Sekilas Kasus Prabowo Subianto Terkait Aktivis 98 dan Soeharto

Rifan Aditya

Selasa, 11 Juli 2023 | 07:38 WIB
Sekilas Kasus Prabowo Subianto Terkait Aktivis 98 dan Soeharto
Ilustrasi arsip, dokumen lama, kasus Prabowo Subianto (Mr Cup / Fabien Barral/Unsplash)

Suara.com - Jangan pernah melupakan sejarah, merupakan satu frasa dengan kekuatan yang luar biasa dalam  bernegara di Indonesia ini. Salah satu artikel dari bbc.com yang diunggah pada tahun 2018 lalu membahas tentang dokumen rahasia milik AS yang mengungkap kasus Prabowo Subianto.

Mengingat tahun yang akan datang, Prabowo Subianto telah diusung partai Gerindra menjadi calon presiden dalam Pemilu 2024. Nah, isu-isu seperti ini pasti akan kembali dibahas. Kasus Prabowo Subianto terkait aktivis 98 ketika masa pemerintah Presiden Soeharto pun akan kembali mencuat seperti Pemilu sebelumnya.

Agar tidak salah informasi dan termakan berita bohong yang tersebar nantinya, maka kita perlu mengetahui sumber yang terpercaya terkait kasus Prabowo ini. Salah satu arsip dan dokumen sejarah yang mencatat kejadian dan kasus ini bersumber dari dokumen rahasia Amerika Serikat.

Nama Prabowo Subianto dalam Dokumen Rahasia AS

Nama Prabowo Subianto sejatinya merupakan nama lama di negara ini. Sejak era prareformasi, namanya cukup dikenal banyak orang dengan berbagai predikatnya.

Namun salah satu yang paling lekat di ingatan kala itu, adalah mengenai isu penghilangan paksa sejumlah aktivis 1998, dan perpecahan di tubuh militer.

Arsip tertanggal 7 Mei 1998, dikutip dari BBC News Indonesia dalam artikel berjudul Dokumen Rahasia Amerika Serikat Diungkap: ‘Prabowo Perintahkan Penghilangan Aktivis 1998’, mengungkapkan hal tersebut. Di dalam catatan yang telah dirilis ke publik oleh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA) ini memuat bahwa para aktivis yang menghilang boleh jadi ditahan di fasilitas Kopassus. Tepatnya di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor.

Dokumen rahasia Amerika Serikat ini berisi berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999. Salah satunya merupakan transkrip percakapan staf Kedubes AS dengan pemimpin organisasi mahasiswa.

Catatannya berbunyi:

baca juga

5. ( C ) SEPARATELY, A LEADER OF A MASS STUDENT ORGANIZATION TOLD POLOFF THAT HE WAS INFORMED BY A KOPASSUS SOURCE THAT THE DISAPPEARANCES WERE CARRIED OUT BY “GROUP FOUR” OF KOPASSUS, UNDER THE COMMAND OF “CHAIRMAN.” HE SAID THAT HIS SOURCE (NOT PART OF GROUP FOUR) SAID THERE ARE CONFLICTS AMONG KOPASSUS DIVISIONS, AND THAT GROUP 4 IS STILL UNDER THE EFFECTIVE CONTROL OF PRABOWO. DISAPPEARANCES WERE ORDERED BY PRABOWO, WHO WAS FOLLOWING AN ORDER FROM PRESIDENT SOEHARTO.

Percakapan ini dilakukan oleh seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa yang kemudian memunculkan nama Prabowo Subianto.

Sang narasumber mengaku memperoleh informasi dari Kopassus, bahwa penghilangan paksa dilakukan oleh Grup 4 Kopassus, dan menyebutkan terjadi konflik di antara divisi Kopassus bahwa Grup 4 masih dikendalikan Prabowo.

Seperti yang disebutkan dalam potongan di atas, bahwa penghilangan diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto.

Mungkin dokumen ini memang sudah menjadi salah satu dokumen yang banyak beredar sejak lama. Namun demikian fakta bahwa terjadi percakapan tersebut dan ada keterlibatan satu dan lain pihak dalam penghilangan aktivis tentu tidak boleh dikesampingkan.

Tentu saja, artikel ini ditulis tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun, dan tanpa maksud apapun selain membagikan informasi. Setiap poin yang ada di artikel ini mengacu pada artikel yang telah diunggah, dan tanpa menambahkan opini atau argumen untuk menghindari tendensi tertentu.

Itu tadi sekilas mengenai kasus Prabowo Subianto yang berhasil terekam dalam dokumen rahasia AS. Sekali lagi, artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan pihak manapun, dan sekedar menyampaikan apa yang didokumentasikan pada berkas sebelumnya.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Terbaru IPN: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi, Ungguli Ganjar dan Anies

Survei Terbaru IPN: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi, Ungguli Ganjar dan Anies

Joglo | Selasa, 11 Juli 2023 | 07:35 WIB

Elektabilitas Prabowo Kangkangi Ganjar-Anies, Siapa Cocok Jadi Cawapresnya?

Elektabilitas Prabowo Kangkangi Ganjar-Anies, Siapa Cocok Jadi Cawapresnya?

News | Selasa, 11 Juli 2023 | 05:43 WIB

Isi Pembicaraan Tertutup Prabowo dan Cak Imin Diungkap Dasco

Isi Pembicaraan Tertutup Prabowo dan Cak Imin Diungkap Dasco

Sumatera | Selasa, 11 Juli 2023 | 01:35 WIB

Effendi Simbolon Beri Salam Metal Nyatakan Tegak Lurus Dukung Ganjar Pranowo

Effendi Simbolon Beri Salam Metal Nyatakan Tegak Lurus Dukung Ganjar Pranowo

Video | Selasa, 11 Juli 2023 | 05:00 WIB

Terkini

Viral Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa, Bang Jago Ditangkap Polisi

Viral Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa, Bang Jago Ditangkap Polisi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 07:25 WIB

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

News | Senin, 06 Juli 2026 | 07:05 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Transaksi Dilakukan Lewat Media Sosial

Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Transaksi Dilakukan Lewat Media Sosial

News | Senin, 06 Juli 2026 | 07:01 WIB

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

×