UNRWA Sebut Mekanisme Bantuan di Gaza Sebagai Alat Politik dan Penyebab Kelaparan Massal Disengaja

Dythia Novianty

Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:08 WIB
UNRWA Sebut Mekanisme Bantuan di Gaza Sebagai Alat Politik dan Penyebab Kelaparan Massal Disengaja
Ilutrasi suasana Gaza, Palestina. [ANTARA/Anadolu/py]

Suara.com - Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengeluarkan pernyataan keras pada hari Jumat, (25/7/025), mengungkapkan bahwa kelaparan massal yang melanda Jalur Gaza merupakan hasil dari tindakan yang disengaja dan terencana.

UNRWA menuding mekanisme distribusi bantuan yang dikendalikan oleh Israel dan Amerika Serikat, yang dikenal sebagai "Yayasan Kemanusiaan Gaza" (Gaza Humanitarian Foundation/ GHF), digunakan untuk mendukung tujuan militer dan politik, bukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah yang terkepung tersebut.

Dalam pernyataannya, UNRWA menegaskan, “Kelaparan massal yang disengaja dan direncanakan ini menyebabkan kematian tragis lebih banyak anak-anak yang tubuhnya menyusut karena kelaparan.”

Organisasi tersebut menyoroti cacat mendasar dalam sistem distribusi bantuan yang dikendalikan oleh GHF, yang menurut mereka, tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan, melainkan justru memperburuk situasi dengan mengorbankan lebih banyak nyawa.

UNRWA menambahkan bahwa Israel memiliki kendali penuh atas akses kemanusiaan ke Gaza, baik dari luar maupun dalam wilayah tersebut, sejak mekanisme GHF mulai diterapkan pada 27 Mei 2025.

Sistem ini, meskipun didukung oleh Israel dan AS, ditolak oleh PBB dan berbagai lembaga kemanusiaan internasional karena dianggap tidak efektif dan bermuatan politik.

Tentara Israel pada Sabtu (28/6/202), mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina. (ist)
Tentara Israel pada Sabtu (28/6/202), mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina. (ist)

Selama gencatan senjata singkat yang berlangsung awal tahun 2025, UNRWA mencatat bahwa kelaparan yang semakin parah di Gaza berhasil ditekan.

Namun, sejak gencatan senjata itu batal dilaksanakan oleh Israel pada Maret, blokade ketat kembali diperkuat, dan ribuan truk bantuan yang berisi makanan dan obat-obatan kini terhambat di perbatasan Mesir dan Yordania.

“Saat ini, sekitar 6.000 truk bantuan UNRWA masih tertahan di luar Gaza, mengakibatkan krisis kelaparan yang semakin memburuk,” kata pernyataan tersebut, dilansir dari laman Antara, Sabtu (26/7/2025).

baca juga

Israel sendiri telah menutup semua perlintasan ke Gaza sejak 2 Maret 2025, mengabaikan seruan internasional untuk mengaktifkan kembali gencatan senjata dan mengizinkan akses kemanusiaan.

Akibatnya, serangan militer yang intens dan blokade berkepanjangan menyebabkan lebih dari 59.600 warga Palestina meninggal dunia, termasuk ribuan anak-anak, dengan angka kematian akibat kelaparan melonjak drastis.

Dalam konteks hukum internasional, Israel menghadapi tekanan yang semakin besar. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Gaza.

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional terkait operasi militernya di wilayah kantong tersebut.

Krisis kemanusiaan di Gaza terus menjadi perhatian dunia, dengan UNRWA secara berkelanjutan mendesak pembukaan kembali mekanisme distribusi bantuan yang diawasi oleh PBB untuk mengurangi penderitaan penduduk sipil dan menghentikan kelaparan yang disengaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harapan Prabowo Saat Bertemu Anwar Ibrahim: Gencatan Senjata Iran dengan Israel Bisa Langgeng

Harapan Prabowo Saat Bertemu Anwar Ibrahim: Gencatan Senjata Iran dengan Israel Bisa Langgeng

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 20:59 WIB

PM Anwar Ibrahim Kecam Israel: Tindakan Genosida di Gaza Tak Bisa Dimaafkan

PM Anwar Ibrahim Kecam Israel: Tindakan Genosida di Gaza Tak Bisa Dimaafkan

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:53 WIB

Kemensos Tegaskan Bansos Tidak Boleh Jadi Alat Politik!

Kemensos Tegaskan Bansos Tidak Boleh Jadi Alat Politik!

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 10:20 WIB

Israel Serang Tenda Pengungsi di Jalur Gaza, Puluhan Warga Tewas

Israel Serang Tenda Pengungsi di Jalur Gaza, Puluhan Warga Tewas

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 15:23 WIB

Netanyahu Curhat RS Israel Dirudal Iran, Erdogan: Kalian Mengebom 35 RS Gaza Palestina!

Netanyahu Curhat RS Israel Dirudal Iran, Erdogan: Kalian Mengebom 35 RS Gaza Palestina!

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:13 WIB

Presiden Prabowo dan Wong Bersatu Serukan Gencatan Senjata di Gaza dan Perang Iran-Israel

Presiden Prabowo dan Wong Bersatu Serukan Gencatan Senjata di Gaza dan Perang Iran-Israel

News | Senin, 16 Juni 2025 | 19:42 WIB

Terkini

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:32 WIB

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 12:11 WIB

×