KPK Belum Cegah Rafael Alun Bepergian ke Luar Negeri, Ini Alasannya!

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 07 Maret 2023 | 20:13 WIB
KPK Belum Cegah Rafael Alun Bepergian ke Luar Negeri, Ini Alasannya!
Rafael Alun trisambodo, ayah Mario Dandy ketika diperiksa di KPK (Twitter/@seringsendirian)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mencegah eks pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun untuk bepergian ke luar negeri.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, hal itu karena status hukum perkara dugaan kejanggalan Rafael Alun di KPK masih dalam proses penyelidikan.

Ali bilang, hal itu  berbeda dengan perkara yang statusnya sudah naik ke penyidikan. Pada status tersebut KPK dapat melakukan pencegahan.

"Apa akan diberlakukan (pencegahan) kepada RAT (Rafael)? RAT ini kan penyelidikan,  jadi berbeda ya. Itu harus dipahami," kata Ali kepada wartawan di KPK, Selasa (7/3/2023).

Pada proses penyelidikan, KPK sedang mencari  unsur pidana soal dugaan kejanggalan harta kekayaan  Rafael.

"Dalam proses penyelidikan, langkah berikutnya, kalau ada proses pidana dan ditemukan orang yang bisa mempertanggungjawabkan secara hukum berdasar dua alat bukti, dan itu bisa ditangani maka akan ditangani KPK," jelas Ali.

Konsultan Pajak Kasus Rafael Kabur

Sebelumnya diberitakan, konsultan pajak yang diduga membantu Rafael Alun untuk menyamarkan harta kekayaannya telah meninggalkan Indonesia. Pihak tersebut diduga kabur ke luar negeri, menyusul kasus Rafael Alun yang terus bergulir di KPK.

Rafael menjadi sorotan, pasca perilaku anaknya Mario Dandy melakukan penganiayaan sadis kepada remaja bernama David, putra dari salah satu pengurus GP Ansor.

baca juga

Rafael telah menjalani klarifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Sejumlah hal  ditemukan KPK, pertama motor Harley Davidson yang sempat dipamerkan anaknya, Dandy ternyata bodong alias tidak memiliki surat-surat resmi.

Kedua mobil Jeep Rubicon yang dikendarai  Dandy untuk melakukan kekerasan, bukan atas nama Rafael. Melainkan atas nama Ahmad Saefudin, seorang cleaning service, beralamat di sebuah gang sempit kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Kepada KPK,Rafael mengaku kendaraan itu dibelinya dari Ahmad Saefudin, kemudian dijual kembali ke kakaknya. KPK menyatakan, tidak begitu saja percaya dengan pengakuan Rafael. KPK memastikan bakal melakukan penelusuran guna memastikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Bahan Gunjingan, Kepala Bea Cukai Jogja Bantah Punya Pesawat Pribadi: Itu Milik FASI!

Jadi Bahan Gunjingan, Kepala Bea Cukai Jogja Bantah Punya Pesawat Pribadi: Itu Milik FASI!

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 19:16 WIB

Diperiksa KPK, Eko Darmanto Minta Maaf Klaim Tidak Berniat Pamer

Diperiksa KPK, Eko Darmanto Minta Maaf Klaim Tidak Berniat Pamer

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 19:15 WIB

KPK Temukan Potensi Korupsi Pembangunan Tol Era Jokowi, Negara Rugi hingga Rp 4,5 Triliun

KPK Temukan Potensi Korupsi Pembangunan Tol Era Jokowi, Negara Rugi hingga Rp 4,5 Triliun

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 19:03 WIB

Usai 8 Jam Diperiksa KPK, Pejabat Bea Cukai Eko Darmanto Bantah Pamer Harta: Data Saya Dicuri!

Usai 8 Jam Diperiksa KPK, Pejabat Bea Cukai Eko Darmanto Bantah Pamer Harta: Data Saya Dicuri!

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 18:42 WIB

Terkini

Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!

Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:56 WIB

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:54 WIB

Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola

Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:47 WIB

DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi

DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:41 WIB

Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut

Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:36 WIB

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:32 WIB

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:26 WIB

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:25 WIB

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:22 WIB

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:16 WIB

×