Apa Itu Skala MMI yang Dipakai untuk Mengukur Gempa Besar di Kepulauan Sangihe

Galih Priatmojo

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:44 WIB
Apa Itu Skala MMI yang Dipakai untuk Mengukur Gempa Besar di Kepulauan Sangihe
Ilustrasi Gempa Bumi - Ciri Gempa Bumi yang Menimbulkan Tsunami (Freepik)

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada siang hari dapat dirasakan banyak orang di dalam hingga di luar rumah. Gerabah pecah, mengakibatkan jendela dan pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

baca juga

Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur.

Getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Sementara itu, gempa yang menimpa di kawasan Kepulauan Sangihe terkini dikabarkan terjadi di kedalaman 632 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

"Info Gempa Mag:7.0, 11-Jul-24 09:13:17 WIB, Lok:6.14 LU,123.28 BT (373 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:632 Km," tulis BMKG.

Kepulauan Sangihe diketahui bukan kali ini saja diguncang gempa.

Kepulauan yang terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao, Filipina tersebut nyaris tiap tahun mengalami gempa.

Gempa 2018

Pada Selasa November 2018, Kepulauan Sangihe diguncang gempa magnitudo 5,3 pada pukul 09.09 WIB.

Berdasar keterangan Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Edward, gempa tersebut berpusat di laut 21 km Barat Daya Kepulauan Sangihe pada kedalaman 10 km.

Gempa 2019

Pada Sabtu 5 Januari 2019, Kepulauan Sangihe diguncang gempa tektonik.

Berdasar analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,7.

Gempa yang terjadi pukul 08.04 WIB tersebut terjadi di laut berjarak 65 km arah Barat Laut kota Melonguane di kedalaman 120 km.

Gempa 2021

Pada Senin 11 Juli 2021, gempa mengguncang Kepulauan Sangihe dengan kekuatan magnitudo 5,4.

Gempa itu terjadi di 340 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pukul 01.45 WIB di kedalaman 10 km.

Gempa 2023

Kawasan Kepulauan Sangihe kembali diguncang gempa pada Kamis Oktober 2023.

Gempa berkeluatan magnitudo 4,9 tersebut terjadi pukul 10.48 WIB.

Berdasar informasi yang dibagikan BMKG, titik lokasi gempa terjadi pada jarak 81 km arah Timur Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara di kedalaman 70 km.

Gempa 2024

Terbaru, Kepulauan Sangihe diguncang gempa berkekuatan besar yakni magnitudo 7,0.

Titik gempa berada di laut 373 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe dengan kedalaman 632 km pada koordinat 6.14 LU-123.28 BT.

Gempa tersebut menjadi yang terbesar sejak lima tahun terakhir yang menimpa kawasan Kepulauan Sangihe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG: Gempa M 7,0 Di Sangihe Sulut Tak Berpotensi Tsunami

BMKG: Gempa M 7,0 Di Sangihe Sulut Tak Berpotensi Tsunami

News | Kamis, 11 Juli 2024 | 10:27 WIB

BREAKING NEWS! Gempa Besar M 7,0 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut

BREAKING NEWS! Gempa Besar M 7,0 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut

News | Kamis, 11 Juli 2024 | 10:21 WIB

Usia Berapa Bayi Jalani Tedak Siten? Ini Penjelasan dan Rangkaian Upacara Lengkapnya

Usia Berapa Bayi Jalani Tedak Siten? Ini Penjelasan dan Rangkaian Upacara Lengkapnya

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 18:08 WIB

Sejarah Tradisi Tedak Siten yang Biasa Dilakukan Masyarakat di Jawa

Sejarah Tradisi Tedak Siten yang Biasa Dilakukan Masyarakat di Jawa

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 17:40 WIB

Aurel-Atta Lestarikan Tradisi Jawa, Ini Makna Dan Tata Cara Tedak Siten Anak

Aurel-Atta Lestarikan Tradisi Jawa, Ini Makna Dan Tata Cara Tedak Siten Anak

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 17:27 WIB

Terkini

Minta Doa Sebelum Dakwaan Dibacakan, Gus Yaqut: Semua yang Baik Akan Kelihatan

Minta Doa Sebelum Dakwaan Dibacakan, Gus Yaqut: Semua yang Baik Akan Kelihatan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga

Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga

Jogja | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Usaha Mencintai Hidup: Belajar Bangkit Ketika Hidup Tak Lagi Seperti Dulu

Usaha Mencintai Hidup: Belajar Bangkit Ketika Hidup Tak Lagi Seperti Dulu

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Izin Tambang Galian C di Luwu Disorot: Warga Tak Dilibatkan, DPRD Turun Tangan

Izin Tambang Galian C di Luwu Disorot: Warga Tak Dilibatkan, DPRD Turun Tangan

Sulsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Intip Harta Kekayaan Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Baru Pilihan Prabowo

Intip Harta Kekayaan Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Baru Pilihan Prabowo

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53 WIB

India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini

India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49 WIB

5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review

5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo

Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:45 WIB

×