NasDem Sebut Ada Hambatan Psikologis Ganggu Komunikasi Surya Paloh ke Jokowi

Sabtu, 06 Mei 2023 | 10:11 WIB
NasDem Sebut Ada Hambatan Psikologis Ganggu Komunikasi Surya Paloh ke Jokowi
Ilustrasi Jokowi, Anies, dan Surya Paloh.

Suara.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh harus menyampaikan unek-uneknya soal Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Ketua Pemenangan Pemilu NasDem Sugeng Suparwoto mengungkapkan bahwa ada hambatan psikologis yang menghalangi Surya Paloh untuk berkomunikasi dengan Jokowi.

Salah satu contohnya ialah ketika Jokowi tidak mengundang Surya Paloh dalam pertemuan ketua umum parpol pro pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5/2023). Jokowi juga mengakui kalau dirinya sengaja tak mengundang Surya Paloh.

"Ya, itu lah. Itu lah faktanya, kita semuanya nggak tahu, pak Surya juga enggak tahu kok tiba-tiba ada hambatan psikologis kaya gitu," kata Sugeng di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2023).

Sugeng kembali menyinggung soal pertemuan Jokowi dengan lima ketum parpol pro pemerintah di Istana Merdeka. Pertemuan itu, dinilai Sugeng, menimbulkan pertanyaan kalau misalkan Partai NasDem tidak diundang oleh Jokowi.

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menyampaikan keterangan usai acara buka puasa bersama di NasDem Tower, Sabtu (25/3/2023) malam. [Suara.com/Rakha Arlyanto]
Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menyampaikan keterangan usai acara buka puasa bersama di NasDem Tower, Sabtu (25/3/2023) malam. [Suara.com/Rakha Arlyanto]

Kalau memang pertemuannya untuk bersilaturahmi dengan ketum parpol pro pemerintah, maka menurutnya, Partai NasDem juga ikut dilibatkan.

"Kalau koalisi pemerintah, mustinya diundang Pak Surya. Kan sampai hari ini kita tegas atas moral politik etik yang baik, ingat ya, atas moral politik etika yang baik, kita tetap mendukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin sampai tahun 2024," tegasnya.

Sugeng menyayangkan atas sikap Jokowi yang seolah mengabaikan NasDem hanya karena memiliki pilihan yang berbeda di Pilpres 2024.

"Kita tidak ingin, istilahnya orang jawa, tinggal glanggang colong playu sekedar kita mencalonkan capres yang ditengarai beda. itu tidak begitu," tuturnya.

"Tetapi kita ini punya hak konstitusional juga untuk mencalonkan presiden. Untuk apa? Untuk kepentingan tahun 2024 ke sana."

Baca Juga: Jokowi Tak Undang NasDem Ngumpul di Istana, PAN: Biar Gak Disangka Pengaruhi Sikap Politiknya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI