Belajar Dari Kasus Serial Killer Wowon Dan Mbah Slamet Banjarnegara, Jangan Pernah Percaya Penggandaan Uang!

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 10 April 2023 | 10:26 WIB
Belajar Dari Kasus Serial Killer Wowon Dan Mbah Slamet Banjarnegara, Jangan Pernah Percaya Penggandaan Uang!
Ilustrasi Slamet Tohari alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang Banjarnegara. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Sejarah terus berulang, hal itu terjadi di kasus pembunuhan bermodus pengandaan uang. Nafsu ingin cepat kaya secara instan, justru berujung maut di tangan dukun dusta.

Hanya beberapa bulan setelah kasus Wowon yang menggemparkan, kasus serupa muncul di Banjarnegara, Jawa Tengah. Adalah Slamet Tohari alias Mbah Slamet yang mengaku sebagai dukun dan bisa menggandakan uang, belakangan itu hanya penipuan. Ironisnya, 12 orang korban yang telah menyetorkan uang puluhan juta ia habisi dengan sadis menggunakan racun potasium.

Para korban dari dua kasus serial killer itu menggambarkan betapa banyak manusia tak mau belajar dari pengalaman atau kasus yang ada. Masih saja percaya akan kemampuan supranatural atau percaya kepada orang yang mengaku bisa menggandakan uang secara gaib.

Nyatanya hal itu tak ada buktinya, dan hanya kerja keras lah yang bisa mengubah nasib seseorang. Ikhtiar dan berusaha, bukan menggantungkan nasib atau kekayaan kepada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai dukun atau orang pintar.

Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Joko Santoso mengatakan, praktik penggandaan uang berujung pada pembunuhan sudah ada sejak lama.

"Sebenernya gejala tentang penggandaan uang yang berujung pada pembunuhan sudah ada sejak tahun 1986, kasusnya di Brebes dan Magelang," kata Joko Santoso kepada Suara.com, Rabu (5/4/2023).

Kediaman Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah. (Suara.com/Citra Ningsih)
Kediaman Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah. (Suara.com/Citra Ningsih)

Bila melihat status sosial dan latar belakang para korban penipuan berkedok penggandaan uang, beberapa justru berasal kalangan orang ‘kaya’ atau setidaknya berkecukupan secara ekonomi. Dengan begitu, menurutnya pola pikir masyarakat belum bertransformasi dari masa ke masa.

"Korbannya berasal dari bermacam-macam status sosial, bahkan korban yang pengungkap kasus ini (PO) itu orang kaya. Ini menjadi tanda jika pola pikir belum mengalami transformasi," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Masrukin ini, semestinya pola pikir masyarakat saat ini sudah berubah ke yang lebih logis dan agak ilmiah. Namun nyatanya masih banyak masyarakat percaya dengan yang berbau mistik.

Jika melihat trend kasus penipuan berkedok penggandaan uang, semestinya bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat. Namun kenyataannya kasus serupa terus terulang, artinya masyarakat tidak belajar dari kasus-kasus sebelumnya.

Jangan Pernah Percaya Penggandaan Uang

Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala menilai kejahatan semacam ini timbul karena masih banyaknya masyarakat yang ingin memperoleh kekayaan dengan cara instan. Keinginan semacam ini menurutnya sudah ada sejak berabad yang lalu. Bahkan, di era kekinian atau 4.0 keinginan semacam itu nyatanya masih ditemukan.

"Jadi jangan dikatakan bahwa pada era 4.0 lalu tidak ada keinginan seperti itu," kata Adrianus kepada Suara.com, Kamis, 6 April kemarin.

Adrianus menjelaskan, keinginan masyarakat memperoleh kekayaan secara instan itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan penipuan seperti Aki Wowon Cs dan Mbah Slamet. Bermodal kecakapan komunikasi dan segala tipu dayanya, beberapa orang dengan keinginan besar menjadi kaya tersebut akhirnya terperangkap.

"Saya kira tidak ada kaitannya dengan sistem kepercayaan, ini lebih dorongan manusiawi untuk cepat kaya. Dorongan itu sebenarnya disadari sebagai menyimpang. Buktinya tamu-tamu dukun itu datang diam-diam dan tidak ada orang kampung yang melihat," ujar Adrianus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seperempat Abad Menikah, Dukun Palsu Pengganda Uang Mbah Slamet Sudah Setahun Telantarkan Istri

Seperempat Abad Menikah, Dukun Palsu Pengganda Uang Mbah Slamet Sudah Setahun Telantarkan Istri

News | Minggu, 09 April 2023 | 09:45 WIB

Hilang di Kebun Salak, Suwardi Warga Prigi Banjarnegara Ditemukan Selamat di Kebun Salak

Hilang di Kebun Salak, Suwardi Warga Prigi Banjarnegara Ditemukan Selamat di Kebun Salak

| Sabtu, 08 April 2023 | 20:44 WIB

Begini Cara Kerja Tim DVI Polri, yang Bantu Ungkap Identitas Korban Dukun Pengganda Uang dari Banjarnegara

Begini Cara Kerja Tim DVI Polri, yang Bantu Ungkap Identitas Korban Dukun Pengganda Uang dari Banjarnegara

| Sabtu, 08 April 2023 | 16:58 WIB

Penampakan Ruang Ritual Mbah Slamet, Dukun Banjarnegara yang Bantai 12 Orang

Penampakan Ruang Ritual Mbah Slamet, Dukun Banjarnegara yang Bantai 12 Orang

News | Sabtu, 08 April 2023 | 09:59 WIB

Jenazah Pasutri Asal Pesawaran Korban Mbah Slamet akan Dimakamkan Esok Hari di Kampung Halaman

Jenazah Pasutri Asal Pesawaran Korban Mbah Slamet akan Dimakamkan Esok Hari di Kampung Halaman

Lampung | Jum'at, 07 April 2023 | 20:59 WIB

Jenazah Pasutri Korban Mbah Slamet Diserahkan ke Keluarga Hari Ini, Posko Pengaduan Orang Hilang Masih Dibuka untuk Korban Tanpa Identitas Lainnya

Jenazah Pasutri Korban Mbah Slamet Diserahkan ke Keluarga Hari Ini, Posko Pengaduan Orang Hilang Masih Dibuka untuk Korban Tanpa Identitas Lainnya

| Jum'at, 07 April 2023 | 18:30 WIB

Warga Jogja Jadi Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Polresta Yogyakarta Buka Aduan Online

Warga Jogja Jadi Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Polresta Yogyakarta Buka Aduan Online

Jogja | Jum'at, 07 April 2023 | 18:24 WIB

Terkini

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

News | Senin, 27 April 2026 | 23:33 WIB

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:45 WIB

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

News | Senin, 27 April 2026 | 22:24 WIB