Jokowi Effect: Prabowo Dapat Banyak Dukungan dari Relawan hingga Konstituen PDIP

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Rabu, 26 Juli 2023 | 17:09 WIB
Jokowi Effect: Prabowo Dapat Banyak Dukungan dari Relawan hingga Konstituen PDIP
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi dalam survei terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN). Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry mengatakan salah satu faktor yang membuat tinggi elektabilitas Prabowo adalah endorsement Presiden Joko Widodo alias Jokowi. 

"Berdasarkan observasi LSN, Presiden Jokowi yang beberapa waktu lalu disebut-sebut berdiri dengan dua kaki (satu kaki menopang Ganjar dan satu kaki lainnya membantu Prabowo). Namun kini kedua kaki Jokowi nampaknya cenderung total mendukung Prabowo," kata Gema dalam paparan hasil survei LSN, Rabu (26/7/2023).

Gema mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi terus meningkat. Peningaktan kepuasan publik yang kemudian membawa pengaruh langsung pada approval rating Jokowi.

"Dengan kata lain capres yang disetujui dan di-endorse Jokowi cenderung akan memperoleh bonus elektabilitas," ujar Gema.

Gema mamaparkan sebanyak 45,3 persen publik meyakini bahwa Jokowi pada akhirnya akan menjatuhkan endorsement-nya pada Prabowo. Keyakinan publik itu tepotret dari hasil survei yang dilakukan LSN. Di sisi lain menguatnya elektabilitas Prabowo memberikan dampak penuruan terhadap elektabilitas Ganjar Pranowo.

"Itu lah sebabnya mengapa elektabilitas Prabowo terus menguat dan Ganjar semakin terbenam. Hanya 30,2 persen publik yang meyakini endorsement Jokowi diberikan kepada Ganjar dan trend-nya terus menyusut dibandingkan hasil-hasil survei LSN sebelumnya," kata Gema.

Gema berujar basis massa Jokowi turut menangkap sinyal-sinyal dukungan yang diberikan presiden terhadap Prabowo. Ia mengatakan berdasarkan analisis tabulasi silang yang dilakukan LSN, para pemilih dan relawan Jokowi dalam dua Pilpres sebelumnya dari waktu ke waktu semakin yakin menjatuhkan pilihan kepada Prabowo. 

"Sebaliknya pemilih dan relawan Jokowi lambat tapi pasti meninggalkan dukungannya pada Ganjar. Saat ini 47,5 persen responden yang mengaku pemilih atau relawan Jokowi menjatuhkan pilihan pada Prabowo, sedangkan yang memilih Ganjar hanya 35,8 persen," tutur Gema.

Selain dari basis massa Jokowi, Prabowo turut memperoleh bonus elektabilitas dari konstituen PDI Perjuangan. 

"Memang persentase konstituen atau pemilih PDI-P yang mendukung Ganjar masih lebih besar daripada yang bermigrasi ke Prabowo. Namun berdasarkan temuan survei LSN, dalam setahun terakhir persentase konstituen PDI-P yang memilih Ganjar terus menurun, sementara yang menjatuhkan pilihan pada Prabowo semakin membesar," terangnya.

Gema memaparkan saat ini sudah lebih dari 38 persen konstituen PDIP yang bermigrasi ke Prabowo dan tinggal 45,3 persen yang masih bertahan di kubu Ganjar.

Ia menjelaskan mengapa basis massa Jokowi dan konstituen PDI Perjuangan kemudian banyak yang mengalihkan dukungannya ke Prabowo?

"Selain faktor Jokowi effect, banyak di antara mereka yang merasa lebih nyaman bernaung di bawah panji Prabowo daripada berlindung di kandang banteng. Pernyataan secara terbuka untuk mendukung Prabowo dari sejumlah elit PDIP maupun relawan Jokowi mengindikasikan bahwa tak sedikit di antara mereka yang merasa sudah kurang nyaman lagi mengikuti gerbong politik yang dikomandani oleh Megawati Soekarnoputri," katanya.

Prabowo Unggul Versi LSN

Sebelumnya, Prabowo unggul dari Ganjar dan Anies Baswedan dalam hasil survei terbaru yang dirilis LSN berdasarkan survei nasional pada 10-19 Juli 2023.

Gema memaparkan berdasarkan hasil survei terbaru, elektabilitas menjadi yang tertinggi sementara Ganjar menunjukkan trend melemah. Sedangkan elektabilitas Anies mengalami sedikit kenaikan, namun tetap menjadi juru kunci seandainya Pilpres hanya diikuti tiga kandidat.

Prabowo selalu unggul atas Ganjar maupun Anies dari hasil survei melalui berbagai format pertanyaan dan simulasi. Secara top of mind mengenai siapa yang akan dipilih jika Pilpres dilakukan sekarang, Prabowo menunjukan elektabilitas tertinggi dengan 28,5 persen. Menuusul Ganjar 17,6 persen dan Anies 13,4 persen.

Sementara itu dalam pertanyaan secara tertutup tentang siapa yang dipilih responden dari 12 nama tokoh yang disodorkan LSN, elektabilitas Prabowo 33,8 persen, Ganjar 20,2 persen. dan Anies 16,4 persen.

Prabowo tetap menajdi yang tertinggi dalam simulasi Pilpres jika hanya diikuti tiga kandidat. Prabowo 40,5 persen, Ganjar 30,8 persen, dan Anies 22,4 persen.

"Baik dalam format pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup dengan 12 nama, maupun dalam simulasi tiga nama tokoh, dinamika kontestasi dari tiga capres papan atas menunjukkan bahwa trend elektabilitas Prabowo Subianto semakin menguat dari waktu ke waktu," kata Gema, Rabu (26/7).

Sementara untuk elektabilitas Ganjar, dikatakan Gema, memperlihatkan trend melemah justru ketika waktu pelaksanaan Pilpres semakin mendekat.

"Sedangkan Anies tidak juga menunjukkan trend positif dan progresif guna mengejar ketertinggalan elektabilitasnya dari Prabowo maupun Ganjar dan cenderung hanya menyalahkan lembaga survei," ujar Gema.

Diketahui survei LSN ini dilakukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia yang telah berumur minimal 17 tahun (memiliki e-KTP). Jumlah sampel sebanyak 1420 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak berjenjang (multistage random sampling). 

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka dengan responden dipandu kuesioner. Sedangkan ambang kesalahan (margin of error) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,6% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan BPS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei LSN: Prabowo Menguat, Anies Tak Ada Progres, Ganjar Cenderung Turun

Survei LSN: Prabowo Menguat, Anies Tak Ada Progres, Ganjar Cenderung Turun

News | Rabu, 26 Juli 2023 | 16:02 WIB

Diajak Makan Bareng Prabowo-Ganjar-Erick, Gibran Mengaku Segan Sampai Tak Berani Makan

Diajak Makan Bareng Prabowo-Ganjar-Erick, Gibran Mengaku Segan Sampai Tak Berani Makan

News | Rabu, 26 Juli 2023 | 03:25 WIB

PAN Beberkan Proposal Nama Erick Thohir Sudah Disodorkan Mengarah ke Satu Capres, ke Prabowo?

PAN Beberkan Proposal Nama Erick Thohir Sudah Disodorkan Mengarah ke Satu Capres, ke Prabowo?

Kotak Suara | Selasa, 25 Juli 2023 | 17:18 WIB

Terkini

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:20 WIB