Berkaca Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Siswi SMP Palembang, DPR Desak Pemerintah Persulit Pelajar Akses Pornografi!

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 06 September 2024 | 14:17 WIB
Berkaca Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Siswi SMP Palembang, DPR Desak Pemerintah Persulit Pelajar Akses Pornografi!
Ilustrasi porno. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, mendesak pemerintah melakukan langkah yang jelas ke depan untuk mengatasi maraknya tindak kekerasan seksual pada anak-anak di bawah umur. Pasalnya, kata dia, tindak kekerasan seksual hingga bullying atau perundungan sudah jadi seperti endemik baru.

Hal itu menyusul kasus pembunuhan dan rudapaksa seorang siswi di Palembang yang beberapa pelakunya masih di bawah umur.

"Peristiwa terkahir di Palembang, peristiwa yang terakhir di Bogor itu, saya kira ini harus menjadi concern pemerintah serius kedepan. Jadi tindak bullying dan kekerasan ini betul-betul sudah menjadi semacam perilaku endemik baru dari peserta didik kita," kata Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/9/2024).

Menurutnya, pemerintah sebenarnya punya banyak cara untuk dilakukan dalam rangka mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya batasi akses anak-anak di bawah umur untuk mengakses situs pornografi.

"Salah satu yang paling konkrit dan dilakukan pemerintah saya sudah berkali-kali sampaikan adalah memproteksi peserta didik kita dengan cara peserta didik kita tidak boleh lagi begitu mudah bisa mengakses situs-situs pornografi dan situsi-situs kekerasan. Ini PR kita," ujarnya.

Ia mengatakan, hal tersebut sangat mungkin dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya ponografi jadi akar masalah anak di bawah umur melakukan tindak kekerasan seksual.

"Karena yang kita dapati, peristiwa tindak kekerasan di Palembang anak-anak yang masih umur 13, 12, dan 16 tahun itu, empat anak itu di HP-nya cukup tertera jelas mereka begitu mudah bisa mengakses aksi pornografi di HP-nya masing-masing. Itulah yang lalu kemudian menajadi perilaku menyimpang sampai akhirnya melakukan tindak kekerasan terhadap peserta didik kita ini yang akhirnya sampai meninggal dunia," katanya.

"Jadi menurut saya opsi yang paling cepat supaya mitigasinya juga jelas dan dampaknya akan terasa langsung adalah memastikan pemerintah membatasi akses peserta didik kita terhadap situs-situs porno aksi dan pornografi," sambungnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan siswi SMP di tempat pemakaman umum (TPU) Tionghoa, Palembang, yang terjadi pada Minggu (31/8/2024) terungkap.

baca juga

Aparat Polrestabes Palembang menangkap empat tersangka yaitu IS (16), merupakan pelaku utama, MZ (13), MS (12), dan AS (12), pada Selasa (3/9/2024).

Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihartono mengatakan, kasus itu terungkap begitu cepat hanya dalam kurun waktu dua hari.

Berdasarkan hasil penyelidikan psikologi Biro SDM Kepolisian Daerah Sumsel, jelas Harryo, empat tersangka melakukan tindak pembunuhan dipicu keinginan nafsu birahinya karena sering menonton film porno yang tersimpan di ponsel pelaku.

Para pelaku menyekap korban hingga tewas dan kemudian melakukan rudapaksa terhadap korban secara bergiliran, dengan tersangka IS sebagai pelaku utama.

Setelah korban meninggal, para pelaku yang masih di bawah umur itu membawa korban ke lokasi kedua yang berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki dari lokasi awal untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan hasil visum, polisi menemukan adanya tanda tindakan pidana berupa luka di bagian leher hingga patah tulang lidah. Selain itu, pakaian kaos bola yang dipakai korban sudah dalam keadaan melorot.

Kapolrestabes mengatakan saat ini tersangka utama sudah ditahan, sementara tiga tersangka lainnya atas permintaan keluarganya dilakukan pembinaan rehabilitasi di Dinas Sosial sampai nanti penyerahan tahap dua kepada jaksa penuntut umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutupi Jejak Pembunuhan, Siasat Licik Dalang Pemerkosa Siswi SMP di Palembang: IS Ikutan Ngaji Yasinan di Rumah Korban

Tutupi Jejak Pembunuhan, Siasat Licik Dalang Pemerkosa Siswi SMP di Palembang: IS Ikutan Ngaji Yasinan di Rumah Korban

News | Kamis, 05 September 2024 | 21:04 WIB

Dibuang ke Kuburan Cina, Detik-detik Aksi Biadab 4 ABG di Palembang Gilir Jasad Siswi SMP

Dibuang ke Kuburan Cina, Detik-detik Aksi Biadab 4 ABG di Palembang Gilir Jasad Siswi SMP

News | Kamis, 05 September 2024 | 17:35 WIB

Muktamar PKB di Bali, Akan Pilih Cak Imin Jadi Ketum Lagi dan Maruf Amin Jadi Ketua Dewan Syura?

Muktamar PKB di Bali, Akan Pilih Cak Imin Jadi Ketum Lagi dan Maruf Amin Jadi Ketua Dewan Syura?

News | Sabtu, 24 Agustus 2024 | 19:08 WIB

Tepis Ada Upaya Penjegalan Anies di Pilkada Jakarta, Begini Penjelasan PKB

Tepis Ada Upaya Penjegalan Anies di Pilkada Jakarta, Begini Penjelasan PKB

News | Selasa, 13 Agustus 2024 | 07:15 WIB

Modus Sebar Hoaks Ortu Kecelakaan, Perampok yang Culik Siswi SMP di Jakbar Ditangkap saat Molor di Kontrakan

Modus Sebar Hoaks Ortu Kecelakaan, Perampok yang Culik Siswi SMP di Jakbar Ditangkap saat Molor di Kontrakan

News | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 13:40 WIB

Terkini

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42 WIB

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:35 WIB

×