Kecam Polisi Gunakan Gas Air Mata di Stadion Jatidiri, KontraS dan AII: Berlebihan dan Tidak Proporsional!

Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 18 Februari 2023 | 18:04 WIB
Kecam Polisi Gunakan Gas Air Mata di Stadion Jatidiri, KontraS dan AII: Berlebihan dan Tidak Proporsional!
Bentrok antara polisi dengan suporter PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2/2023) meluas hingga luar kawasan stadion. (Instagram/@kejadiansmg)

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Amnesty International Indonesia (AII) mengecam keras tindakan berlebihan dan tidak proporsional kepolisian terhadap suporter Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS) di lingkungan stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (17/2/2023). Pihak kepolisian kembali menggunakan gas air mata yang diarahkan kepada para suporter.

Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti menilai semestinya pihak kepolisian bisa mengupayakan tindakan lain selain menggunakan gas ari mata. Menurut Pasal 5 Perkapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, tindakan yang dapat dilakukan kepolisian dapat berupa kekuatan yang memiliki dampak pencegahan, perintah lisan, kendali tangan kosong lunak, kendali tangan kosong keras hingga kendali senjata tumpul.

"Secara bertahap upaya-upaya tersebut semestinya dilakukan secara maksimal dalam mengurai gangguan keamanan yang terjadi," kata Fatia dalam keterangan persnya, Sabtu (18/2/2023).

KontraS dan Amnesty International Indonesia juga berpendapat kalau penggunaan gas air mata dalam peristiwa tersebut tidak tepat serta keliru untuk digunakan. Sebab implikasi dari asap gas air mata tersebut dapat berdampak pada orang-orang yang ada di sekitar peristiwa, mengingat lokasi stadion yang dekat dengan permukiman warga.

Polisi menghalau ribuan pendukung PSIS Semarang di luar Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2/2023)
Polisi menghalau ribuan pendukung PSIS Semarang di luar Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2/2023)

Terlebih lagi, diketahui asap gas air mata ternyata masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan pertandingan sempat dihentikan. Mereka menduga hal tersebut menjadi pelanggaran serius atas ketentuan Fédération Internationale de Football Association (FIFA) Stadium Safety and Security Regulation dan Peraturan Kepolisian Negara Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga (Perpol 10/2022).

"Meski pihak kepolisian mengklaim penggunaan gas air mata digunakan di luar stadion, tetapi tidak bisa dihindari efek asap gas air mata tersebut berdampak pada orang-orang yang ada di dalam stadion," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai kalau Polri tidak belajar dari pengalaman di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

"Kami mempertanyakan keseriusan kepolisian yang ingin berbenah diri dalam melakukan pengamanan pertandingan olahraga," tegasnya.

Oleh sebab itu, KontraS dan Amnesty International Indonesia mendorong Mabes Polri untuk melakukan evaluasi serta pendalaman kepada anggota kepolisian, tidak terkecuali terhadap atasannya, mengenai adanya dugaan tindakan penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use of force) dan tidak proporsional pada saat melakukan pengamanan pertandingan sepakbola antara PSIS Semarang vs Persis Solo.

baca juga

Alasan Pakai Gas Air Mata

Kapolrestabes Kota Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan bahwa aparat terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk memecah massa, karena desakan para suporter yang semakin brutal ingin masuk ke stadion Jatidiri Semarang, saat laga PSIS vs Persis berlangsung.

"Ketika serangan semakin brutal kepada petugas baru aparat luncurkan gas air mata untuk memecah massa, dan hal itu terjadi di luar stadion Jatidiri Semarang. Kami estimasi massa suporter yang hadir sekitar 1500an," tuturnya.

Terkait penggunaan gas air mata digunakan oleh kepolisian, Irwan menjelaskan bahwa hal itu setelah upaya kepolisian memberikan peringatan secara lisan dan melalui speaker, bahkan berkali-kali aparat mengingatkan, hingga melempar petugas pun masih mengingatkan saja.

"Peristiwa tadi itu setelah ada dorongan dari massa itu berada di luar stadion Jatidiri bahkan di luar pagar, mereka memaksa untuk tetap masuk ke dalam stadion tanpa tiket, bahkan mas Yoyok tadi juga sudah memberikan penjelasan bahwa beberapa pertimbangan kenapa hal ini harus dilakukan, hingga apa akibatnya jika para suporter masuk ke stadion, namun hal itu juga masih diabaikan oleh adik-adik suporter," katanya.

"Kami dapat pastikan bahwa para penonton tadi itu, satupun tidak memiliki tiket, maka kita melakukan penyekatan dan jangan sampai penonton yang tanpa tiket ini tidak masuk ke lapangan Jatidiri Semarang," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bentrok Suporter PSIS, Dedengkot Panser Biru 'Pimpin Perang' Terbuka di Medsos, Begini Cuitannya Soal Persis

Bentrok Suporter PSIS, Dedengkot Panser Biru 'Pimpin Perang' Terbuka di Medsos, Begini Cuitannya Soal Persis

Soreang | Sabtu, 18 Februari 2023 | 15:25 WIB

Babak Baru Bentrok di Laga PSIS vs Persis, 16 Suporter Diperiksa Polisi

Babak Baru Bentrok di Laga PSIS vs Persis, 16 Suporter Diperiksa Polisi

Denpasar | Sabtu, 18 Februari 2023 | 16:40 WIB

Bentrokan Suporter vs Polisi Pecah di Stadion Jatidiri, CEO PSIS Semarang: Kami Minta Maaf ke Masyarakat

Bentrokan Suporter vs Polisi Pecah di Stadion Jatidiri, CEO PSIS Semarang: Kami Minta Maaf ke Masyarakat

Joglo | Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:59 WIB

Kronologi Bentrok Suporter PSIS Semarang dengan Polisi, Diwarnai Tembakan Gas Air Mata

Kronologi Bentrok Suporter PSIS Semarang dengan Polisi, Diwarnai Tembakan Gas Air Mata

News | Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:29 WIB

Sepak Bola Ricuh Lagi, 4 Fakta Bentrok Suporter PSIS: Polisi Tembak Gas Air Mata

Sepak Bola Ricuh Lagi, 4 Fakta Bentrok Suporter PSIS: Polisi Tembak Gas Air Mata

News | Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:09 WIB

Terkini

CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg

CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Siapa Penggugat Ijazah Gibran Rakabuming Raka di MK?

Siapa Penggugat Ijazah Gibran Rakabuming Raka di MK?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Little Forest: Pulang Tak Berarti Gagal, Hanya Perlu Menemukan Diri Sendiri

Little Forest: Pulang Tak Berarti Gagal, Hanya Perlu Menemukan Diri Sendiri

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:20 WIB

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:19 WIB

9 Merek Sepeda MTB yang Bagus dari Pemula hingga Premium

9 Merek Sepeda MTB yang Bagus dari Pemula hingga Premium

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor

Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Apa Itu Omakase? Kenali Konsep Makan ala Jepang Ini dan Cara Menikmatinya

Apa Itu Omakase? Kenali Konsep Makan ala Jepang Ini dan Cara Menikmatinya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Rasisme di Like a Winding Sheet: Siapa yang Salah, Siapa yang Kena Marah?

Rasisme di Like a Winding Sheet: Siapa yang Salah, Siapa yang Kena Marah?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Kolaborasi 7 Cabor, UniGames Segera Bergulir pada 611 Desember 2026

Kolaborasi 7 Cabor, UniGames Segera Bergulir pada 611 Desember 2026

Sport | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Pesan Tegas Roy Hardi di Hari Pertama Pimpin Polda Jateng: Berantas Begal, Narkoba hingga Curanmor!

Pesan Tegas Roy Hardi di Hari Pertama Pimpin Polda Jateng: Berantas Begal, Narkoba hingga Curanmor!

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:11 WIB

×