Terlibat Bentrok dengan Brajamusti di Yogyakarta, Begini Sejarah PSHT dan Pendirinya

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 06 Juni 2023 | 20:12 WIB
Terlibat Bentrok dengan Brajamusti di Yogyakarta, Begini Sejarah PSHT dan Pendirinya
Sejarah PSHT (Instagram/@pshterateindonesia)

Suara.com - Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, tengah terlibat bentrok di Kota Yogyakarta pada Minggu, 4 Juni 2023. Bentrokan yang disertai dengaj aksi lempar batu tersebut bahkan sempet trending di Twitter. Lantas bagaimana sejarah PSHT

Sejarah PSHT 

Melansir dari laman resmi psht.or.id, PSHT adalah sebuah organisasi pencak silat yang didirikan di Madiun, Jawa Timur, pada 1922 silam. Adapun pendirinya yaitu Ki Hadjar Hardjo Oetomo (1888-1952), salah seorang pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.  

Pada awalnya, organisasi ini bernama Setia Hati Pemuda Sport Club dan berbentuk seperti klub olahraga. Seiring berjalannya waktu, namanya kemudian berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club". Dan pada akhirnya berganti lagi menjadi "Persaudaraan Setia Hati Terate" atau disingkat menjadi PSHT. Ki Hajar Hardjo Oetomo mendirikan PSHT ketika kongres pertama yang diadakan di Madiun pada 25 Maret 1951 lalu. 

Diketahui, Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah sosok pemuda yang berani melawan tentara Belanda. Ia bersama teman-temannya kerap melakukan perlawanan, pelemparan, dan perusakan terhadap kereta api yang kerap lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan untuk militer. 

Atas aksi ini, Hardjo Oetomo akhirnya ditangkap dan dipenjara di rutan Cipinang. Tak sampai di situ, Hardjo Oetomo juga dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat hingga 15 tahun lamanya. 

SH PSC juga sempat dibubarkan oleh Belanda lantaran ada kata pencak di dalamnya. Kemudian, pengurus organisasi tersebut mengganti kata pencak menjadi pemuda. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi Belanda supaya tidak dibubarkan.  

Kemudian pada tahun 1942, atas usul saudara SH PSC, Soeratno Soerengpat, salah satu tokoh pergerakan Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati Terate. 

Kala itu, SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi dan baru pada tahun 1948, melalui sebuah kongres di Madiun, berubah bentuk menjadi organisasi dan bernama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) hingga saat ini. 

Perkembangan PSHT 

Perkembangan PSHT sendiri tidak lepas dari kontribusi sejumlah tokoh yang turut membesarkan perguruan silat ini. Tokoh-tokoh tersebut yaitu Soetomo Mangkudjojo, Santoso Kartoatmodjo, Irsyad, Imam Koesoepangat, dan juga Tarmadji Budi Harsono. Mereka sudah meletakkan dasar dan mendorong perkembangan PSHT hingga saat ini. 

Berkat jasa dari mereka, PSHT mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), mendirikan yayasan, lalu mengembangkan cabang-cabang PSHT, membangun padepokan sebagai pusat kegiatan dari PSHT, mendirikan beberapabkoperasi yang diperluas dan melibatkan semua anggota di seluruh cabang, serta memperkenalkan PSHT lewat berbagai kejuaraan. 

Perjalanan PSHT dalam mengembangkan diri sebagai sebuah organisasi bela diri dan sosial di Indonesia merupakan bukti komitmen dan dedikasi oleh para anggotanya.

Dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari persaudaraan, kesetiaan, dan keberanian. Bahkan sampai saat ini, PSHT terus berupaya memperluas pengaruhnya dalam menjaga budaya serta membangun hubungan yang harmonis antaranggota dan lingkungan masyarakat.

Demikian sejarah PSHT sebagai organisasi pencak silat di Indonesia. Semoga menambah wawasan!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil PSHT: Organisasi Silat yang Terlibat Tawuran di Tamsis Jogja

Profil PSHT: Organisasi Silat yang Terlibat Tawuran di Tamsis Jogja

News | Senin, 05 Juni 2023 | 16:56 WIB

6 Fakta Tawuran Antarkelompok di Jogja, Warga Was-was

6 Fakta Tawuran Antarkelompok di Jogja, Warga Was-was

News | Senin, 05 Juni 2023 | 15:55 WIB

Insiden Tawuran di Jalan Tamansiswa Kota Jogja, PSHT dan Brajamusti Minta Maaf

Insiden Tawuran di Jalan Tamansiswa Kota Jogja, PSHT dan Brajamusti Minta Maaf

Jogja | Senin, 05 Juni 2023 | 14:40 WIB

Buntut Tawuran di Jalan Tamansiswa Kota Jogja, 352 Orang dari Luar Jogja dan sekitarnya Diamankan

Buntut Tawuran di Jalan Tamansiswa Kota Jogja, 352 Orang dari Luar Jogja dan sekitarnya Diamankan

Jogja | Senin, 05 Juni 2023 | 14:15 WIB

Terkini

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:29 WIB

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:21 WIB

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:14 WIB

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:13 WIB

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:02 WIB

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:48 WIB

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:44 WIB

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:42 WIB