5 Fakta Pembongkaran PKL Puncak Bogor, Demi Alasan Cegah Kemacetan hingga Iming-iming Relokasi

Rifan Aditya

Jum'at, 28 Juni 2024 | 15:16 WIB
5 Fakta Pembongkaran PKL Puncak Bogor, Demi Alasan Cegah Kemacetan hingga Iming-iming Relokasi
Kemacetan parah terjadi di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (15/5/2022) kemarin [Ist] - ilustrasi 5 Fakta Pembongkaran PKL Puncak Bogor, Demi Alasan Cegah Kemacetan hingga Iming-iming Relokasi

Suara.com - Pembongkaran lapak PKL yang ada di Puncak, Bogor, masih menyisakan banyak tanda tanya untuk masyarakat. Lapak yang sekian lama menghiasi dan mengisi sisi jalan ini secara resmi dibongkar pada Senin, 24 Juni 2024 lalu. Berikut sederet fakta pembongkaran PKL Puncak Bogor, yang dapat dihimpun tim Suara.com.

1. Alasan Pembongkaran

Alasan utama pembongkaran lapak PKL ini adalah untuk penertiban dan relokasi. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Bupati Bogor, Asmawa, bahwa nantinya PKL akan dipindahkan ke Rest Area Gunung Mas. Hal ini diklaim dijalankan sesuai dengan permintaan pedagang sebelumnya.

Selain penertiban dan relokasi, pembongkaran juga ditujukan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi. Di sisi lain, hal ini juga diharapkan dapat mencegah menumpuknya sampah yang dapat memicu banjir dan pencemaran lingkungan.

2. Diganti dengan Rest Area

Relokasi akan dilakukan dalam waktu dekat ke Rest Area Gunung Mas. Awalnya, pembangunan rest area ini memang ditujukan untuk menampung PKL yang ada di sekitaran jalan Puncak, Bogor, sehingga dapat menjadi area terpadu yang ringkas, modern, namun tetap mengakomodir kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Kini setelah pembangunan Rest Area Gunung Mas selesai, pembongkaran lapak kemudian dilakukan. Petugas dan warga juga akan segera melakukan relokasi ke area tersebut. Relokasi ini akan didukung dengan fasilitas yang mumpuni, sehingga pedagang tetap mendapatkan keuntungan saat berdagang di rest area tersebut.

3. Sempat Ricuh

Penertiban dan pembongkaran yang dilakukan juga sempat diwarnai kericuhan. PKL yang berada di lokasi meluapkan kekesalan dengan membakar ban dan sisa material bangunan. Tidak sedikit yang juga melemparkan sampah ke jalan sebagai bentuk kekecewaannya.

Kericuhan ini selain sebagai ungkapan kekecewaan masyarakat juga sebagai cara untuk menghambat arus lalu lintas yang ada di daerah tersebut. Banyak PKL menilai Rest Area Gunung Mas bukan menjadi solusi sebab lokasi tersebut cenderung sepi dan tidak menguntungkan.

4. Jumlah PKL yang Terdampak

Dilansir dari beberapa media online, terdapat sekitar 331 bangunan lapak PKL di Puncak, Bogor, yang mengalami pembongkaran. Tentu jika dilihat dari jumlah lapak yang dibongkar angkanya cukup besar, mengingat area tersebut dikenal padat dengan keberadaan pedagang kaki lima.

5. PKL Menolak Relokasi

Meski sudah dilakukan pembongkaran, tidak sedikit PKL yang menyatakan penolakan relokasi ke Rest Area Gunung Mas. Mereka juga menolak alasan macet yang menjadi dasar pembongkaran, karena pada dasarnya jalanan tersebut sudah mengalami macet sejak dulu.

baca juga

PKL merasa dikorbankan atas rencana yang akan dilakukan. Meski memang terdapat pemberitahuan sebelumnya, nyatanya para pedagang yang telah memiliki pertimbangan dan pengalaman pindah ke rest area tetap teguh pada pendiriannya.

Itu tadi beberapa fakta pembongkaran PKL Puncak, Bogor, yang dapat disampaikan, semoga berguna.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembongkaran Lapak PKL Picu Ketegangan di Puncak, Ada Ancaman Golput di Pilkada Bogor

Pembongkaran Lapak PKL Picu Ketegangan di Puncak, Ada Ancaman Golput di Pilkada Bogor

News | Selasa, 25 Juni 2024 | 14:02 WIB

Tolak Pindah ke Rest Area Gunung Mas, PKL Puncak Bogor Bicara Keberlangsungan Hidup, Pemerintah Bisa Jamin?

Tolak Pindah ke Rest Area Gunung Mas, PKL Puncak Bogor Bicara Keberlangsungan Hidup, Pemerintah Bisa Jamin?

News | Minggu, 23 Juni 2024 | 20:17 WIB

Penertiban PKL Puncak Bogor Dimulai Besok, 250 Petugas Gabungan Siap Turun

Penertiban PKL Puncak Bogor Dimulai Besok, 250 Petugas Gabungan Siap Turun

News | Minggu, 23 Juni 2024 | 15:15 WIB

Rp 190 Juta, Biaya Relokasi PKL di Badan Jalan Bypass Bandara Lombok

Rp 190 Juta, Biaya Relokasi PKL di Badan Jalan Bypass Bandara Lombok

Bisnis | Jum'at, 07 Juni 2024 | 13:44 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×