Kronologi Munculnya Antraks di Gunungkidul: Bermula Makan Daging Sapi yang Sudah Dikubur

Kamis, 06 Juli 2023 | 14:53 WIB
Kronologi Munculnya Antraks di Gunungkidul: Bermula Makan Daging Sapi yang Sudah Dikubur
Ilustrasi sapi. (Istimewa)

Suara.com - Puluhan orang di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dinyatakan positif terpapar penyakit antraks.

Menurut data pemerintah kabupaten setempat, ada 87 pasien yang telah terpapar dan satu warga meninggal dunia akibat antraks.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebut angka yang lebih tinggi lagi per Selasa (4/7/2023) yakni terdapat 93 kasus warga diduga terpapar antraks dan tiga orang meninggal dunia.

Penyakit tersebut menyebar diduga karena warga mengonsumsi daging hewan ternak mati. Padahal hewan ternak tersebut telah dikubur, namun menggali lagi kuburan tersebut untuk mengambil dagingnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, ada enam kambing dan sapi yang mati di dusun tersebut.

"Sakit, sudah mati dan dikubur melalui SOP. Tapi, sama masyarakat itu ada yang satu digali lagi dan dikonsumsi," kata Wibawanti kepada awak media saat ditemui di Kantor Pemkab Gunungkidul, DIY, Rabu (5/7/2023).

Ia menambahkan, dari enam sapi tersebut, tiga ekor di antaranya dinyatakan positif terpapar antraks dan kemudian dikonsumsi oleh warga setempat.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pemkab Gunung Kidul, Retno Widyastuti mengatakan, pihaknya pertama kali menerima laporan adanya hewan ternak yang mati karena sakit di Dusun jati pada 18 Mei 2023 lalu.

Menurut dia, setelah itu kasus kematian hewan ternah di dusun tersebut kembali terjadi pada hari-hari berikutnya.

Baca Juga: Ciri dan Gejala Antraks, Penyakit yang Ditularkan dari Hewan Ternak

Namun pihaknya baru menerima laporan mengenai dugaan penyebaran penyakit antraks di Dusun Jati pada 2 Juni 2023.

Pemkab ambil tindakan

Setelah menerima laporan adanya dugaan penyebaran antraks di Dusun Jati, Retno dan jajarannya langsung mengambil Tindakan.

Pihaknya turun ke lapangan dan memberikan antibiotic dan vaksi ke hewan ternak, termasuk juga mensterilkan wilayah dengan menyemprotkan formalin.

Retno juga mengambil sampel tanah untuk diujikan apakah positif atau negative antraks. Menurut dia, jika memang positif, maka akan dilakukan penyiraman ulang dan akan dilakukan pengecoran jika memang sudah negatif.

Pemkab Gunungkidul belum tetapkan KLB

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI