang air kecil (anuria). Lantas anak tersebut langsunh diperiksakan di Puskesmas Pasar Rebo lalu mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Adhyaksa.

Lantaran adanya keluhan GGAPA, pasien akhirnya harud dirujuk ke RSCM. Akan tetapi pihak keluarga menolak dan memaksa untuk pulang. Tepatnya pafa 1 Februari 2023, kedua orang tua membawa pasien ke RS Polri dan ia mendapatkan perawatan di ruang IGD, pasien pada saat itu sudah mulai bisa buang air kecil.

Di hari yang sama, akhirnya pasien dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan terapi fomepizole. Namun, sayangnya setelah 3 jam melakukan perawatan di RSCM pasien dinyatakan meninggal dunia tepat pada pukul 23.00 WIB.

Hingga saat ini Kemenkes RI masih melakukan pengujian sampel darah terhadap pasien untuk mengetahui kemungkinan penyebab dari meninggalnya pasien. Termasuk dugaan adanya cemaran etilen glikol dan dietilen glikol yang di luar ambang batas aman di obat sirup tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Sebut Tahun Ini Pandemi jadi Endemi, WHO Akan Anggap Covid-19 Penyakit Infeksi Biasa

Menkes Sebut Tahun Ini Pandemi jadi Endemi, WHO Akan Anggap Covid-19 Penyakit Infeksi Biasa

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 15:53 WIB

Menkes: Kenaikan Kasus Covid bukan Akibat Mobilitas atau Acara-acara tapi..

Menkes: Kenaikan Kasus Covid bukan Akibat Mobilitas atau Acara-acara tapi..

News | Rabu, 08 Februari 2023 | 12:44 WIB

Gagal Ginjal Akut Terjadi Lagi, Apa Bedanya dengan Kasus Tahun Lalu?

Gagal Ginjal Akut Terjadi Lagi, Apa Bedanya dengan Kasus Tahun Lalu?

Health | Selasa, 07 Februari 2023 | 07:53 WIB

Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Kembali Menghantui, Bareskrim Polri Turun Tangan

Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Kembali Menghantui, Bareskrim Polri Turun Tangan

Moots | Senin, 06 Februari 2023 | 23:39 WIB

Muncul Kasus Ginjal Akut Baru, Bareskrim Telusuri Obat yang Dikonsumsi Pasien

Muncul Kasus Ginjal Akut Baru, Bareskrim Telusuri Obat yang Dikonsumsi Pasien

News | Senin, 06 Februari 2023 | 15:16 WIB

5 Jenis Kanker yang Dialami Mayarakat Indonesia Terbanyak Kanker Payudara

5 Jenis Kanker yang Dialami Mayarakat Indonesia Terbanyak Kanker Payudara

Serang | Senin, 06 Februari 2023 | 08:37 WIB

Terkini

Pakar UGM Kritik Polisi Copot Spanduk Greenpeace: Antikritik dan Tebang Pilih

Pakar UGM Kritik Polisi Copot Spanduk Greenpeace: Antikritik dan Tebang Pilih

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Ketua Umum TP Posyandu Tekankan Apresiasi bagi Kader serta Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Umum TP Posyandu Tekankan Apresiasi bagi Kader serta Perlindungan Perempuan dan Anak

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Gaji Habis sebelum Akhir Bulan: Saat Mandiri Finansial Jadi Tantangan Berat

Gaji Habis sebelum Akhir Bulan: Saat Mandiri Finansial Jadi Tantangan Berat

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Tiga Hari Diterjang Ombak 2,5 Meter, Nelayan Pesisir Barat Ditemukan Meninggal Tengah Malam

Tiga Hari Diterjang Ombak 2,5 Meter, Nelayan Pesisir Barat Ditemukan Meninggal Tengah Malam

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Buku Nikah Hilang atau Rusak? Ini Syarat dan Cara Mengurus Penggantinya

Buku Nikah Hilang atau Rusak? Ini Syarat dan Cara Mengurus Penggantinya

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Setelah Medsos, Teknologi AI Kini Jadi Tantangan Baru Industri Pers RI

Setelah Medsos, Teknologi AI Kini Jadi Tantangan Baru Industri Pers RI

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Alasan Dino Patti Djalal, Singapura Mustahil Jatuhkan Indonesia

Alasan Dino Patti Djalal, Singapura Mustahil Jatuhkan Indonesia

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Tak Hanya Jadi Ulama, Menag Dorong Lulusan Pesantren Kuasai Teknologi

Tak Hanya Jadi Ulama, Menag Dorong Lulusan Pesantren Kuasai Teknologi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif

Bali | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:55 WIB

×