- Otoritas Amerika Serikat mengidentifikasi Mansour Kaziha, Nader Awad, dan Amin Abdullah sebagai korban tewas dalam serangan masjid San Diego.
- Ketiga korban gugur saat berusaha menghentikan dua pelaku bersenjata yang menyerang kompleks Islamic Center pada hari Senin waktu setempat.
- Tindakan heroik ketiga korban berhasil menyelamatkan nyawa 140 anak di sekolah kompleks masjid sebelum pelaku akhirnya ditemukan tewas.
Suara.com - Pihak berwenang Amerika Serikat mengungkap identitas dua korban lain dalam serangan mematikan di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat.
Dua korban tersebut adalah Mansour Kaziha dan Nader Awad.
Sebelumnya, keluarga dan kerabat juga telah mengidentifikasi korban ketiga, Amin Abdullah, seorang petugas keamanan masjid yang disebut bertindak heroik saat serangan terjadi.
Pejabat masjid menyatakan ketiga korban gugur ketika mencoba menghentikan dua pelaku bersenjata yang menyerang kompleks masjid pada Senin waktu setempat.
Ketua dewan pengurus masjid, Ahmed Shabaik, mengatakan Mansour Kaziha merupakan sosok yang sangat dihormati di komunitas tersebut.
Korban bekerja di masjid sejak pembangunannya pada era 1980-an.
![Aksi penembakan terjadi Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/67738-penembakan-di-san-diego.jpg)
“Dia adalah pilar masjid ini. Dia mengurus hampir semua kebutuhan harian masjid,” ujar Shabaik kepada Al Jazeera.
Selain mengelola toko suvenir di area masjid, Kaziha juga dikenal aktif menyiapkan hidangan berbuka puasa dan sahur selama Ramadan. Pria asal Suriah itu meninggalkan seorang istri dan lima anak dewasa.
Sementara itu, Nader Awad disebut langsung berlari menuju masjid setelah mendengar suara tembakan.
Awad diketahui tinggal di seberang jalan kompleks masjid dan berusaha membantu jamaah saat insiden berlangsung.
Imam masjid, Taha Hassane, menyebut Awad sebagai anggota komunitas yang sangat taat beribadah.
“Setiap hari dia datang ke Islamic Center untuk salat berjamaah,” kata Hassane.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menilai tindakan ketiga korban kemungkinan besar menyelamatkan nyawa sekitar 140 anak yang berada di sekolah dalam kompleks tersebut saat penyerangan terjadi.
Menurut Wahl, Amin Abdullah sempat terlibat baku tembak dengan pelaku dan menjalankan prosedur penguncian area dengan benar untuk memperlambat pergerakan penyerang.
Setelah Abdullah tewas, Awad dan Kaziha disebut mengalihkan perhatian pelaku ke area parkir hingga akhirnya kedua penyerang ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.