Soroti Keberpihakan Presiden, UII Dorong Para Menteri hingga Kepala Daerah yang Terlibat Pemilu 2024 Mengundurkan Diri

Galih Priatmojo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 01 Februari 2024 | 15:14 WIB
Soroti Keberpihakan Presiden, UII Dorong Para Menteri hingga Kepala Daerah yang Terlibat Pemilu 2024 Mengundurkan Diri
Penyampaian pernyataan sikap oleh sivitas akademika Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Kamis (1/2/2024) siang.

Suara.com - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid mendorong para calon presiden, calon wakil presiden, para menteri hingga kepala daerah untuk mundur dari jabatannya sekarang. Hal itu guna menghindari konflik kepentingan yang berpotensi meluas dalam Pemilu 2024 kali ini.

Dorongan itu disampaikan langsung oleh Fathul dalam salah satu poin pernyataan sikap sivitas akademika UII. Menurutnya netralitas pihak-pihak itu penting untuk terus dijaga.

"Seruan kami sangat jelas, kami mengimbau semua pejabat negara yang menggunakan yang mempunyai akses kepada sumber daya negara untuk mengundurkan diri," ujar Fathul ditemui di Kampus UII, Kamis (1/2/2024).

"Karena itu akan menjamin netralitas dan menjamin bahwa tidak ada penyalahgunaan sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis golongan tertentu," imbuhnya.

Mundurnya para capres-cawapres hingga menteri aktif yang terlibat dalam Pemilu ini guna menghindari konflik kepentingan yang berpotensi merugikan bangsa dan negara. Selain itu, Fathul turut meminta Presiden RI Jokowi sebagai kepala negara dapat menjaga netralitasnya.

"Presiden kita minta untuk menjadi contoh yang baik untuk semuanya," tegasnya.

Terkait hingga saat ini Presiden Jokowi yang disinyalir justru semakin terlihat menunjukkan keberpihakanannya pada salah satu paslon dalam Pilpres 2024, Fathul menilai masyarakat sudah semakin cerdas. 

"Rakyat semakin cerdas dan saya yakin rakyat akhirnya punya preferensi mana yang harus dipilih untuk menjamin bahwa Indonesia di masa yang akan datang menjadi bangsa yang lebih adil, sejahtera dan bermartabat," tuturnya.

Ia menilai secara etika sudah seharusnya Presiden harus bisa mengayomi seluruh warganya dengan tetap menjaga netralitas. Bukan justru memihak atau bahkan menggunakan kekuasaannya untuk satu paslon tertentu.

baca juga

"Sisi etika sangat jelas bahwa presiden berdiri di seluruh anak Indonesia tidak boleh memihak, harus menjaga netralitas dan yang lebih penting lagi menjadi contoh semua aparatur negara," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Kemunduran Demokrasi, UII Bersuara Lewat Pernyataan Sikap Indonesia Darurat Kenegarawanan

Soroti Kemunduran Demokrasi, UII Bersuara Lewat Pernyataan Sikap Indonesia Darurat Kenegarawanan

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 15:08 WIB

Puji Mahfud Gentlemen usai Mundur dari Kabinet Jokowi, Hasto: Moga Menular ke Prabowo

Puji Mahfud Gentlemen usai Mundur dari Kabinet Jokowi, Hasto: Moga Menular ke Prabowo

Kotak Suara | Kamis, 01 Februari 2024 | 14:10 WIB

Mahfud Mundur dari Menko, PDIP Malah Ragu Tarik Menterinya dari Kabinet, Begini Kata Hasto

Mahfud Mundur dari Menko, PDIP Malah Ragu Tarik Menterinya dari Kabinet, Begini Kata Hasto

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:47 WIB

Terkini

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:19 WIB

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:16 WIB

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 09:11 WIB

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:10 WIB

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

×