Apa Itu Zona Kematian Everest? Hati-Hati, Terkenal Renggut Nyawa Banyak Pendaki

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 07 Juni 2023 | 17:50 WIB
Apa Itu Zona Kematian Everest? Hati-Hati, Terkenal Renggut Nyawa Banyak Pendaki
Area pegunungan Everest - Apa Itu Zona Kematian Everest? Hati-Hati, Terkenal Renggut Nyawa Banyak Pendaki [Shutterstock]

Suara.com - Zona kematian di puncak gunung tertinggi di dunia, Everest banyak diperbincangkan setelah seorang pemandu atau Sherpa berhasil menyelamatkan pendaki asal Malaysia yang hampir saja merenggang nyawa. Apa itu zona kematian Everest?

Bagi pendaki di seluruh dunia, pencapaian tertinggi mereka adalah ketika bisa mencapai puncak Everest, gunung tertinggi di dunia. Mendaki Everest pun seperti candu. Jika tahun ini datang untuk mencapai separuh dari puncak, kemungkinan besar pendaki akan datang kembali dengan harapan mencapai titik tertinggi gunung tersebut. Tentu saja bukan hal gampang.

Pasalnya, pendaki yang diperbolehkan mencapai puncak adalah pendaki profesional bersertifikat dengan segudang pengalaman. Sementara bagi pendaki amatir, pos maksimal yang bisa dicapai tak sampai di puncaknya. 

Aturan ini bukan tanpa alasan. Sejak Everest dibuka untuk umum dan menjadi wisata pendakian paling ramai di dunia, tak semua orang memahami keadaan di puncak. Sherpa atau pemandu pendakian menjadi profesi yang menopang bisnis pendakian sekaligus keselamatan para pendaki. 

Melansir sejumlah sumber, untuk mencapai puncak Everest, para pendaki harus melewati zona kematian, yakni wilayah dekat puncak dengan suhu sangat rendah dan oksigen yang tipis. Pendaki yang kedinginan tidak akan bertahan tanpa pertolongan. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih jika sang pendaki jauh dari teman, tidak membawa oksigen bantuan, dan tidak ada pemandu di dekatnya. 

Kasus kematian di Everest banyak terjadi di zona ini. Salah satu sebabnya, semua pendaki dan pemandu hanya fokus pada puncak. Namun, jika tubuh kedinginan di tengah jalan, kondisinya akan memburuk dengan cepat. 

Kejadian ini terbukti pada seorang pendaki asal Malaysia bernama Revichandran yang hampir mati di Everest. Dia menjadi bulan-bulanan netizen setelah dirinya tak mau berterima kasih kepada Sherpa yang menyelamatkannya dari kematian akibat kedinginan di Everest.

Video yang menampilkan Revi dengan pakaian tebal digendong oleh Sherpa bernama Gelje viral di internet. Video tersebut menampilkan aksi heroik Gelje yang menyelamatkan Revi setelah enam jam di zona kematian. Sayangnya, Revi justru berlaku sebaliknya.

Dia tak mau mengakui bahwa dirinya telah diselamatkan oleh Sherpa yang semula bermaksud mengantarkan pendaki Tiongkok ke puncak Everest. Alih-alih mengantarkan turis yang dipandunya, Gelje justru memilih untuk memutar arah demi menyelamatkan Revi. 

baca juga

Sayangnya, Revi menolak mengakui bahwa Gelje lah yang telah menolongnya yang hampir mati. Namun, setelah mendapat kecaman dari netizen dia mengubah unggahan di Instagram bahwa Gelje Sherpa adalah satu dari banyak orang yang membantunya selamat di Everest. 

Itulah sekilas informasi mengenai zona kematian di Gunung Everest yang sedang menjadi perbincangan publik.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Gelje Sherpa, Gendong Pendaki Malaysia Selama 6 Jam Keluar dari Zona Kematian Everest

Sosok Gelje Sherpa, Gendong Pendaki Malaysia Selama 6 Jam Keluar dari Zona Kematian Everest

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 16:42 WIB

Siapa Pendaki Malaysia yang Tak Akui Penyelamatan Sherpa? Sikapnya Kini Berubah Total!

Siapa Pendaki Malaysia yang Tak Akui Penyelamatan Sherpa? Sikapnya Kini Berubah Total!

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 14:31 WIB

Berapa Gaji Sherpa Everest? Pekerjaan Ekstrem Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Pendaki Gunung

Berapa Gaji Sherpa Everest? Pekerjaan Ekstrem Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Pendaki Gunung

News | Selasa, 06 Juni 2023 | 17:36 WIB

Apa Itu Sherpa? Ini Sosok Penyelamat Pendaki Malaysia di Everest yang Tak Diakui

Apa Itu Sherpa? Ini Sosok Penyelamat Pendaki Malaysia di Everest yang Tak Diakui

News | Selasa, 06 Juni 2023 | 15:36 WIB

Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya

Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya

Indotnesia | Selasa, 06 Juni 2023 | 11:35 WIB

Viral Gunung Everest Dijuluki Tempah Sampah Tertinggi di Dunia, Suku Sherpa Kesal Pendaki Suka Nyampah?

Viral Gunung Everest Dijuluki Tempah Sampah Tertinggi di Dunia, Suku Sherpa Kesal Pendaki Suka Nyampah?

Lifestyle | Jum'at, 02 Juni 2023 | 14:04 WIB

Terkini

Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan

Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:06 WIB

Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z

Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:05 WIB

Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah

Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:05 WIB

Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam

Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat

Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:00 WIB

Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper

Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:56 WIB

Rano Karno Perintahkan Semua Rusun di Jakarta Dipasangi ATM

Rano Karno Perintahkan Semua Rusun di Jakarta Dipasangi ATM

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:55 WIB

Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah

Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:54 WIB

Polri Tegaskan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Sudah Sesuai Prosedur

Polri Tegaskan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Sudah Sesuai Prosedur

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:53 WIB

DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM

DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM

Bogor | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:53 WIB

×