Beda Penanganan Cedera ACL Pada Atlet era 90-an dan Sekarang, Dokter: Zaman Dulu Lebih Liar

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 16 Agustus 2024 | 17:09 WIB
Beda Penanganan Cedera ACL Pada Atlet era 90-an dan Sekarang, Dokter: Zaman Dulu Lebih Liar
ilustrasi cedera pada bagian lutut. (ist)

Suara.com - Cedera anterior cruciate ligament (ACL) sering kali jadi momok bagi kebanyakan atlet. Sebab, cedera pada area lutut itu memerlukan waktu pemulihan minimal satu tahun, sehingga tentu memengaruhi karir setiap atlet.

Dokter spesialis bedah ortopedi dr. William Chandra, Sp.OT(K)., menjelaskan bahwa cedera ACL merupakan kerusakan pada area ligamen yang ada di lutut area depan.

Ligamen berfungsi sebagai penghubung antar tulang. Sehingga, seseorang yang alami cedera ACL berisiko tulang lututnya bergeser akibat ligamennya robek.

"Ligamen tidak bisa tumbuh lagi, kalau sudah robek artinya sudah rusak," jelas dokter William dalam acara temu media Rumah Sakit Pondok Indah, Kamis (15/8/2024).

Seiring teknologi medis di dalam negeri juga kian berkembang, atlet yang alami cedera ACL sekarang bisa langsung jalani operasi. Kondisi berbeda ketika era 1990-an.

Dokter William mengungkapkan kalau pada masa itu, kebanyakan atlet tanah air yang alami cedera ACL harus jalani operasi di luar negeri.

"Dulu pemain kita banyak cedera ACL tpi berobat ke luar negeri. Dulu yang heboh ada atlet bulutangkis Sarwendah," ujarnya.

Selain itu, pemulihannya yang relatif lama membuat kebanyakan atlet bahkan baru jalani operasi ketika sudah pensiun.

"Rata-rata atlet operasi ACL setelah pensiun karena gak mau nunggu recovery. Sekarang zaman lebih maju, jadi operasi dulu. Dulu zamannya memang lebih liar, jadi banyak atlet senior dipaksakan main dalam kondisi cedera," kata dokter William.

baca juga

Membiarkan cedera ACL dan tetap melakukan aktivitas sebagai atlet sebenarnya berbahaya bagi tubuh. Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, robekan ligamen dapat makin luas, hingga akhirnya antar tulang di lutut tak lagi memiliki penyangga.

"Kalau salah satu ligamen robek tapi dipaksa main jadi lutut gak stabil, lompat, lari akan goyang. Akibatnya pergesekan antar tulang gak normal. Akibatnya lagi terjadi pengapuran atau penuaan dini dari lutut. Jadi atlet senior kebanyakan alami pengapuran lutut lebih cepat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Prestasi Cut Intan Nabila saat Masih Jadi Atlet Anggar, Pilih Mundur usai Nikah dan Punya Anak

Ini Prestasi Cut Intan Nabila saat Masih Jadi Atlet Anggar, Pilih Mundur usai Nikah dan Punya Anak

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:14 WIB

Jokowi Berikan Bonus ke Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024

Jokowi Berikan Bonus ke Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:53 WIB

Atlet Lari Prancis Muhammad Abdallah Kounta Diskors karena Unggahan di X soal Israel

Atlet Lari Prancis Muhammad Abdallah Kounta Diskors karena Unggahan di X soal Israel

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 04:30 WIB

Bonus dari Pemerintah untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade 2024, Capai Rp6 M

Bonus dari Pemerintah untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade 2024, Capai Rp6 M

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2024 | 20:33 WIB

Terkini

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

×