Lalu, para jemaah beramai-ramai menjawab,
Sollallaah Wasallama ‘Alaih
Artinya: Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan ke atas Nabi Muhammad
Bilal kembali menyambung,
Allahumma Solli ‘Ala Sayyidina Wanabiyyina Wahabibina Wa Syafi-‘Ina WaZukh Rinaa Wa Maulaanaa Muhammad
Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah kesejahteraan ke atas junjungan kami, kekasih kami, yang mensyafaatkan kami (kelak), pertaruhan kami, dan pemimpin kami Nabi Muhammad.
Jemaah menjawab sebagai berikut:
Sollallaah Wasallama ‘Alaih
Artinya: Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan ke atas Nabi Muhammad
Disambung lagi oleh bilal dengan lafal:
al Badrul Muniiru Muhammad
Artinya: Bulan yang bercahaya Nabi Muhammad
Para jemaah menjawab:
Sollallaah Wasallama ‘Alaih
Artinya: Berilah kesejahteraan dan keselamatan ke atasnya.
Bilal kemudian menyerukan kepada jemaah untuk berdiri melaksanakan sholat tarawih dengan lafal sebagai berikut:
Solaatut Taraawiihi Min Qiyaami Syahri Ramadhona Asaa Bakumullah
Artinya: Solat Tarawih menghidupkan Bulan Ramadan, semoga Allah memberikan ganjaran pahala
Ayat tersebut lalu dijawab oleh jamaah tarawih dengan doa sebagai berikut:
Assolatu laa ilaha illallaah
Artinya: Dirahmati, tiada Tuhan melainkan Allah
Bangunlah para jemaah, melaksanakan sholat tarawih bersama-sama.
Niat Sholat Tarawih
Jemaah membaca niat sholat tarawih yang berbeda lafalnya dari imam sholat.
Khusus untuk imam sholat Tarawih, harus membaca niat sholat Tarawih sebagai berikut:
Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imman lillahi ta‘ala
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah."
Lalu untuk makmum atau jemaah sholat tarawih, dapat membaca niat sholat sebagai berikut:
Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta‘ala
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah."
Demikian itu bacaan sholat tarawih dari awal sampai akhir. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh