Kronologi Bentrok Suporter PSIS Semarang dengan Polisi, Diwarnai Tembakan Gas Air Mata

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:29 WIB
Kronologi Bentrok Suporter PSIS Semarang dengan Polisi, Diwarnai Tembakan Gas Air Mata
Bentrok antara polisi dengan suporter PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2/2023) meluas hingga luar kawasan stadion. (Instagram/@kejadiansmg)

Suara.com - Belum lama Tragedi Kanjuruhan berlalu, kerusuhan di kompetisi sepak bola lokal pun terulang kembali. Kali ini terjadi di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Jumat (17/2/2023). Dalam laga PSIS Semarang vs Persis Solo, ribuan suporter dikabarkan bentrok dengan aparat keamanan.

Laga itu sendiri diketahui digelar tanpa penonton. Namun, para suporter PSIS Semarang yang mengenakan atribut serba hitam memaksa masuk. Lantas, seperti apa kronologi kericuhan tersebut?

Suporter Memaksa Masuk

Ribuan suporter PSIS Semarang nekat menyambangi Stadion Jatidiri Semarang, pada Jumat (17/2/2023) sore, meski laga melawan Persis Solo dalam Liga 1 Indonesia 2022/2023 itu sudah diputuskan digelar tanpa penonton. Mereka yang lolos langsung dihadang di pintu masuk.

AS Sukawijaya CEO PSIS Semarang diketahui datang ke lokasi untuk menemui para suporter yang tertahan di depan pintu masuk Stadion Jatidiri. Ia mengonfirmasi bahwa laga itu memang digelar tanpa adanya penonton dan tiket yang sudah terlanjur dibeli dapat dikembalikan.

Terjadi Kericuhan

Setelah adanya penahanan di depan pintu tersebut, terjadi kericuhan antara suporter PSIS dengan aparat polisi yang berjaga. Sebuah mobil meriam air pun disiapkan di Stadion Jatidiri bersamaan dengan ratusan personel keamanan gabungan.

Kericuhan itu dipicu oleh suporter yang kesal terlibat pertengkaran dengan polisi. Aparat keamanan dan panitia pelaksana sudah menjelaskan laga itu digelar tanpa penonton. Namun, massa merasa tidak terima karena mengaku sudah membeli tiket.

Mereka pun memaksa ingin menonton dari dalam stadion. Lalu, kondisi semakin memanas usai salah satu suporter melempar batu ke stadion. Aksi itu lantas membuat suporter lain ikut-ikutan. Tak hanya dengan batu, polisi pun dilempari botol kaca.

baca juga

Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Kericuhan itu membuat polisi menembakkan gas air mata. Hal tersebut menjadi upaya aparat keamanan untuk membubarkan suporter PSIS Semarang yang tetap memaksa masuk ke dalam stadion.

Akibat bentrok itu, tujuh personel polisi mengalami luka-luka. Sementara dua orang suporter yang terkena gas air mata merasa sesak napas. Adanya kericuhan tersebut juga merusak fasilitas umum.

Kombes Pol. Irwan Anwar Kapolrestabes Semarang membenarkan soal polisi yang menembakkan gas air mata. Menurutnya, tindakan itu dilakukan untuk membubarkan massa dan sesuai dengan tahapan pengamanan.

Laga Dihentikan Sementara

Akibat kerusuhan itu, laga antara PSIS Semarang dengan Persis Solo sempat dihentikan sementara. Tepatnya, pada menit ke-74 babak kedua lantaran asap gas air mata sudah masuk ke dalam stadion. Wasit Sigit Budiyanto yang meminta pertandingan berhenti.

Saat dihentikan sementara, skor imbang 0-0 masih bertahan. Selang lima menit, laga antara dua jagoan Jawa Tengah, PSIS Semarang dan Persis Solo pun kembali dimulai. Pada akhir pertandingan, skor keduanya juga imbang, yakni 1-1.

16 Suporter Diperiksa

Buntut kejadian itu, 16 suporter PSIS Semarang diperiksa Polrestabes Surabaya. Mereka dimintai keterangan terkait kerusuhan di depan pintu masuk Stadion Jatidiri. Hal ini disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

"Ada 16 orang yang dimintai keterangan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang terkait dengan kerusuhan yang terjadi di depan Stadion Jatidiri. 16 itu yang diamankan dari lapangan pascabentrok, iya suporter," ujar Irwan kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (17/2/2023).

Para suporter ini dikatakan Irwan dimintai keterangan karena sejumlah fasilitas umum yang rusak. Nantinya, hasil pemeriksaan akan dipadukan dengan alat bukti lain. Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan kembali menyampaikan perkembangan dari proses penyelidikan itu.

"Pascakerusuhan, ada beberapa kerusakan, kendaraan, fasilitas publik yang rusak, 16 (suporter) ini kita periksa. Sejauh mana perannya, kualitas kesaksiannya, kualitas keterangannya akan dipadukan dengan alat bukti lain. Nanti perkembangan akan kami sampaikan," kata Irwan.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepak Bola Ricuh Lagi, 4 Fakta Bentrok Suporter PSIS: Polisi Tembak Gas Air Mata

Sepak Bola Ricuh Lagi, 4 Fakta Bentrok Suporter PSIS: Polisi Tembak Gas Air Mata

News | Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:09 WIB

Oknum Polisi Curi Motor Dinas Polisi di Kantor Polisi Lampung Tengah

Oknum Polisi Curi Motor Dinas Polisi di Kantor Polisi Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 18 Februari 2023 | 10:53 WIB

Banyak Suporter PSIS Semarang Terkena Gas Air Mata, 7 Polisi Terluka, 16 Orang Diamankan Usai Derbi Jateng

Banyak Suporter PSIS Semarang Terkena Gas Air Mata, 7 Polisi Terluka, 16 Orang Diamankan Usai Derbi Jateng

Denpasar | Sabtu, 18 Februari 2023 | 09:50 WIB

Kepolisian Amankan dan Periksa 16 Suporter Semarang yang Rusuh di Stadion Jatidiri

Kepolisian Amankan dan Periksa 16 Suporter Semarang yang Rusuh di Stadion Jatidiri

Semarang | Sabtu, 18 Februari 2023 | 09:32 WIB

Suporter PSIS Bentrok Dengan Polisi, Ujian Pertama Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Begini Responnya

Suporter PSIS Bentrok Dengan Polisi, Ujian Pertama Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Begini Responnya

Cianjur | Jum'at, 17 Februari 2023 | 22:53 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×