Apa Itu Susu Ikan?, Protein yang Dianggap Lebih Baik dibanding Susu Sapi untuk Program Makan Gratis

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Selasa, 10 September 2024 | 13:56 WIB
Apa Itu Susu Ikan?, Protein yang Dianggap Lebih Baik dibanding Susu Sapi untuk Program Makan Gratis
Ilustrasi susu untuk dikonsumsi anak-anak. (Freepik)

Suara.com - Publik baru-baru ini ramai menyoroti susu ikan di media sosial. Bukan tanpa alasan, kandungan dari olahan susu ikan ini diklaim lebih baik dibanding susu sapi.

Hal ini berkaitan juga dengan program Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk makan siang gratis. Di mana minuman susu ini masuk dalam anggaran program untuk diberikan kepada anak-anak.

Lantas apa sebenarnya susu ikan ini?. Padahal ikan sendiri bukan mamalia yang menyusui bayinya. Namun baru-baru ini dianggap menjadi alternatif pengganti susu sapi yang belum bisa melengkapi kebutuhan susu di Indonesia.

Susu ikan adalah produk olahan yang terbuat dari ekstrak ikan, bukan dari pemerahan kelenjar susu seperti pada sapi.

Minuman ini semakin populer karena kandungan nutrisinya yang unik, terutama asam lemak omega-3.

Mengutip dari jurnal Replacement of Skimmed Milk with Hydrolyzed Fish Protein and Nixtamal in Milk Substitutes fod Daily Calves yang ditulis Diaz Cartaneda yang dilansir CNBC, disebutkan bahwa kandungan protein dari susu ikan sendiri cukup tinggi dan bebas alergen.

"Mudah dicerna oleh tubuh dan memiliki tingkat penyerapan protein yang lebih tinggi 96 persen dibanding susu sapi," tulisnya dikutip, Selasa (10/9/2024).

Seperti yang diketahui banyak orang, ikan kaya akan omega 3. Artinya olahan susu ikan pun memiliki kandungan omega 3 yang tinggi. Tak hanya itu terdapat juga kandungan EPA dan DHA yang penting untuk perkembangan otak dan kesehatan kardiovaskular.

Di sisi lain alternatif susu ikan ini disebut-sebut lebih banyak kandungan gizinya dibanding susu sapi. Satu gelas susu ikan setara dengan dua gelas susu sapi

Berbicara kebutuhan susu di Indonesia sejauh ini memang belum terpenuhi. Data dari Kementerian Pertanian kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton per tahun.

Tapi realisasinya produksi susu lokal untuk kebutuhan nasional baru mencapai 22,7 persen. Sementara sisanya masih bergantung dengan impor.

Maka dari itu, alternatif susu ikan ini dianggap terobosan untuk pemenuhan kebutuhan susu di Indonesia, mengingat laut Indonesia memiliki ikan yang cukup melimpah.

Sorotan lain pun muncul di tengah publik bagaimana pemerintah Indonesia merealisasikan susu ikan ke depan. Hal itu berkaitan juga dengan kesiapan teknologi di Indonesia yang akan mengawali produksi tersebut salah satunya di wilayah Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Kaesang, Gibran Juga 'Hilang' dari Media Sosial: Terakhir Bagi-bagi Susu

Selain Kaesang, Gibran Juga 'Hilang' dari Media Sosial: Terakhir Bagi-bagi Susu

Lifestyle | Senin, 09 September 2024 | 16:04 WIB

Susu Sapi Tak Cukup, Pemerintah Mau Pakai 'Susu Ikan' untuk Dukung Janji Prabowo

Susu Sapi Tak Cukup, Pemerintah Mau Pakai 'Susu Ikan' untuk Dukung Janji Prabowo

Bisnis | Senin, 09 September 2024 | 11:58 WIB

Salah Kaprah Seputar Maltodekstrin dalam Susu Formula, Benarkah Picu Gagal Ginjal pada Anak?

Salah Kaprah Seputar Maltodekstrin dalam Susu Formula, Benarkah Picu Gagal Ginjal pada Anak?

Health | Sabtu, 07 September 2024 | 07:49 WIB

Terkini

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:27 WIB

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:18 WIB

Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan

Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:15 WIB

Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar

Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:10 WIB

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?

Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:58 WIB

DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka

DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:51 WIB