1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?

Vania Rossa | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 20:38 WIB
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Suara.com)
  • Kemensos dan Kemenkop meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih untuk membuka 1,4 juta lapangan kerja bagi penerima PKH.
  • Program ini menyediakan berbagai posisi operasional di desa untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta memberikan sisa hasil usaha.
  • Pemerintah masih merumuskan detail regulasi dan skema penggajian bagi para pekerja yang diprioritaskan bagi penduduk usia produktif.

Suara.com - Pemerintah membuka peluang kerja besar melalui program Koperasi Desa Merah Putih dengan proyeksi penyerapan hingga 1,4 juta tenaga kerja. Program ini ditujukan khusus bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan agar bisa mandiri secara ekonomi dan keluar dari ketergantungan bantuan sosial.

Peluang tersebut muncul setelah Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama untuk memperkuat program pemberdayaan berbasis koperasi di tingkat desa. Melalui skema ini, penerima bansos tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga kesempatan bekerja dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, ke depan para penerima manfaat yang bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih juga berpeluang memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang dapat menambah pendapatan mereka.

“Harapannya nanti setelah jadi anggota Koperasi, mereka bisa mendapatkan sisa hasil usaha yang akan menambah pendapatan, sehingga mereka nanti diharapkan bisa keluar dari kelompok di Desil 1 dan Desil 2,” ujar Ferry.

Siapa yang Bisa Daftar dan Kerja Apa Saja?

Meski terbuka luas, tidak semua penerima bansos bisa langsung mengisi posisi tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa prioritas akan diberikan kepada mereka yang berada dalam usia produktif dan berdomisili di wilayah yang sama dengan koperasi.

Adapun jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari posisi operasional seperti driver, satpam, hingga penjaga gudang.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, merinci proyeksi kebutuhan tenaga kerja dalam program ini, yaitu 240 ribu pengelola koperasi, 400 ribu pengurus, 240 ribu pengawas, serta 560 ribu tenaga unit usaha seperti toko, apotek, cold storage, dan logistik.

Secara total, lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru ditargetkan terbuka, terutama bagi masyarakat desa dan pemuda. Proses rekrutmen nantinya akan dilakukan oleh pemangku kepentingan di daerah agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal masing-masing wilayah.

Infografis Koperasi Desa Merah Putih. (Suara.com/Syahda)
Infografis Koperasi Desa Merah Putih. (Suara.com/Syahda)

Berapa Gajinya?

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan besaran gaji yang akan diterima para pekerja di Koperasi Desa Merah Putih. Kemensos dan Kemenkop masih menyusun skema lengkap, termasuk kriteria penerima manfaat yang bisa direkrut serta aspek regulasi yang akan menjadi payung hukum program ini.

Selain itu, mekanisme iuran sebagai anggota koperasi juga tengah dikaji. Meski demikian, pemerintah memastikan iuran wajib tidak akan memberatkan.

“Setiap akhir tahun nanti akan mendapatkan bagian sisa hasil usaha, jadi anggap saja ini adalah bentuk tabungan dari para penerima manfaat,” jelas Mensos.

Realistis atau Tidak?

Di balik ambisi besar tersebut, sejumlah pihak mempertanyakan realistis tidaknya target penyerapan 1,4 juta tenaga kerja. Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menilai angka tersebut masih perlu dikaji lebih dalam.

Dengan target sekitar 80.000 koperasi, setiap koperasi rata-rata harus menyerap sekitar 17 pekerja. Hal ini dinilai belum sepenuhnya jelas dari sisi kebutuhan riil di lapangan.

“1,4 juta dibagi 80.000 kan 17 orang. Saya masih meragukan itu dipekerjakan di mana?” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi status pekerjaan yang cenderung informal, terutama jika pengelolaan koperasi sepenuhnya diserahkan ke desa.

“Kalaupun ada pekerjaan, kemungkinan besar informal. Berbeda dengan model bisnis ritel modern yang sudah profesional dan memiliki hubungan kerja formal,” kata Timboel.

Menurutnya, agar program ini berkelanjutan, Koperasi Desa Merah Putih perlu dikelola secara profesional dan mampu bersaing dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

“Kalau tidak dikelola profesional, akan sulit bersaing. Harusnya koperasi ini bisa jadi kompetitor ritel modern sampai ke desa,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena 'Ah Tapi' dalam Dilema Pilih-Pilih Loker: Realistis atau Gengsi?

Fenomena 'Ah Tapi' dalam Dilema Pilih-Pilih Loker: Realistis atau Gengsi?

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 15:13 WIB

Kapan Batas Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih? Catat Tanggalnya!

Kapan Batas Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih? Catat Tanggalnya!

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 11:08 WIB

PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?

PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi

Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:27 WIB

DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas

DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:23 WIB

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:17 WIB

Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel

Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:05 WIB

Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta

Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:02 WIB

Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul

Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul

News | Rabu, 22 April 2026 | 19:58 WIB

Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?

Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?

News | Rabu, 22 April 2026 | 19:44 WIB

Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman

Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman

News | Rabu, 22 April 2026 | 19:38 WIB

Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah

Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah

News | Rabu, 22 April 2026 | 19:05 WIB

6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?

6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?

News | Rabu, 22 April 2026 | 19:05 WIB