Merokok dan Terpapar Polusi Udara Bisa Sebabkan Radang Paru Hingga Mudah Pikun

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 06 Agustus 2024 | 01:00 WIB
Merokok dan Terpapar Polusi Udara Bisa Sebabkan Radang Paru Hingga Mudah Pikun
Ilustrasi rokok. (Pixabay/@realworkhard)

Suara.com - Kebiasaan merokok ditambah terpapar polusi udara berpotensi lebih besar sebabkan seseorang terkena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit itu terjadi akibat peradangan paru kronis yang menyebabkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru.

Dokter ahli radiologi subspesialis radiologi toraks Dr dr Yopi Simargi, SpRad, Subsp TR(K), menjelaskan bahwa PPOK membuat seseorang alami sesak napas yang kian memburuk, serta rentan infeksi, sehingga menyebabkan serangan akut.

"Tanpa disadari, penyakit ini mampu menurunkan kualitas hidup pasien," kata dokter Yopi dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Senin (5/8/2024).

PPOK juga bisa menyebabkan komplikasi yang timbul di luar paru, salah satunya hendaya kognitif (HK) atau kondisi di antara normal dan demensia. Dokter Yopi menegaskan bahwa pasien PPOK yang sudah dalam kondisi HK berpotensi besar menjadi demensia.

"PPOK dan demensia berbagi faktor risiko utama, yaitu polusi udara termasuk merokok yang dianggap sebagai polusi udara berat. Sebuah studi pada 534 pasien PPOK dengan HK, sebanyak 28,7 persen telah berkembang menjadi demensia," ungkap pengajar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tersebut.

Hal tersebut kemudian berhubungan langsung dengan semakin menurunnya kemampuan kognitif pasien. Salah satunya ditandai dengan semakin hilangnya kepatuhan pasien PPOK dengan HK untuk melakukan pengobatan rutin.

Ketidakpatuhan itu dilakukan karena kemampuan kognitif pasien sudah menurun, sehingga jadi sering lupa untuk lakukan pengobatan.

Dr dr Yopi Simargi, SpRad, Subsp TR(K). [Suara.com/Lilis]
Dr dr Yopi Simargi, SpRad, Subsp TR(K). [Suara.com/Lilis]

Ada pun faktor pemicu terbentuknya HK pada pasien PPOK, ada beberapa mekanisme yang bisa dilihat, seperti inflamasi sistemik, hipoksia kronik, stres oksidatif, gangguan vaskular, gaya hidup sedenter, serta memiliki komorbid gangguan kognitif.

Hipoksia kronik dianggap sebagai faktor paling besar yang menyebabkan pasien PPOK mengalami HK. Akan tetapi, berdasarkan studi doktoralnya, dokter Yopi mengusulkan teori patomekanisme terjadinya HK pada pasien PPOK yang menunjukkan bahwa tenaga kesehatan perlu lebih memperhatikan peradangan sistemik.

baca juga

"Teori patomekanisme ini didapat dengan melihat luas kerusakan paru, yang mana bisa dideteksi dengan CT Scan Toraks kuantitatif (CTK). Semoga ke depan, CTK dapat masuk dalam guideline sebagai pemeriksaan rutin bagi pasien PPOK," katanya.

Secara global, data WHO 2019 mencatat PPOK sebagai penyebab ketiga kematian (3,23 juta), dan diperkirakan kematian PPOK akan mencapai 5,4 juta pada 2060.

Menurut dokter Yopi, PPOK sebenarnya sangat umum terjadi. Namun penyakit tersebut dikatakan kurang terdeteksi dengan baik, terlihat dari data PPOK nasional yang masih tergolong minim.

Data dari Riskesdas menunjukkan prevalensi PPOK di Indonesia berdasarkan wawancara pada masyarakat usia ≥ 30 tahun 3,7 persen, tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Timur (10%) dan terendah di provinsi Lampung (1,4%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapok Vape! Permesta Dhyaz Kena Radang Paru-paru, Ini 6 Bahaya Rokok Elektrik

Kapok Vape! Permesta Dhyaz Kena Radang Paru-paru, Ini 6 Bahaya Rokok Elektrik

Health | Kamis, 07 Maret 2024 | 10:04 WIB

Waspada Sakit Radang Paru Bisa Sebabkan Penyakit Diabetes, Ini Alasannya

Waspada Sakit Radang Paru Bisa Sebabkan Penyakit Diabetes, Ini Alasannya

Health | Rabu, 29 November 2023 | 15:05 WIB

Cegah Radang Paru, Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Anak Indonesia Dapat Imunisasi PCV

Cegah Radang Paru, Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Anak Indonesia Dapat Imunisasi PCV

Health | Kamis, 15 September 2022 | 22:02 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×