Sekolah Membunyikan Lonceng di Spanyol Luluskan 18 Siswa, Jaga Tradisi di Tengah Gempuran Teknologi

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Kamis, 18 Juli 2024 | 09:12 WIB
Sekolah Membunyikan Lonceng di Spanyol Luluskan 18 Siswa, Jaga Tradisi di Tengah Gempuran Teknologi
Lonceng Gereja (Pexels/Arnaud Audoin)

Suara.com - Ada lebih dari 2.000 menara lonceng di Catalonia, dan semuanya perlu dibunyikan setiap setengah jam, meski sebenarnya lebih dari itu.

Untuk menjalin komunitas dengan lebih baik dan menjaga tradisi yang telah lama dipraktikkan tetap hidup, Spanyol menyaksikan lulusan kelas dari sekolah pertama yang membunyikan lonceng.

Ide aneh ini adalah tentang menghidupkan kembali seni yang telah punah yang baru-baru ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia Takbenda UNESCO, yang menampilkan aktivitas manusia seperti membuat kue, menari, dan puisi, yang menceritakan kisah keanekaragaman budaya spesies kita dari waktu ke waktu dan lintas negara.

Ilustrasi gereja. (Shutterstock)
Ilustrasi gereja. (Shutterstock)

Selama 120 tahun terakhir, membunyikan lonceng secara manual secara bertahap telah digantikan oleh sistem otomatis di gereja-gereja Katolik dan Protestan, yang telah melemahkan potensi mereka dan membungkam kekuatan penyampaian pesan mereka.

“Kami memiliki tujuan utopis yaitu adanya tol di setiap menara lonceng. Saya tahu ini adalah tujuan utopis karena ada lebih dari 2.000 menara lonceng di Catalonia,” aku Xavier Pallas, instruktur membunyikan lonceng di Vall d’en Bas School of Bell Ringers, yang baru saja lulus kelas pertama sekolahnya.

Ia mengatakan bahwa meskipun terdapat sarana komunikasi yang lebih efektif dibandingkan dengan membunyikan lonceng, fungsinya adalah sebagai metode komunikasi lokal yang penting yang mengikat dan mempersatukan masyarakat pada saat sedih dan gembira.

Ilustrasi lonceng.  (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi lonceng. (Dok: Elements Envanto)

Yang mungkin mengejutkan adalah, tergantung pada urutan, nada, dan jumlah lonceng, lonceng gereja di Spanyol mengumumkan segalanya mulai dari alarm kebakaran dan peringatan cuaca buruk, hingga kapan para nelayan tiba dengan hasil tangkapan hari itu, dan bahkan berapa banyak.

“Kita perlu menjaga ritual ini dalam kedua kasus tersebut,” kata Pallas.

18 siswa telah lulus, dan 60 siswa lainnya berada dalam daftar tunggu. Semuanya, seperti Pallas, setuju bahwa bel dan membunyikan bel memiliki potensi untuk memperkuat masyarakat di era perubahan teknologi, ekonomi, dan politik yang memusingkan ini.

Baca Juga: Ternyata Cuma Segini Uang Saku Fuji saat Sekolah Dulu: Aku Harus Muter Otak Buat Jajan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI