Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut kelompok militan Palestina, Hamas adalah ISIS. Ia menilai, Hamas berlaku biadab karena melakukan penyerangan terhadap warganya secara brutal dan biadab.
"Mereka biadab. Hamas adalah ISIS," kata Netanyahu melalui akun X resminya @netanyahu dikutip Suara.com, Selasa (10/10/2023).
Ia berpendapat kekuatan peradaban bersatu untuk mengalahkan ISIS. Oleh sebab itu, menurutnya, kekuatan peradaban juga harus mendukung Israel dalam mengalahkan Hamas.
Netanyahu lantas berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang sudah menyatakan dukungan.
![Orang-orang berdiri di atap menyaksikan bola api dan asap membubung di atas sebuah bangunan yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [MAHMUD HAMS / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/09/57335-konflik-israel-palestina-perang-israel-palestina-jalur-gaza.jpg)
Ia meyakini Israel akan memenangkan peperangan yang pecah sejak Sabtu (7/10/2023).
"Israel akan memenangkan perang ini, dan ketika Israel menang, maka seluruh peradaban dunia juga akan menang," tuturnya.
Masih dalam pidato yang sama, Netanyahu mengungkapkan kalau Israel tidak menginginkan adanya perang. Namun, Israel tidak dapat menolak adanya penyerangan yang disebutnya dilakukan dengan cara paling brutal nan biadab.
Lebih lanjut, Netanyahu menegaskan, Hamas telah melakukan kesalahan besar dalam sejarah karena menyerang Israel.
"Kami akan menetapkan harga yang akan diingat oleh mereka dan musuh-musuh Israel lainnya selama beberapa dekade mendatang," tegasnya.
![Roket yang ditembakkan militan Palestina dicegat oleh sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel di Kota Gaza, Palestina, Minggu (8/10/2023). [EYAD BABA / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/09/14619-konflik-israel-palestina-perang-israel-palestina-jalur-gaza.jpg)
Netanyahu lantas membeberkan tindakan Hamas terhadap warganya. Mulai dari membantai keluarga di kediaman, menyerang ratusan anak muda di sebuah festival, menculik perempuan, anak-anak hingga orang tua.
"Teroris Hamas mengikat, membakar dan mengeksekusi anak-anak," ucapnya.
Dihimpun dari berbagai sumber, perang Hamas dan Israel menyebabkan 1.200 orang tewas.
Adapun Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sebanyak 560 orang tewas dan 2.900 lainnya terluka di jalur Gaza.
Sementara untuk di Israel sendiri tercatat korban tewas mencapai 700 orang.