Rusdi Kirana Jadi Ketua MPR RI 2024-2029, dari Mana Sumber Kekayaannya?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:29 WIB
Rusdi Kirana Jadi Ketua MPR RI 2024-2029, dari Mana Sumber Kekayaannya?
CEO Lion Air Group Rusdi Kirana. (Suara,com/Fakhri Hermansyah)

Pendiri Lion Air atau Lion Group Rusdi Kirana resmi dilantik jadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) IV periode 2024-2029. Ia berasal fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dari mana saja sumber kekayaan Rusdi Kirana?

Suara.com - Rusdi Kirana dipilih oleh fraksi PKB untuk menjadi salah satu dari sembilan orang pimpinan MPR. Sebelumnya, ia dilantik sebagai anggota DPR usai memenangkan suara dari dapil Jawa Timur VIII.

Senagai informasi, Rusdi dilantik dalam Sidang Paripurna ke-3 MPR RI pada Kamis (3/10/2024) lalu di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan. Ruski mengungkap bahwa ia akan fokus mengemban tugasnya di parlemen, sehingga perusahaan miliknya tersebut akan diteruskan oleh generasi keduanya.

Diketahui, sebelum pelantikan berlangsung, Rusdi Kirama telah melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 31 Juli 2024. Melansir dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Rusdi tercatat mempunyai total harta kekayaan mencapai Rp2,6 triliun. Lantas dari mana harta yang dimiliki Rusdi Kirana saat ini?

Sumber Kekayaan Rusdi Kirana

Sosok Rusdi Kirana tentu tak asing lagi terdengar di telinga. Pasalnya, Pria yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1963 di Cirebon, Jawa Barat itu menjadi satu dari orang terkaya di Indonesia. Tak heran, sebab Rusdi Kirana ternyata terlahir dari keluarga yang cukup pedagang.

Karier Rusdi dimulai dari menjadi seorang penjual mesin ketik bermerk 'Brother' dengan saudaranya, Kusnan Kirana. Gaji yang diterima oleh Rusdi Kirana saat menjalani bisnis jual mesin tik sebesar Rp 120 ribu per bulan. Rusdi Kirana mempunyai seorang isteri yang bernama Lesien Rusdi Kirana.

Pendapatan berjualan dari mesin tik ini dirasa tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari Rusdi. Kemudian, Rusdi Kirana dan saudaranya lantas melirik peluang usaha lainnya dengan jadu agen biro perjalanan. Setelah itu, saat berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Rusdi Kirana mulai mengenal bisnis penerbangan.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Rusdi Kirana lantas mempersiapkan bisnis Travel Agent yang bernama Lion Tour. Dari situ, ia mulai melihat peluang besar untuk membangun bisnis penerbangan Indonesia saat Departemen Perhubungan melakukan deregulasi Industri penerbangan pada tahun 1999. Tak sendirian, Rusdi Kirana juga mengajak para koleganya di pasar Glodok untuk menanamkan modal di rencana bisnis penerbangan itu.

baca juga

Berbekal modal sebesar Rp 80 miliar Rusdi Kirana dan saudaranya, Kusnan Kirana mulai mendirikan PT Mentari Lion Airlines pada 2 september 1999. Kantor Lion Air yang pertama, berada di sebuah rumah toko (ruko) sewaan yang ada di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Di sana, Rusdi Kirana bertindak sebagai direktur sementara Kusnan Kirana berkerja di belakang layar. Pada bulan Juli 2000, dengan bekal 2 unit pesawat Boeing 737-200 sewaan, Lion Air terbang pertama kali dari Jakarta ke Pontianak.

Seiring dengan berjalannya waktu, Lion Air dikenal memiliki prinsip low cost carrier yang membuat biaya naik pesawat jadi lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya. Misalnya Lion Air membeli suku cadang dengan tunai, memiliki aplikasi sendiri, hingga menggunakan jenis pesawat yang berbadan besar.

Selain itu, Lion Air juga menekan biaya penerbangan misalnya dengan meniadakan fasilitas makanan untuk penerbangan lokal atau jarak pendek. Tak berhenti di situ, Lion Air juga mempunyai slogan 'We Make People Fly' sehingga jadi maskapai yang banyak menarik minat penumpang.

Seiring dengan berjalannya waktu, Lion Air terus berkembang dengan membeli jenis pesawat lainnya misalnya Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 747-400, hingga Airbus A330-300. Lion Air lantas melakukan ekspansi bisnis dengan menaungi maskapai lain seperti Wings Air, Lion Bizjet, Batik Air, Malindo Air yang berbasis di Malaysia, dan Thai Lion Air yang berbasis di Thailand.

Demikian tadi sumber kekayaan Rusdi Kirana. Kini ia resmi dilantik jadi Ketua MPR IV 2024/2029.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Kekayaan Ahmad Muzani Fantastis, Sekjen Gerindra Ketua MPR 2024-2029 Ternyata Juragan Tanah

Harta Kekayaan Ahmad Muzani Fantastis, Sekjen Gerindra Ketua MPR 2024-2029 Ternyata Juragan Tanah

News | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 16:15 WIB

PKB Ungkap Alasan Tunjuk Bos Lion Air Jadi Pimpinan MPR RI

PKB Ungkap Alasan Tunjuk Bos Lion Air Jadi Pimpinan MPR RI

News | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 12:46 WIB

Jadi Pimpinan MPR, Ini Yang Akan Diperjuangkan Bos Lion Air Rusdi Kirana

Jadi Pimpinan MPR, Ini Yang Akan Diperjuangkan Bos Lion Air Rusdi Kirana

News | Kamis, 03 Oktober 2024 | 15:57 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×