Bagi-bagi Susu UHT Lewat Program Makan Bergizi, Guru Besar IPB Ingatkan Pemerintah Tentukan Batas Kadar Gulanya

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Kamis, 01 Agustus 2024 | 14:18 WIB
Bagi-bagi Susu UHT Lewat Program Makan Bergizi, Guru Besar IPB Ingatkan Pemerintah Tentukan Batas Kadar Gulanya
Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka saat meninjau uji coba makan bergizi gratis di SD Tugu Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Pemberian susu UHT untuk anak-anak melalui program makan bergizi jadi perhatian penting, terutama mengenai kadar gula pada minuman kemasan tersebut.

Ahli Pangan dan Gizi Masyarakat Instut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali Khomsan menilai pemberian susu bisa jadi lebih mudah dijalankan bila pemerintah dapat memastikan ada industri dalam negeri yang memproduksi susu tetra pak khusus untuk program tersebut.

"Sekarang ini kan pemerintah masih menggunakan susu yang sudah ada di pasaran, itu yang dipakai. Susu di pasaran itu memang kadar gulanya beragam, ada yang orang levelnya tinggi, ada yang sedang, ada yang rendah," kata Ali kepada Suara.com saat dihubungi Kamis (1/8/2024).

Ali menambahkan, keuntungan lain dengan memproduksi susu tetra pak sendiri juga pemerintah bisa tentukan batasan gula pada setiap kemasannya.

"Kalau program ini nanti sudah menjadi program pemerintah dan ada industri-industri yang menghasilkan susu tetra pak, pemerintah bisa menetapkan batasan sendiri bahwa untuk susu sekolah ini, saya menginginkan gula sekian persen atau sekian gram yang masuk di dalam setiap tetrapak yang akan dibagikan," tuturnya.

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan bahwa batas maksimal konsumsi gula per orang per hari sebesar 50 gram sehari. Akan tetapi, jumlah tersebut bisa jadi lebih rendah untuk anak-anak.

Merujuk rekomendasi dari European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Committee on Nutrition, anak usia 10-13 tahun maksimal konsumsi gula sebanyak 24-27 gram. Usia 13-15 tahun maksimal 27-32 gram dan remaja 15-19 tahun maksimal 28-37 gram.

Ali menegaskan bahwa mengontrol batasan konsumsi gula itu sangat penting agar anak-anak tidak berisiko terkena diabetes.

"Nanti kalau ini sudah menjadi program nasional, pemerintah bisa menetapkan acuan sendiri mau sekian gram untuk susu anak sekolah, tidak boleh lebih. Rambu-rambu itu tetapkan sendiri oleh pemerintah berserta jajarannya, terutama kemenkes," ujar Ali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Makan Siang Bergizi Cuma Rp 15 Ribu Per Anak, Ahli Gizi Sarankan Tak Perlu Ada Susu

Anggaran Makan Siang Bergizi Cuma Rp 15 Ribu Per Anak, Ahli Gizi Sarankan Tak Perlu Ada Susu

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 13:36 WIB

Makan Bergizi Gratis Plus Susu? Airlangga: Belum Deal!

Makan Bergizi Gratis Plus Susu? Airlangga: Belum Deal!

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 04:25 WIB

Dear Mas Gibran, Ini Rekomendasi Menu Makan Bergizi Gratis Nggak Pakai Susu

Dear Mas Gibran, Ini Rekomendasi Menu Makan Bergizi Gratis Nggak Pakai Susu

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 09:12 WIB

Terkini

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Video | Rabu, 04 November 2026 | 20:00 WIB

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:57 WIB

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:55 WIB

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

×