Polisi Baru Tahu Korban Kecelakaan Ternyata Pelaku Jambret HP WN Jepang saat CFD

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 03:45 WIB
Polisi Baru Tahu Korban Kecelakaan Ternyata Pelaku Jambret HP WN Jepang saat CFD
Penjambret kakinya bengkok. [Ist]

Suara.com - Polsi menyebut penjambretan terhadap seorang warga negara asing (WNA) ketika Car Free Day (CFD) di Jakarta merupakan pemain tunggal alias seorang diri.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Patar Bona, mengatakan pihaknya juga membantah jika pelaku yang berisial RF (29) jatuh akibat ditabrak oleh sebuah mobil.

“Pelaku terjatuh akibat menabrak pembatas jalan. Dia melakukannya seorang diri,” kata Bona saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/8/2023).

Bona menuturkan, mulanya pihaknya hanya menerima laporan soal kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (20/8/2023) lalu.

Namun saat melakukan pendalaman, pihaknya menemukan fakta jika korban kecelakaan tunggal merupakan pelaku jambret terhadap warga negara Jepang ketika sedang di CFD.

“Awalnya kami hanya menerima soal laka tunggal. Saat menerima laporan dari pemberitaan kami melalukan penyelidikan,” kata Bona.

“Baru sore tadi kamI menemukan fakta awal jika korban kecelakaan ternyata memang pelaku jambret terhadap warga negara asing,” jelas Bona.

Bona juga menambahkan, jika pelaku melakukan kejahatan jalan itu seorang diri. Ia memastikan, tidak ada pelaku lain.

“Berdasarkan keterangan saksi, pelaku beraksi seorang diri,” tutup Bona.

Jambret Bule Jepang

Diberitakan sebelumnya, seorang jambret kecelakaan usai merampas ponsel warga negara asing (WNA) saat car free day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Bang, Jakarta Pusat, pada Minggu (20/8/2023).

Pasalnya pelaku langsung mengalami kecelakaan usai ditabrak sebuah mobil yang melakukan pengejaran.

Aksi ini viral usai diunggah di sosial media. Salah satu akun Instagram yang mengunggahnya yakni @wargajakarta.id.

Dalam video berdurasi singkat ini terlihat, seorang pria tergeletak di aspal dengan kondisi kaki yang berbelok. Diduga kaki pelaku patah akibat kecelakaan.

Berdasarkan kronologi awal, peristiwa ini bermula ketika pelaku melakukan penjambretan terhadap WNA saat CFD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jambret di Sudirman Jakpus Kena Karma usai Sikat HP WNA, Ditabrak Pemobil hingga Kakinya Bengkok

Jambret di Sudirman Jakpus Kena Karma usai Sikat HP WNA, Ditabrak Pemobil hingga Kakinya Bengkok

News | Rabu, 23 Agustus 2023 | 15:37 WIB

Bus Pariwisata vs Mobil Datsun Laga Kambing di Jalan Umum Medan-Tarutung, 1 Tewas, 5 Luka-luka

Bus Pariwisata vs Mobil Datsun Laga Kambing di Jalan Umum Medan-Tarutung, 1 Tewas, 5 Luka-luka

Sumut | Senin, 21 Agustus 2023 | 10:55 WIB

Pemotor Vs Truk Adu Banteng di Jagakarsa Jaksel, Anggota Brimob Jadi Korban

Pemotor Vs Truk Adu Banteng di Jagakarsa Jaksel, Anggota Brimob Jadi Korban

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 12:54 WIB

Mayat Pria di Gorong-gorong Tol Jagorawi Diduga Korban Kecelakaan, Polisi Kesulitan Cari Keluarga Korban

Mayat Pria di Gorong-gorong Tol Jagorawi Diduga Korban Kecelakaan, Polisi Kesulitan Cari Keluarga Korban

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 10:46 WIB

Terkini

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB