Suara.com - Diduga hina Jokowi, Rocky Gerung tak hanya dilaporkan oleh Relawan Indonesia Bersatu. Pengamat politik itu bahkan diteror secara fisik di mana rumahnya sampai dirusak orang tak dikenal.
Hal ini dinyatakan sendiri oleh Rocky dalam perbincangannya di kanal YouTube Rocky Gerung Official.
"Kemarin masih didemo kan itu, kalau marah ya marah jangan bikin kekerasan, teriak-teriak aja di rumah saya di Sentul," kata Rocky Gerung.
"Jangan merusak pagar, jangan melempar-lempar ke dalam rumah saya, itu sebenarnya udah bisa ditangkap polisi karena terlihat siapa yang merusak," imbuhnya.
Lebih lanjut Rocky menyatakan bahwa dia memahami atas kasusnya yang membuat banyak orang marah.
"Jadi oke saya masih bisa pahami, tapi nanti suatu waktu kita musti tegaskan siapa yang nyuruh itu kan enggak bisa didiamkan menggangu ketertiban umum sampai melempar telur busuk," tandasnya.
Rocky menyatakan bahwa dirinya menekankan perlunya menghirmati proses hukum yang ada. Dia juga kembali menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampak tak peduli dengan kritik kerasnya.
"Pak Jokowi enggak peduli yang peduli anak buah Jokowi, Pak Moeldko pejabat publik jangan ngompor-ngomporin lah," ujar Rocky.
"Kerja aja, kata Pak Jokowi juga kerja aja jangan ngerjain orang," imbuhnya.
Diketahui sebelumnya bahwa dalam sebuah orasi Rocky menyampaikan Jokowi dengan kata 'bajingan tolol'. Atas kasus tersebut, Rocky dilaporkan oleh Relawan Indonesia Bersatu.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/4459/VII/2023/SPKT POLDA METRO JAYA tanggal 31 Juli 2023.