Terima Barisan Santri Muda di Rumah Kertanegara, TKN Prabowo-Gibran Janjikan Dana Abadi Pesantren

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Minggu, 28 Januari 2024 | 08:46 WIB
Terima Barisan Santri Muda di Rumah Kertanegara, TKN Prabowo-Gibran Janjikan Dana Abadi Pesantren
Deklarasi dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Kertanegara, Jakarta, Minggu (14/1/2024). (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menegaskan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen melibatkan kalangan santri dalam memajukan Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Komandan Golf TKN Prabowo-Gibran, Agus Teddy Sumantri saat menerima dukungan dari Barisan Santri Muda di depan kediaman Prabowo Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2024).

Agus mengungkap selama ini banyak pihak yang hanya menjadikan santri sebagai komoditas politik pada masa Pemilu. Namun Prabowo-Gibran dipastikan akan memberikan perhatian lebih dan turut melibatkan santri jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2024.

"Santri itu tidak diingat saat kampanye saja tapi ketika sudah (Pemilu) pun berusaha dilibatkan juga. Caranya dengan dana abadi santri, ada juga program makan susu gratis," kata Agus. 

Menurut Agus dana abadi pesantren merupakan salah satu program unggulan Prabowo-Gibran. Tujuannya mengembangkan potensi santri agar dapat terlibat dalam pembangunan industri ke depan. 

"Program tentang dana abadi pesantren maksudnya apa, supaya para santri tidak dipandang sebelah mata yang hanya cuma ngaji. Itu penting, tapi tidak hanya sekadar ngaji, tapi turut serta pembangunan dunia industri. Makanya Prabowo Gibran menyiapkan program dana abadi buat santri," ujarnya. 

Agus jug menyinggung adanya pasangan capres-cawapres lain yang kerap merasa lebih islami dari Prabowo-Gibran. 

Prabowo-Gibran memang menurut Agus tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai kontestan yang paling islami. Tetapi program-programnya merepresentasikan kepedulian terhadap kalangan santri hingga mendapat dukungan dari berbagai organisasi Islam.

"Tim kita sangat menghormati, membuat program religius dan tidak akan meninggalkan umat Islam. Kami bukan kalah islami tapi kami juga islami, kemarin juga didukung Muhammadiyah dan NU juga," pungkasnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Jokowi: Kami Sudah Rancang Semua Kekayaan Indonesia

Prabowo Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Jokowi: Kami Sudah Rancang Semua Kekayaan Indonesia

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 04:05 WIB

Kaesang Ngaku Sebal Sama Gibran Karena Sering Disuruh-suruh: Saya Buktikan 14 Februari Tak Coblos Mukanya

Kaesang Ngaku Sebal Sama Gibran Karena Sering Disuruh-suruh: Saya Buktikan 14 Februari Tak Coblos Mukanya

News | Minggu, 28 Januari 2024 | 06:50 WIB

Prabowo Sebut Ada Oknum Ingin Rusak Surat Suara 02, Memangnya Siapa?

Prabowo Sebut Ada Oknum Ingin Rusak Surat Suara 02, Memangnya Siapa?

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 06:15 WIB

Terkini

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

×