Mengenal Sejarah Angklung, Alat Musik Tradisional Sunda yang Dilarang Dipentaskan di Malioboro

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 23 Maret 2023 | 21:00 WIB
Mengenal Sejarah Angklung, Alat Musik Tradisional Sunda yang Dilarang Dipentaskan di Malioboro
Ilustrasi angklung (Foto: Dok. angklung-udjo.co.id)

Suara.com - Alat musik angklung dilarang dimainkan di jalur pedestrian Malioboro, D I Yogyakarta. Ketentuan ini ditetapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Larangan tersebut tercantum pada Surat Edaran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) No 3/SE/1/2022 serta Surat Edaran Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta No. 430/1.131/SE.Disbud/2022 tentang Pelaksanaan Penataan Kawasan Khusus Pedestrian.

Ekwanto selaku Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro menyampaikan saat ini tengah melakukan kurasi sebelum orang-orang dapat tampil di Teras Malioboro 1 dan 2. Proses kurasi tersebut meliputi penampilan, musik, dan pementasan.

Ekwanto juga menyampaikan banyak masyarakat yang protes karena alat musik angklung bukanlah alat musik tradisional Yogyakarta. Selain itu, angklung juga dianggap menutupi gamelan. 

"Kadang-kadang kami dibully netizen, angklung bukan dari Jogja," kata Ekwanto.

Sebagai solusi, angklung yang dianggap bukan alat musik tradisional Yogyakarta itu nantinya akan dikombinasikan dengan alat musik tradisional Yogyakarta yakni gamelan. Tujuannya adalah agar tampilan di daerah tersebut bernuansa Yogyakarta.

"Kami beri kolaborasi dengan musik ala Jawa seperti bonang, saron, apapun yang bernuansa jogja," jelas Ekwanto.

Berkenaan dengan kebijakan tersebut, menarik membahas sejarah alat musik angklung.

Sejarah alat musik tradisional angklung

baca juga

Alat musik angklung memiliki sejarah yang unik. Angklung merupakan alat musik tradisional Sunda yang dibuat dari dua hingga empat bambu yang diikat ke bambu lain dengan tali rotan.

Bambu menghasilkan tangga nada pentatonik. Akan tetapi, seorang musisi Daeng Soetigna memperkenalkan angklung bernada diatonis pada 1938. Angklung itu disebut sebagai angklung padaeng.

Frasa ‘angklung’ diambil dari bahasa Sunda, yakni angkleung-angkleungan yang berarti gerakan pemain angklung ketika memainkan angklung. Gerakan tersebut akan menghasilkan suara ‘klung klung’.

Alat musik ini sudah ada sejak Kerajaan Sunda dan dimainkan sejak abad ke-7. Saat itu, angklung dimainkan untuk menarik perhatian Dewi Kemakmuran atau Dewi Padi yang bernama Dewi Sri. 

Namun, menurut Jaap Kunst dalam Music in Java berpendapat angklung ditemui juga di Kalimantan dan Sumatera Selatan meski diakui sebagai alat musik Jawa Barat. 

Angklung juga dimainkan sebagai bentuk pemujaan terhadap Nyai Sri Pohaci yang menjadi lambang Dewi Sri pada lingkungan Kerajaan Sunda tepatnya abad ke-12 hingga 16. Selain itu, angklung juga dimainkan agar semangat peperangan terpacu seperti kisah Kidung Sunda.

Obby A. R. Wiramihardja dalam bukunya Panduan Bermain Angklung mengisahkan angklung untuk meramaikan upacara yang berkaitan dengan padi. Angklung juga merupakan pelengkap upacara ritual keagamaan Hindu.

Pada masa Kerajaan Padjajaran, angklung dimainkan oleh tentara kerajaan. Saat Perang Babad terjadi, angklung juga dimainkan agar para prajurit bersemangat.

Angklung pun terkenal hingga saat ini dan masih dilestarikan oleh masyarakat. Suaranya yang khas dan bahan pembuatannya yang unik pun menjadi daya tarik alat musik ini.

Semakin berkembangnya jaman, semakin banyak pula jenis angklung. Jenis-jenis angklung yang diketahui hingga kini adalah angklung badeng, gubrag, padaeng, buncis, toel, sri murni, dan sarinande.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duduk Perkara Pemkot Yogyakarta Larang Band Angklung Main di Jalanan Malioboro

Duduk Perkara Pemkot Yogyakarta Larang Band Angklung Main di Jalanan Malioboro

News | Kamis, 23 Maret 2023 | 14:57 WIB

Kisruh Angklung Dilarang Dipentaskan di Malioboro, Bukan Alat Musik Asli Yogyakarta

Kisruh Angklung Dilarang Dipentaskan di Malioboro, Bukan Alat Musik Asli Yogyakarta

Metro | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:06 WIB

Pro Kontra Angklung Dilarang di Malioboro Karena Bukan Alat Musik Yogyakarta

Pro Kontra Angklung Dilarang di Malioboro Karena Bukan Alat Musik Yogyakarta

Lifestyle | Rabu, 22 Maret 2023 | 15:20 WIB

Pemkot Jogja Larang Angklung di Malioboro, Ini Alasannya

Pemkot Jogja Larang Angklung di Malioboro, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 22 Maret 2023 | 13:55 WIB

Gantikan Becak Kayuh, Pemda DIY Siap Berlakukan Becak Listrik di Malioboro

Gantikan Becak Kayuh, Pemda DIY Siap Berlakukan Becak Listrik di Malioboro

Jogja | Selasa, 21 Maret 2023 | 08:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×