Analisa Pengamat Soal SBY Sebut Negara Kacau Jika Ada Matahari Kembar: Itu Ditujukan ke Prabowo dan Jokowi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 12 September 2024 | 14:28 WIB
Analisa Pengamat Soal SBY Sebut Negara Kacau Jika Ada Matahari Kembar: Itu Ditujukan ke Prabowo dan Jokowi
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan arahan pada acara peringatan HUT Ke-23 Partai Demokrat mengingatkan negara akan mengalami kekacauan jika ada banyak "matahari" yang memimpin.

Menanggapi hal itu, analis komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga menilai, jika pernyataan SBY itu nampaknya ditujukan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi. Pasalnya dua tokoh itu akan berebut pengaruh ke depan.

"Pernyataan SBY terkait banyak matahari tampaknya diarahkan pada pemimpin negeri saat ini. Bisa jadi, secara spesifik hal itu ditujukan pada presiden terpilih dan presiden yang akan lengser. Dua sosok ini tampaknya akan berebut pengaruh," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Kamis (12/9/2024).

Dia bilang, kekinian Jokowi di satu sisi terkesan ingin menunjukkan bahwa dirinya tetap berpengaruh. Bahkan dikesankan Jokowi akan membayangi Prabowo sebagai presiden.

"Di sisi lain, Prabowo ingin menunjukkan bahwa dirinya sebagai pemimpin yang sah di Indonesia. Untuk itu, Prabowo tampak sudah menyusun formasi kekuasaan, terutama melalui koalisi partai yang sangat besar," beber dia.

Menurut dia, kalau Jokowi terus ingin tetap memiliki pengaruh, maka akan berimplikasi pada efektifitas kekuasaan yang dimiliki Prabowo. Bahkan hal itu akan akan menggeroti kekuasaan yang sah yang dimiliki Prabowo.

Situasi demikian, dapat melemahkan wibawa Prabowo. Karena masyarakat bingung akan mengikuti dualisme kepemimpinan tersebut.

"Hal itu dapat mengganggu stabilitas politik nasional. Implikasinya pembangunan tidak akan dapat berjalan optimal. Masalahnya, apakah Prabowo memang memberi angin kepada Jokowi agar tetap memiliki pengaruh? Kalau ya, maka matahari kembar itu memang diinginkan Prabowo," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika memang matahari kembar dibiarkan akan membuat politik nasional semakin tak menentu.

baca juga

"Situasi demikian membuat kredibilitas pemerintahan Prabowo nantinya akam semakin lemah. Ini tentu dapat berimplikasi pasa lemahnya efektitas Prabowo sebagai presiden," pungkasnya.

Sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan arahan pada acara peringatan HUT Ke-23 Partai Demokrat mengingatkan negara akan mengalami kekacauan jika ada banyak "matahari" yang memimpin.

SBY yakin institusi mana pun, baik itu negara maupun partai politik, harus dipimpin hanya oleh satu matahari — kiasan yang merujuk pada pemimpin.

"Kacau sebuah negara, dalam sebuah institusi, termasuk partai politik, kalau mataharinya banyak. Bisa dibayangkan, (akan) semakin panas, karena matahari satu sudah panas, lalu ada dua, ada tiga, bagaimana," kata SBY di hadapan pengurus dan kader saat acara peringatan HUT Ke-23 Partai Demokrat di pelataran kantor pusat partai, Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, SBY menegaskan hanya ada satu "matahari" di Partai Demokrat, yaitu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ada falsafah yang bagus, belajar dari tata surya, apa yang ada di alam semesta. Di alam ini, hanya ada satu matahari, tidak ada lagi, sama dengan Partai Demokrat yang kita cintai, hanya ada satu matahari, yaitu ketua umum kita," kata Presiden Ke-6 RI itu.

Dalam kesempatan itu, SBY juga menyampaikan rasa syukurnya karena Partai Demokrat mampu bertahan dan tetap berdaulat, meskipun dalam 10 terakhir menghadapi berbagai cobaan, mulai dari upaya pengambilalihan paksa partai sampai tantangan pada masa kontestasi Pilpres 2024.

SBY juga menyinggung kesulitan yang dialami Partai Demokrat selama menjadi oposisi pemerintah selama hampir 10 tahun.

Terlepas dari kesulitan-kesulitan itu, SBY mengingatkan bahwa Partai Demokrat dapat terus bertahan karena memegang teguh prinsip dan nilai-nilainya.

"Saya titip, di tengah-tengah pragmatisme, di tengah-tengah kelenturan dalam berpolitik, jangan abaikan nilai-nilai yang fundamental. Hormati, pegang teguh konstitusi. Tegakkan nilai-nilai demokrasi. Tegakkan keadilan bagi semua," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

SBY melanjutkan Partai Demokrat harus terus mengingat DNA partai, yaitu berjuang untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

"Tidak usah gusar kalau terkadang partai kita tidak sukses. Tidak apa-apa. Lebih bagus kita mengutamakan kepentingan rakyat, kepentingan negara," kata SBY, yang pada hari ini juga merayakan usianya ke-75 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY Wanti-wanti Jangan Banyak Matahari, Analis Langsung Singgung Prabowo Sudah Terdikte Jokowi

SBY Wanti-wanti Jangan Banyak Matahari, Analis Langsung Singgung Prabowo Sudah Terdikte Jokowi

News | Kamis, 12 September 2024 | 14:21 WIB

SBY Ultah ke-79, Ucapan Aira Cucunya Bikin Annisa Pohan Kaget: Ternyata Diam-Diam..

SBY Ultah ke-79, Ucapan Aira Cucunya Bikin Annisa Pohan Kaget: Ternyata Diam-Diam..

Entertainment | Rabu, 11 September 2024 | 08:10 WIB

Momen Langka: SBY Bernyanyi, AHY dan Kader Demokrat Bergoyang

Momen Langka: SBY Bernyanyi, AHY dan Kader Demokrat Bergoyang

Video | Rabu, 11 September 2024 | 06:05 WIB

SBY Ungkap Pahitnya 10 Tahun Jadi Oposisi: Ada Pihak Halangi Demokrat Gabung Pemerintah

SBY Ungkap Pahitnya 10 Tahun Jadi Oposisi: Ada Pihak Halangi Demokrat Gabung Pemerintah

Video | Selasa, 10 September 2024 | 10:05 WIB

Tak Gelar Pesta Besar di HUT ke-23 Demokrat, AHY: SBY Diundang Bill Gates ke Forum International

Tak Gelar Pesta Besar di HUT ke-23 Demokrat, AHY: SBY Diundang Bill Gates ke Forum International

News | Senin, 09 September 2024 | 20:35 WIB

SBY Kembali ke Markas Demokrat Setelah 4 Tahun, Pangling Lihat Kantor AHY

SBY Kembali ke Markas Demokrat Setelah 4 Tahun, Pangling Lihat Kantor AHY

Video | Senin, 09 September 2024 | 20:05 WIB

Pertama Kali Kunjungi Kantor DPP Demokrat Setelah Tak Jadi Ketum, SBY Dibikin Kaget Karena Ini

Pertama Kali Kunjungi Kantor DPP Demokrat Setelah Tak Jadi Ketum, SBY Dibikin Kaget Karena Ini

News | Senin, 09 September 2024 | 17:44 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×