Ramai Tapera Tuai Pro dan Kontra, Pekerja Ini Justru Rela Gajinya Kena Pajak 50 Persen

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Jum'at, 31 Mei 2024 | 19:12 WIB
Ramai Tapera Tuai Pro dan Kontra, Pekerja Ini Justru Rela Gajinya Kena Pajak 50 Persen
Ilustrasi Pajak. (Unsplash.com/Mintr)

Suara.com - Publik dalam beberapa hari terakhir sedang dihebohkan dengan rencana pemerintah yang akan menarik iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebagian masyarakat menilai iuran Tapera yang diambilkan dari gaji pekerja sebesar 3 persen hanya membebani.

Namun baru-baru ini viral seorang Warga Negara Indonesia yang sedang bekerja di Eropa, gajinya dipotong 50 persen. Hal itu diungkapkan akun TikTok @ghinaroesman.

Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut mengaku gajinya dipotong pajak 30 persen. Tidak hanya dia, gaji suaminya juga terkena pajak 50 persen dari gaji.

"Nggak enaknya kerja di Eropa itu potongan pajaknya besar sekali. Gajiku dipotong 35 persen gaji lagi gua dipotong 50 persen," ujarnya seperti dilihat pada Jumat (31/5/2024).

Dia mengungkapkan, semakin besar gajinya makin tinggi pula potongan pajaknya. Akan tetapi, wanita tersebut ikhlas dipotong pajak besar.

"Tapi nggak apa-apa, kita ikhlas lahir batin. Gua ikhlas enggak apa-apa. Walaupun nyesek ya habis dapat salary papper terus lihat potongan gaji sekian langsung bles gitu. Tapi nggak apa-apa karena semuanya itu balik lagi ke kita," katanya.

Meskipun potongan pajaknya besar, namun sebanding dengan fasilitas yang didapatkan.

"Jalanan bagus, hari ini rusak dilaporin langsung diperbaiki. Mau ke rumah sakit sakit langsung ke rumah sakit nggak pusing mikirin biaya. Nggak ada beban apa-apa. Publik transportasi ke mana-mana gampang, bagus, aman kotanya, bersih dan indah," katanya.

"Jadi nggak dikorup gitu kan, nggak apa-apa setengah gaji juga ikhlas gue semuanya balik lagi," imbuhnya.

Unggahan tersebut mendapat banyak komentar dari warganet. "ini yg temen gua bilang tentang pajak yg gede di Eropa sana pas lg ambil master, skrg dia ogah balik indo," tulis akun @chch*****.

"yg kerja diluar negeri apa iya bayar bpjs kesehatan sama tapera? ...," ungkap akun @denb*******.

"pajak nya juga dipake bener buat warga negaranya semua kebutuhan gampang, sakit ga ribet, sekolah ga mahal bahakn gratis," tulis akun @seung******.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Sudah Punya Rumah Tetap Harus Iuran Tapera, Buat Apa?

Pekerja Sudah Punya Rumah Tetap Harus Iuran Tapera, Buat Apa?

News | Jum'at, 31 Mei 2024 | 18:48 WIB

Dar Der Dor! Deretan Kelakukan Kontroversial Rezim di Bulan Mei: Selamat Menikmati WNI

Dar Der Dor! Deretan Kelakukan Kontroversial Rezim di Bulan Mei: Selamat Menikmati WNI

Lifestyle | Jum'at, 31 Mei 2024 | 18:58 WIB

Riwayat Pendidikan Ernest Prakasa, Berani Skakmat Sri Mulyani Soal Kuliah Gratis

Riwayat Pendidikan Ernest Prakasa, Berani Skakmat Sri Mulyani Soal Kuliah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 31 Mei 2024 | 18:33 WIB

Terkini

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:50 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB