Walhi Sebut Proyek PLTU Jawa Barat Ancam Kehidupan Nelayan, Kerang dan Ikan Menghilang!

Dwi Bowo Raharjo | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 29 Juli 2024 | 14:18 WIB
Walhi Sebut Proyek PLTU Jawa Barat Ancam Kehidupan Nelayan, Kerang dan Ikan Menghilang!
Ilustrasi pencemaran lingkungan. [Istimewa]

Suara.com - Proyek batu bara PLTU I Jawa Barat membawa penderitaan bagi nelayan sekitar. Pasalnya, pantai dan laut jadi tercemar limbah batu bara, sehingga mempengaruhi ekosistem ikan dan kerang.

Walhi Jawa Barat mengungkap kalau limbah tersebut banyak mencemari laut salah satunya akibat kapal tongkang batu bara tidak pernah ditutup. Kapal togkang merupakan transportasi yang dirancang khusus untuk mengangkut batu bara dari satu tempat ke tempat lain.

"Kami memotret bahwa tongkang batu bara itu tidak pernah ditutup dan sering sekali cerita-cerita masyarakat atau nelayan, batubaranya tercecer dan juga jangkar-jangkarnya. Jadi menyebabkan ekosistem laut rusak dan mengganggu jaring-jaring alat tangkap yang dipasang oleh nelayan," ungkap Walhi Jawa Barat, Wahyuddin dalam diskusi publik, Senin (29/7/2024).

Temuan Walhi juga memotret kebiasaan pekerja PLTU yang sembarangan membuang air panas pembangkitkan boiler ke laut. Sehingga menyebabkan banyak ikan dan ekosistem lainnya di laut jadi mati.

Kondisi itu yang menyulitkan nelayan dalam mencari ikan. Lokasi melaut yang dijangkau jadi semakin jauh untuk menghindari area yang telah tercemar limbah batu bara tersebut. Sehingga, ongkos melaut pun jadi semakin mahal.

"Biaya melaut semakin tinggi, tapi hasil tangkapnya tidak maksimal malah juga cenderung tidak menutupi biaya melaut, modal biayanya tidak balik. Malah nelayan pulang tidak dapat apa-apa karena ikan semakin sulit didapat," ungkap Wahyuddin.

Nelayan pinggiran yang biasa mencari ikan dan kerang di pantai juga sama ruginya. Wahyuddin mengatakan bahwa di pantai di dekat area PLTU juga tercemar, sehingga menyebabkan tak ada lagi ikan maupun kerang.

"Nelayan biasanya jalan kaki di pinggiran-pinggiran atau di pesisir pantai sudah mendapatkan kerang dan lain sebagainya. Sekarang itu sudah tidak ada lagi," kata dia.

Demi mencari nafkah, para nelayan itu mencari kerang dan ikan ke wilayah lain yang tidak tercemar limbah PLTU. Risikonya, lokasi tersebut lebih jauh dari tempat tinggal mereka dan memakan ongkos lebih banyak padahal penghasilannya belum tentu mencukupi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpapar Polusi PLTU Jabar, Anak-anak hingga Lansia di Indramayu Terjangkit ISPA, Asma hingga Kanker Paru-paru

Terpapar Polusi PLTU Jabar, Anak-anak hingga Lansia di Indramayu Terjangkit ISPA, Asma hingga Kanker Paru-paru

News | Senin, 29 Juli 2024 | 13:49 WIB

PLN IP Manfaatkan Tankos sebagai Biomassa di PLTU Sintang Untuk Energi Bersih Kalbar

PLN IP Manfaatkan Tankos sebagai Biomassa di PLTU Sintang Untuk Energi Bersih Kalbar

Bisnis | Senin, 29 Juli 2024 | 13:04 WIB

Akselerasi Transisi Energi, PLN Indonesia Power Dirikan Tempat Produksi Biomassa di Kota Medan

Akselerasi Transisi Energi, PLN Indonesia Power Dirikan Tempat Produksi Biomassa di Kota Medan

Bisnis | Minggu, 28 Juli 2024 | 08:21 WIB

Profil Endre Saifoel, Mantan Anggota DPR RI Asal Sumbar Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Tambang Batu Bara di Sumsel

Profil Endre Saifoel, Mantan Anggota DPR RI Asal Sumbar Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Tambang Batu Bara di Sumsel

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 19:07 WIB

Kementerian ESDM Temukan Daerah Kaya SDA Justru Warganya Masih Miskin

Kementerian ESDM Temukan Daerah Kaya SDA Justru Warganya Masih Miskin

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 14:58 WIB

Terkini

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:57 WIB

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:41 WIB

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:34 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:22 WIB

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:05 WIB