Suara.com - Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) atau tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (3/4) malam mengalami longsor. Tanah longsor itu tepatnya di KM 64-600.
Akibat tanah longsor itu, satu unit mobil yang sedang melintas sampai masuk ke dalam jurang. Menurut penuturan warga kepada SuaraBogor.id, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Ciambar.
"Baru saja terjadi longsornya di Tol Parungkuda, lokasinya di Ciambar," kata salah satu warga, Insan Solihin, Kamis (4/4).
Baca juga:
Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo menjelaskan bahwa mobil yang terjun ke jurang akibat longsor berisi dua orang penumpang. Kondisi korban menurut Tony dalam keadaan selamat dan alami luka-luka.
Selain satu mobil yang masuk ke jurang, longsor juga mengakibatkan satu unik truk terguling saat berusaha menghindar tidak jatuh ke jurang. Menurut Tony Prasetyo, supir truk juga selamat dan sudah dievakuasi.
"Dan kondisi supir juga selamat dan sudah dievakuasi," kata Tony Prasetyo.
![Longsor di Tol Bocimi wilayah Parungkuda, Sukabumi [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/03/98408-longsor-di-tol-bocimi.jpg)
Menurut Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Fiekry Adi Perdana, longsor di KM 64 tol Bocimi itu membuat arus lalu lintas dari arah Jakarta ke Sukabumi dialihkan ke Cigombong dan Gerbang Tol Parungkuda ditutup sementara.
“Untuk sementara waktu tol ditutup yang mengarah dari Jakarta ke Sukabumi, kita arahkan menuju gate tol Cigombong. Dan untuk dari Sukabumi menuju ke Jakarta kami luruskan merekayasa jalur diarahkan menuju gate tol Cigombong,” jelas AKP Fiekry kepada awak media pada Rabu malam.
Baca juga:
Sementara itu, Corporate Secretary PT Waskita Toll Road, Alex Siwu, dalam keterangan tertulis mengurai dugaan penyebab terjadinya longsor di KM 64 Tol Bocimi.
Menurut Alex, dugaan sementara longsor diakibatkan gerusan air hujan deras di sekitar lokasi longsor.
"Diduga longsor terjadi karena gerusan air akibat hujan deras sekitar lokasi. Saat ini Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road sedang melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan penanganan dan melihat kondisi keseluruhan ruas Tol Bocimi," kata Alex.
Tol Bocimi Habiskan Anggaran Rp3,2 T
Peristiwa tanah longsor yang terjadi di KM 64 Tol Bocimi membuat publik di platform media sosial keheranan. Pasalnya tol tersebut belum ada satu tahun diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada 4 Agustus 2023, Jokowi meresmikan tol Bocimi Seksi II Cigombong-Cibadak dengan exit Tol Parungkuda resmi beroperasi.
Tol ini memiliki panjang 11,9 kilometer dan menurut Jokowi, anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan tol ini mencapai Rp3,2 triliun.
“Ruas jalan ini menelan anggaran Rp3,2 triliun,” ungkap Jokowi saat peresmian Tol Bocimi II seperti dikutip.
Jokowi saat itu berharap dengan adanya tol Bocimi seksi II ini bisa memangkas waktu perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi dan sebaliknya.
“Kita harapkan dengan sudah diresmikan Tol Bocimi seksi II ini bisa memangkas waktu yang tadinya 5 sampai 6 jam, menjadi 2,5 jam saja,” harap Jokowi.
Sementara itu, mengutip dari Antara, Dokumen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilihat di Jakarta pada Kamis mengungkap dugaan kesalahan drainase permukaan jalan pada saat perencanaan konstruksi dapat diidentifikasi lewat empat cara.
Yaitu pertama, jika kemiringan melintang perkerasan jalan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan bagi keperluan drainase permukaan jalan. Maka itu dapat diidentifikasi dari rusaknya permukaan perkerasan jalan yang retak-retak.
Akibat adanya retakan tersebut permukaan jalan menjadi amblas akibat pengaruh air yang meresap ke dalam sehingga tanah dasar atau badan jalan tidak kuat mendukung beban lalu-lintas.
Kedua, jika selokan samping tidak lagi berfungsi dengan baik sesuai tujuannya yaitu yang seharusnya untuk menampung dan membuang air yang berasal dari permukaan jalan dan dari daerah pengaliran sekitarnya.
Maka itu dapat diidentifikasi dari adanya kerusakan pada selokan samping, misalnya longsoran dinding selokan yang disebabkan pelaksanaan yang kurang baik atau dasar selokan ditumbuhi rumput dan menyumbat saluran, pemilihan jenis material untuk selokan samping tidak sesuai dengan besarnya kecepatan rencana aliran air yang akan melewatinya sehingga terjadi gerusan pada dinding maupun dasar saluran, dimensi saluran samping terlalu kecil atau tidak sesuai dengan kriteria desain yang telah ditetapkan sehingga air meluap ke permukaan jalan.