4 Fakta WNI Korban TPPO Disekap di Myanmar: Masuk Secara Ilegal, Tak Digaji hingga Disiksa

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Kamis, 04 Mei 2023 | 19:44 WIB
4 Fakta WNI Korban TPPO Disekap di Myanmar: Masuk Secara Ilegal, Tak Digaji hingga Disiksa
Ilustrasi penyekapan dan budak seks. [Istimewa]

Kasus penyekapan kembali terjadi pada warga negara Indonesia (WNI). Kali ini, kasus penyekapan tersebut terjadi di Myanmar, jumlah korban pun disebut-sebut mencapai 20 orang.

Semula para korban pergi ke Myanmar karena mengetahui ada lowongan kerja online yang diperoleh melalui WhatsApp. Namun, tak disangka ternyata lowongan tersebut merupakan penipuan.

Para korban tersebut ternyata dipekerjakan sebagai scammer online. Semula mereka dijanjikan untuk bekerja di Thailand, tetapi nyatanya mereka dikirim ke Myanmar untuk dipekerjakan di sana.

Mereka berakhir menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang disekap, disiksa, dan diperbudak di daerah konflik Myawaddy yang masuk secara ilegal.

1. Kronologi WNI Diselundupkan ke Myanmar Versi Keluarga

Para korban berangkat dari Bandung pada 23 Oktober 2022, mereka pergi ke Bekasi dan menginap di rumah agen yang hendak memberangkatkan mereka selama satu malam. Pada saat itu, mereka diberi surat pengantar kerja.

Saat di perjalanan berangkat menuju Thailand, beberapa korban masih sempat menghubungi keluarganya bahkan mengirimkan video perjalanannya dengan mobil menuju kota Mae Sot yang dekat dengan perbatasan Myanmar.

Di Mae Sot, para korban menginap satu malam hingga keesokan harinya mereka dibawa dengan menggunakan sampan untuk mengarungi sungai. Saat inilah korban sudah mulai curiga. Hal itu karena pada saat melintasi perbatasan mereka dibawa dengan cara diselundupkan dan dijaga oleh sipil bersenjata.

Pada saat tiba di Myanmar melalui sungai, WNI dipaksa untuk tanda tangan kontrak dengan bahasa Mandarin. Apabila korban menolak, maka harus membayar denda dengan jumlah yang besar.

Ternyata, para korban malah dipekerjakan untuk melakukan penipuan secara daring atau online scamming dengan target warga Amerika Serikat dan Eropa. Apabila tidak bisa mencapai target, mereka akan disiksa.

2. Dijanjikan Kerja sebagai Customer Service (CS)

Para korban mulanya mendapatkan lowongan pekerjaan secara daring dan dijanjikan akan bekerja sebagai Customer Service (CS) dengan gaji dan bonus yang menjanjikan. Mereka pun kemudian ditawarkan untuk pergi ke Thailand dengan profesi tersebut.

Namun, ternyata 20 WNI tersebut justru diterbangkan ke Myawaddy, Myanmar oleh agen yang ada di Thailand tersebut. Myawaddy sendiri merupakan wilayah Myanmar yang berbatasan langsung dengan Thailand. Para WNI tersebut kemudian dipekerjakan sebagai penipu online atau scammer di Myanmar.

3. Tak Digaji Selama 4 Bulan dan Disiksa

Berdasarkan penuturan dari korban, mereka mengaku tidak digaji selama empat bulan lamanya. Padahal mereka sudah bekerja di Myanmar selama enam bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respon Bupati Sijunjung Usai Warganya Jadi Korban TPPO di Myanmar

Respon Bupati Sijunjung Usai Warganya Jadi Korban TPPO di Myanmar

Sumbar | Kamis, 04 Mei 2023 | 16:08 WIB

20 WNI Korban TPPO Di Myanmar Disekap Di Wilayah Pemberontak, Mahfud MD Setor Nama-nama Pelaku

20 WNI Korban TPPO Di Myanmar Disekap Di Wilayah Pemberontak, Mahfud MD Setor Nama-nama Pelaku

News | Kamis, 04 Mei 2023 | 15:55 WIB

20 WNI Jadi korban Perdagangan Manusia, Ini Komentar Menko Polhukam Mahfud MD

20 WNI Jadi korban Perdagangan Manusia, Ini Komentar Menko Polhukam Mahfud MD

Jogja | Kamis, 04 Mei 2023 | 15:31 WIB

Mahfud MD Serahkan Daftar Pelaku TPPO ke Bareskrim Polri

Mahfud MD Serahkan Daftar Pelaku TPPO ke Bareskrim Polri

| Kamis, 04 Mei 2023 | 14:24 WIB

20 WNI Korban TPPO di Daerah Konflik Myawaddy Diduga Masuk Myanmar Secara Ilegal

20 WNI Korban TPPO di Daerah Konflik Myawaddy Diduga Masuk Myanmar Secara Ilegal

News | Kamis, 04 Mei 2023 | 14:06 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB