Diduga Jadi Faktor Wafatnya Gembong PDIP, Pimpinan DPRD DKI Tetap Ngotot Rapat di Puncak

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 16 Oktober 2023 | 17:42 WIB
Diduga Jadi Faktor Wafatnya Gembong PDIP, Pimpinan DPRD DKI Tetap Ngotot Rapat di Puncak
Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meninggal dunia. (Suara.com/Chyntia Sami B)

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani mengatakan rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan tetap diselenggarakan di Grand Cempaka, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ini dikatakan Rany setelah ada permintaan untuk mengevaluasi lokasi yang terlalu jauh usai wafatnya Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono.

Rany mengatakan terdapat sejumlah keunggulan menggelar rapat di Puncak ketimbang di gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Salah satunya adalah ruangan luas yang dapat menampung peserta rapat dari pihak legislatif dan yudikatif.

"Kenapa pilih di Puncak karena kita butuh tempat rapat yang besarnya mumpuni sesuai dengan banyaknya mitra masing-masing komisi," ujar Rany saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023).

Menurut Rany, gedung DPRD DKI tak bisa menampung seluruh peserta rapat ketika seluruh komisi menggelar rapat anggaran secara bersamaan.

"Kita bisa lihat ketika rapat dilaksanakan serentak seluruh komisi beserta mitra, butuh space yang besar karena di DPRD tidak cukup," tuturnya.

DPRD DKI kata Rany, bakal tetap memutuskan untuk menggelar rapat di Puncak seperti yang sudah diselenggarakan beberapa tahun terakhir. Lagipula, Grand Cempaka juga merupakan aset milik Pemprov DKI yang memberikan pendapatan pada pengelola, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jaktour.

"Ya mau bagaimana lagi. Karena butuh space tadi," ucapnya.

"Bisa juga (karena income Jaktour). Pilih di sana karena menggunakan fasilitas Pemprov sendiri juga kan bentuknya support," katanya menambahkan.

Politisi Gerindra itu juga menyebut di Grand Cempaka tersedia kamar bagi para anggota dewan agar bisa beristirahat jika memang kelelahan. Ia mengakui memang saat ini kerja DPRD cukup berat karena sudah masuk tahun politik.

"Di sana juga masing-masing kita disiapkan tempat untuk istirahat sejenak bila lelah bahkan kalau perlu menginap pun bisa mengingat terkadang rapat baru selesai tengah malam atau dini hari," kata Rany.

Selain itu, Rany menyebut tiap anggota dewan perlu menjaga kesehatan selama pembahasan berlangsung. Jika memang kelelahan, maka jangan dipaksakan untuk melanjutkan ikut rapat.

"Kan sebaiknya kita harus bisa mengatur pola kesehatan kita pribadi, bila lelah ya ambil break sejenak, jadi kepergian almarhum enggak bisa juga menyalahkan agenda rapat di Puncak," pungkasnya.

Beda dengan PDIP

Sebelumnta, Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Rasyidi meminta agar kegiatan rapat pembahasan APBD yang belakangan ini selalu dilakukan di Grand Cempaka Resort, Puncak, Bogor, Jawa Barat dievaluasi. Sebab, agenda ini kerap membuat para anggota dewan dan peserta rapat kelelahan.

Kegiatan ini pun dianggapnya sebagai salah satu faktor serangan jantung berujung kematian Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono.

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat melayat ke rumah duka Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono di Jalan Peninggaran Timur I, RT 007/09, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (14/10/2023). (Dok. Dokumentasi Pemprov DKI)
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat melayat ke rumah duka Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono di Jalan Peninggaran Timur I, RT 007/09, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (14/10/2023). (Dok. Dokumentasi Pemprov DKI)

Menurut Rasyidi, selain pembahasan yang berat, kegiatan rapat di Puncak ini juga membuat kelelahan karena jarak jauh yang harus ditempuh.

"Jadi menurut saya perlu dievaluasi lagi kalau Rapat Banggar di Grand Cempaka itu, tadi saya sudah sampaikan ke Pak Sekwan supaya tolong dievaluasi lagi karena kita pertama di sana itu bolak balik, akibat bolak balik itu," ujar Rasyidi saat dihubungi, Minggu (15/10/2023).

Kebanyakan anggota dewan kata dia, juga sudah tak memiliki fisik kuat karena cukup berumur. Ditambah lagi, fasilitas menginap yang disediakan kebanyakan tak digunakan karena alasan kenyamanan.

Diberitakan sebelumnya, Gembong meninggal dunia pada Sabtu (14/10/2023) pukul 01.32 WIB di RSUP Pertamina. Politikus PDIP itu diduga meninggal setelah mengalami serangan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Terima Rapat di Puncak Disebut Faktor Wafatnya Gembong, Pimpinan DPRD DKI: Ada-ada Saja Deh

Tak Terima Rapat di Puncak Disebut Faktor Wafatnya Gembong, Pimpinan DPRD DKI: Ada-ada Saja Deh

News | Senin, 16 Oktober 2023 | 15:41 WIB

Dianggap Jadi Faktor Meninggalnya Gembong Warsono, PDIP Minta Rapat APBD Di Puncak Dievaluasi

Dianggap Jadi Faktor Meninggalnya Gembong Warsono, PDIP Minta Rapat APBD Di Puncak Dievaluasi

Jakarta | Minggu, 15 Oktober 2023 | 14:42 WIB

PDIP Ungkap Penyebab Wafatnya Gembong Warsono: Kelelahan Rapat DPRD Di Puncak

PDIP Ungkap Penyebab Wafatnya Gembong Warsono: Kelelahan Rapat DPRD Di Puncak

Jakarta | Minggu, 15 Oktober 2023 | 13:03 WIB

Politisi PDIP Gembong Warsono Meninggal Dunia Hingga Cawapres Ganjar akan Diumumkan pada Waktunya

Politisi PDIP Gembong Warsono Meninggal Dunia Hingga Cawapres Ganjar akan Diumumkan pada Waktunya

Kotak Suara | Minggu, 15 Oktober 2023 | 04:00 WIB

Terakhir Bertemu Mendiang Gembong Warsono 2 Pekan Lalu, Heru Budi Merasa Kehilangan

Terakhir Bertemu Mendiang Gembong Warsono 2 Pekan Lalu, Heru Budi Merasa Kehilangan

Kotak Suara | Sabtu, 14 Oktober 2023 | 14:19 WIB

Terkini

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:50 WIB

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:01 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar

Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:05 WIB

Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni

Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:51 WIB

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:16 WIB

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:58 WIB