Prabowo Pimpin Indonesia, Masa Depan ASEAN Dinilai Lebih Cerah

Liberty Jemadu

Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:53 WIB
Prabowo Pimpin Indonesia, Masa Depan ASEAN Dinilai Lebih Cerah
Sebagai presiden, Prabowo Subianto dinilai akan mengembalikan peran Indonesia sebagai pemimpin ASEAN. [Dok Kemenhan]

Suara.com - Prabowo Subianto diyakini akan kembali membawa Indonesia sebagai pemimpin ASEAN saat menjabat sebagai presiden kelak. Peran utama Indonesia di ASEAN dinilai oleh para pengamat tak terlalu diperhatikan Presiden Joko Widodo selama 10 tahun menjabat.

Meskipun Jokowi disegani di dunia karena keberhasilannya di Tanah Air, tetapi kawasan Asia Tenggara dinilai tak pernah benar-benar masuk dalam prioritasnya. 

Kecuali saat jadi tuan rumah KTT G20 pada 2022 dan KTT ASEAN 2023, Jokowi jarang menghadiri agenda ASEAN dan lebih sering mengutus Menteri Luar Negeri untuk mewakili.

Kini para analis berharap Prabowo, yang berlatar belakang militer dan pergaulan internasional yang luas, akan lebih berperan aktif secara pribadi di bidang diplomasi. Apa lagi selama kampanye Pemilu 2024 Prabowo sering mengatakan kepentingan Indonesia harus diutamakan dan mewanti-wanti soal pengaruh asing.

"Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menyokong kebijakan luar negeri yang lebih seimbang dan yang ingin bermitra dengan banyak negara, termasuk kekuatan-kekuatan Asia. Sebagai calon presiden, ia menekankan memiliki kapasitas pertahanan maritim yang kuat untuk menjaga kepentingan Indonesia," terang Leigh Howard, kepala eksekutif Asialink Business, sebuah lembaga konsultan di Melbourne, Australia kepada The Straits Times.

Selain itu para pengambil kebijakan luar negeri juga gembira melihat kehadiran Gibran Rakabuming Raka di samping Prabowo. Artinya, Indonesia dinilai akan melanjutkan pembangunan di era Jokowi yang dinilai sudah tepat.

Kondisi dalam negeri Indonesia yang stabil dan makmur, dinilai membawa juga menguntungkan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Beberapa pengamat juga melihat ada potensi Indonesia akan lebih condong ke sentralitas ASEAN dan lebih fokus pada masalah-masalah internal Asia Tenggara seperti sengketa wilayah perairan negara-negara ASEAN dengan China dan perang saudara di Myanmar.

"Fakta bahwa Presiden Jokowi sering menghindar dari peran tradisional Indonesia, sebagai salah satu pemimpin ASEAN, telah memperparah kegagalan ASEAN beradaptasi di tengah perubahan global," terang Andreyka Natalegawa dari lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington, AS.

baca juga

Ia menambahkan Prabowo punya peluang untuk membawa Indonesia mengambil kembali peran yang lebih aktif dalam ASEAN, sehingga organisasi itu bisa kembali relevan di tengah dinamika global.

"Tetapi semua itu akan bergantung pada apakah Prabowo punya kesabaran menghadapi proses pengambilan keputusan dan proses institusional di ASEAN yang terkenal lamban," lanjut putra mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa itu.

Jokowi sebenarnya sudah meletakan dasar yang cukup bagus saat Januari lalu melawat ke Manila, tempat ia dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan, setelah berdiskusi soal kondisi Laut China Selatan dan kerja sama di antara negara ASEAN.

Kini para pengamat luar negeri sedang menganalisis komposisi dalam kabinet Prabowo, setelah dilantik pada Oktober mendatang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diakui sangat menonjol saat mewakili Indonesia di luar negeri, termasuk dalam urusan di ASEAN. Salah satu isu yang jadi fokus Retno adalah Myanmar. 

Ia terlibat dalam lebih dari 60 pertemuan terkait krisis Myanmar di paruh pertama 2023 lalu. Tetapi diplomasinya dinilai belum terlalu efektif untuk meyakinkan junta militer Myanmar untuk membuka diri terhadap pemantau luar negeri dan lebih manusiawi.

Selain itu para pengamat juga terus memantau apakah Luhut Binsar Pandjaitan, menteri kunci dalam dan tangan kanan Jokowi, masih akan digunakan jasanya oleh Prabowo.

Kemampuan Luhut dalam menyelesaikan masalah, membangun relasi dengan semua kekuatan besar dunia termasuk Beijing dan Washington dan mendatangkan investasi ke Tanah Air, sangat diperhitungkan oleh dunia.

Luhut sendiri, dalam pembicaraan ke wartawan usai mencoblos di Pemilu 2024 pada pekan ini di Bali, mengakui tidak akan kembali masuk ke kabinet di era Prabowo.

"Kalau saya jadi menteri cukuplah. Istri saya sudah tidak setuju saya menteri lagi. Kalau beri saran-saran iya," katanya usai mencoblos di TPS 14 Desa Cemagi, Badung, Bali pada 14 Februari kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Narsis, Adab Istri Gibran Jadi Sorotan: Cuma Mbak Selvi yang Jarang Selfie

Tak Narsis, Adab Istri Gibran Jadi Sorotan: Cuma Mbak Selvi yang Jarang Selfie

Lifestyle | Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:46 WIB

Menurut Budiman Sudjatmiko, Anies Lebih Cocok Jadi PM Swedia Ketimbang Presiden RI, Alasannya Tak Terduga

Menurut Budiman Sudjatmiko, Anies Lebih Cocok Jadi PM Swedia Ketimbang Presiden RI, Alasannya Tak Terduga

News | Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:28 WIB

Adu Pendidikan Pratikno dan Bahlil Lahadia, Dua Menteri 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo

Adu Pendidikan Pratikno dan Bahlil Lahadia, Dua Menteri 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo

Lifestyle | Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:39 WIB

Selisih Rp700 Jutaan, Harga Jam Tangan Mayor Teddy Kalah Mentereng dari Gibran Rakabuming

Selisih Rp700 Jutaan, Harga Jam Tangan Mayor Teddy Kalah Mentereng dari Gibran Rakabuming

Entertainment | Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:30 WIB

Rela Berseberangan Pilihan dengan Orang Tua di Pilpres, Ternyata Ini Alasan Aurel Hermansyah

Rela Berseberangan Pilihan dengan Orang Tua di Pilpres, Ternyata Ini Alasan Aurel Hermansyah

News | Sabtu, 17 Februari 2024 | 13:48 WIB

Terkini

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu

Review The Good Son: Thriller Psikologis yang Siap Mengacaukan Pikiranmu

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:15 WIB

BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sunscreen Wardah Kuning, Oranye, dan Biru Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Sunscreen Wardah Kuning, Oranye, dan Biru Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Dari Premanisme ke Politik Kekuasaan: Ormas Jalanan di Era Pasca Reformasi

Dari Premanisme ke Politik Kekuasaan: Ormas Jalanan di Era Pasca Reformasi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kejurnas Menembak PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara, PPAL 2 Berjaya di Beregu

Kejurnas Menembak PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara, PPAL 2 Berjaya di Beregu

Sport | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:50 WIB

5 Tanda Donat Overproof, Adonan Terlalu Mengembang hingga Kempes

5 Tanda Donat Overproof, Adonan Terlalu Mengembang hingga Kempes

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kreasi Warga Cengkareng, Bikin Perahu Unta dengan 3.000 Lebih Sampah Botol Plastik

Kreasi Warga Cengkareng, Bikin Perahu Unta dengan 3.000 Lebih Sampah Botol Plastik

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:39 WIB

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Apa Itu Zona 1, 2, 3 dalam Lari? Kenali Perbedaan dan Manfaatnya

Apa Itu Zona 1, 2, 3 dalam Lari? Kenali Perbedaan dan Manfaatnya

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:35 WIB

×