Suara.com - Sejumlah sumur warga di Kampung Nagrog, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor, dikabarkan tercemar bahan bakar minyak (BBM). Hal ini diduga karena kebocoran tangki pendam SPBU. Unggahan tentang kabar itu viral di media sosial.
Dalam video yang berdurasi 1 menit 41 detik yang viral itu, seorang pria awalnya tampak menuangkan air dari keran ke sebuah botol. Namun, bukan berwarna jernih, air yang keluar justru terlihat hitam gelap selayaknya warna BBM. Berikut kelima fakta perkara ini.
1. Ada 12 Sumur yang Terdampak
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gunung Sindur Kompol Budi Santoso menyebut total ada 12 sumur milik warga yang diduga tercemar BBM. Untuk meminimalisir hal-hal buruk, dipasang garis polisi dan warga diimbau agar tak beraktivitas di sana.
2. SPBU Terduga Sumber BBM Diperiksa
Pertamina buka suara soal fenomena tersebut. Pihak SPBU yang diduga sumber BBM itu pun langsung diperiksa. Adapun hasilnya, tidak ada kontaminasi BBM dan kebocoran tangki. Namun, pada sampel air yang dibawa warga mengandung Pertalite.
"Sales Branch Manager (SBM) Rayon VIII Pertamina Patra Niaga dan Pihak SPBU melakukan pengecekan empat sumur pantau dan sumur bor di SPBU 34.163.17 (yang diduga sebagai sumber pencemaran)," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan, Sabtu (9/9/2023).
"Dari hasil pengecekan, tidak terdapat kontaminasi BBM dan kebocoran pada tangki pendam. Sementara dari sampel air yang dibawa warga dari sumur yang berjarak 4-5 rumah dari SPBU, terindikasi tercampur Pertalite. Namun posisi perumahan warga di dataran yang lebih tinggi dan berjarak 100-150 m," lanjutnya menjelaskan.
3. SPBU Terkait Berhenti Operasi Sementara
Mediasi juga sudah dilakukan pihak SPBU bersama warga sekitar dan pemerintah kecamatan. Untuk sementara, SPBU yang diduga mencemari air itu berhenti beroperasi. Sebagai gantinya, masyarakat bisa mengisi BBM di dua tempat terdekat.
"Saat ini SPBU 34.163.17 berhenti beroperasi sementara. Alternatif SPBU terdekat apabila masyarakat ingin melakukan pengisian BBM Pertalite yaitu SPBU 34.163.02 dan SPBU 34.163.10," kata Eko.
4. Warga Diimbau Tak Masak di Rumah
Camat Gunung Sindur, Dace Hutomi, meminta warga agar tidak memasak atau menyalakan api di dapur untuk sementara. Sebab, area tersebut termasuk kamar mandi masih berbau bensin. Hal ini demi menghindari risiko air yang diduga tercemar BBM.
"Kepada warga diminta untuk tidak melakukan masak atau menyalakan api di dapur dan sekitarnya. Terutama di kamar mandi karena itu berbau bensin. Untuk masak saya imbau dilakukan di depan rumah atau luar yang jauh dari kamar mandi, dapur," kata Dace Hutomi, Jumat (8/9/2023).
5. Sampel Air Dibawa Puslabfor
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil sampel air yang tercemar BBM di Gunung Sindur. Benda ini akan dibawa ke Puslabfor Polri dan Lemigas untuk diuji. Nantinya diketahui apakah terkait dengan terduga SPBU atau tidak.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Penegakan Hukum dan Pengelolaan Limbah B3, DLH Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, pada Sabtu (9/9/2023). Lebih lanjut, ia memastikan warga yang terdampak bisa mengajukan air bersih ke BPBD.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti