Komisi III Minta KPK Terus Gercep, Tangkap Oknum Pegawai Pajak dan Bea Cukai yang Punya Harta Jumbo

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 04 April 2023 | 16:53 WIB
Komisi III Minta KPK Terus Gercep, Tangkap Oknum Pegawai Pajak dan Bea Cukai yang Punya Harta Jumbo
Tersangka Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo di KPK. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Santoso mengapresiasi kinerja KPK yang dengan cepat menetapkan mantan pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo sebagai tersangka. Santoso berharap kinerja positif KPK ini tidak berhenti hanya kepada Rafael.

Santoso meminta KPK mengejar juga para oknum pegawai pajak serta bea cukai yang memiliki jumlah harta fantastis. Apalagi jika total harta kekayaan itu tidak wajar dibanding penghasilan sebagai pegawai di Kementerian Keuangan.

"Pertama saya mengapresiasi atas gercepnya KPK dalam kasus Rafael Alun Trisambodo ini. Harapannya ini menjadi pintu masuk bagi KPK untuk memeriksa para oknum pegawai pajak dan bea cukai yang memiliki harta jumbo," kata Santoso di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

Politikus Partai Demokrat ini menyebut masih banyak oknum pegawai yang kelakuannya serupa dengan Rafael. Karena itu KPK perlu benar-benar mengusut oknum lainnya.

"Oh banyak, masih banyak dan saya yakin Pak Firli akan melakukan terobosan. Bagaimana menertibkan para oknum-oknum pegawai pajak dan bea cukai di Kementerian Keuangan yang melakukan penyimpangan ini akan ditelusuri, akan ditelisik," kata dia.

"Saya optimis itu akan dilakukan oleh KPK," Santoso menambahkan.

Kekayaan Melonjak Drastis

Mantan pegawai pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo resmi dijadikan tersangka dan telah ditahan oleh KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkap, peningkatan harta kekayaan Rafael di delapan tahun terakhir mencapai puluhan miliar.

baca juga

"Tadi sempat saya hitung, sampai 8 tahun itu meningkat sekitar Rp 24 miliar," kata Firli di Gedung KPK, Jakarta pada Senin (3/4/2023).

Saat menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I pada 2011, Rafael Alun hanya memiliki kekayaan senilai Rp 21, 5 miliar.

"Di mana beliau tersangka RAT (Rafael) ini di tahun 2011 sampai 2015, dia adalah Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I," jelas Firli.

Pada 2019 kekayaan Rafael Alun meningkat menjadi Rp 44,8 miliar. Kemudian merujuk Laporan Harta Kekayaannya Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 2020, Rafael memiliki kekayaan Rp 55,65 miliar.

"Jadi ini data yang kami dapatkan, di mana tahun 2019, di mana tahun 2015, di mana tahun 2012 semuanya kelihatan," kata Firli.

Jadi Tersangka dan Ditahan

Firli menjelaskan Rafael diangkat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak pada Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I. Dengan jabatan itu kata Firli, Rafael menerima gratifikasi dari sejumlah wajib pajak atas pengondisian berbagai temuan pemeriksaan perpajakannya.

"Tim Penyidik menemukan adanya aliran uang gratifikasi yang diterima RAT sejumlah sekitar USD 90.000 yang penerimaannya melalui PT AME dan saat ini pendalaman dan penelurusan terus dilakukan," kata Firli.

Kemudian, Rafael juga memiliki sejumlah perusahaan, salah satunya , PT Artha Mega Ekadhana (AME) yang bergerak dalam bidang jasa konsultansi terkait pembukuan dan perpajakan.

"Adapun pihak yang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak yang diduga memiliki permasalahan pajak khususnya terkait kewajiban pelaporan pembukuan perpajakan pada negara melalui Dirjen Pajak," tutur Firli.

Lebih lanjut, Rafael diduga aktif merekomendasikan PT AME setiap kali ada wajib pajak yang mengalami kendala dan permasalahan dalam proses penyelesaian pajak.

Rafael disangka melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Dia ditahan selama 20 hari pertama, terhitung tanggal 3 April 2023 sampai dengan 22 April 2023 di Rutan KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rafael Sebut Karakter Mario Berubah Sejak Sekolah Semi Militer, Maksudnya Taruna Nusantara?

Rafael Sebut Karakter Mario Berubah Sejak Sekolah Semi Militer, Maksudnya Taruna Nusantara?

Joglo | Selasa, 04 April 2023 | 16:37 WIB

Dituduh sebagai Artis R dalam Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Kuasa Hukum Rizky Billar Singgung Rhoma hingga Reza

Dituduh sebagai Artis R dalam Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Kuasa Hukum Rizky Billar Singgung Rhoma hingga Reza

Sumedang | Selasa, 04 April 2023 | 16:36 WIB

Duduk Perkara Ketua KPK Firli Bahuri Copot Endar Priantoro, Dipicu Formula E?

Duduk Perkara Ketua KPK Firli Bahuri Copot Endar Priantoro, Dipicu Formula E?

News | Selasa, 04 April 2023 | 16:35 WIB

Ini Undang-undang yang Atur Soal Jual Beli Barang KW, Jangan Sembarangan Beli Bisa Dipidana!

Ini Undang-undang yang Atur Soal Jual Beli Barang KW, Jangan Sembarangan Beli Bisa Dipidana!

News | Selasa, 04 April 2023 | 16:19 WIB

Profil Brigjen Endar Priantoro, Sosok yang Tolak Tahap Penyidikan Kasus Formula E

Profil Brigjen Endar Priantoro, Sosok yang Tolak Tahap Penyidikan Kasus Formula E

News | Selasa, 04 April 2023 | 16:17 WIB

Gegara Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Banyak Investor Hubungi Raffi Ahmad: Lo Gak Terlibat Kan?

Gegara Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Banyak Investor Hubungi Raffi Ahmad: Lo Gak Terlibat Kan?

Entertainment | Selasa, 04 April 2023 | 16:21 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×