Habis Didemo, Sarana Jaya Buka Segel Kios Pedagang di JPM Tanah Abang

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:18 WIB
Habis Didemo, Sarana Jaya Buka Segel Kios Pedagang di JPM Tanah Abang
Perumda Pembangunan Sarana Jaya akhirnya membuka segel penutupan ratusan kios di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Perumda Pembangunan Sarana Jaya akhirnya membuka segel penutupan ratusan kios di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keputusan ini diambil setelah para pedagang melakukan demo memprotes kebijakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

Staf Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perumda Sarana Jaya, Donni Setiawan, mengatakan pihaknya sudah menemui para pedagang yang melayangkan protes. Setelah itu, pihaknya mengizinkan kembali para pedagang untuk berjualan.

"Yang pertama, tadi kami sudah bertemu perwakilan pimpinan dari Sarana Jaya dengan teman-teman yang mewakili bapak/ibu, aspirasi bapak/ibu pedagang kami dengarkan. Lalu, kios yang disegel, kita buka siang tadi," ujar Donni di JPM Pasar Tanah Abang, Kamis (10/10/2024).

Setelah membuka segel, Donni mendata para pedagang dan meminta mereka menyatakan kesanggupan membayar tunggakan sewa. Pihaknya memberikan waktu hingga 10 Desember 2024 untuk menyicil pelunasan.

"Tapi kita data, bapak/ibu kesanggupannya membayar tunggakan ini seperti apa. Kita kasih waktu sampai Desember ya. Desember diberikan waktu. Minggu pertama tanggal 10, bagi yang nunggak ya," ucap Donni.

Apabila para pedagang tak melunasi tunggakan hingga waktu yang ditentukan, maka Donni menyebut pihaknya akan mengalihkan sewa ke pedagang lain yang berminat menyewa kios itu.

Sementara terkait permintaan menurunkan harga sewa, pihak Sarana Jaya masih mengkaji lebih lanjut kemungkinan itu. Karena itu, keputusannya belum bisa diambil hari ini.

"Sedang dikaji tim manajemen di sana. Kita punya kajian, kita punya pengeluaran, beban operasional. Tapi untuk diputuskan sekarang, harus ada proses, tidak bisa dipaksa sekarang," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak ratusan pedagang Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menggelar aksi unjuk rasa di tempat mereka berjualan pada Kamis (10/10/2024). Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga sewa alias service charge berujung penyegelan.

baca juga

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanah Abang Jimmy Rory mengatakan, para pedagang menyesalkan harga sewa terlalu tinggi yang ditetapkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Jaya dan operator lain. Apalagi nominalnya juga jauh dibandingkan Pasar Tanah Abang blok lainnya.

"Jadi aksi ini merupakan akumulasi dari kekecewaan pedagang semua terkait nilai service charge yang kami anggap terlalu tinggi dibandingkan di Blok A, B, atau K, sementara pedagang yang menempatkan kios di JPM ini adalah pedagang kecil," ujar Jimmy Rory di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis.

Tak hanya itu, Jimmy juga menyebut para pedagang merasakan adanya ancaman dari pihak pengelola terkait surat edaran yang berisi keterangan harga sewa dan penyegelan kios. Karena itu dalam aksi tersebut, pedagang meminta harga sewa kios diturunkan dari Rp800 ribu mulai bulan ini.

Sebab, awalnya harga sewa yang disepakati para pedagang adalah Rp560 ribu. Namun, secara tiba-tiba sejak awal tahun 2024 para pedagang mendapatkan surat edaran kenaikan harga sewa menjadi Rp800 ribu.

"Tiba-tiba ada edaran bahwa nilai service charge naik jadi Rp800 ribu. Belum ada dua minggu, Sarana Jaya mengedarkan lagi edaran, nilai service charge sebesar Rp1,4 juta," ucap Jimmy.

Kebijakan ini disebutnya juga tak tak seiring dengan fasilitas yang didapatkan para pedagang. Kios mereka tak dialiri listrik hingga toilet rusak tidak kunjung diperbaiki.

Kemudian, setelah para pedagang belum bersedia membayar, operator menyegel kios para pedagang. Mereka pun meminta kebijakan ini segera dibatalkan.

"Bisa dilihat bahwa banyak ini kios kurang lebih dari 200-an kios disegal, ditutup sama mereka," tutur Jimmy.

Karena itu, meminta kesempatan waktu untuk bisa menyicil harga sewa kios. Ia meyakini para pedagang bisa melunasi biaya sewa dengan cara mencicil. Kondisi pasar yang masih sepi juga harus jadi pertimbangan.

"Kami mencoba untuk mengikuti permintaan pengelola. Ketika pedagang-pedagang mulai mencicil, belum berjalan 3-4 hari tiba-tiba ada kios di segel. Itu makanya kami sehari ini melakukan aksi karena seperti itu," lanjut Jimmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Listrik Mati, Toilet Rusak, Sewa Naik, Pedagang JPM Tanah Abang Teriakan Protes Keras!

Listrik Mati, Toilet Rusak, Sewa Naik, Pedagang JPM Tanah Abang Teriakan Protes Keras!

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:25 WIB

Omzet Pelaku Usaha Meningkat Pasca Revitalisasi Kawasan Kota Lama Kesawan

Omzet Pelaku Usaha Meningkat Pasca Revitalisasi Kawasan Kota Lama Kesawan

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 13:05 WIB

Janji Bangun Septic Tank Komunal saat Blusukan ke Tanah Abang, Pramono Anung: Kondisinya Sangat Prihatin

Janji Bangun Septic Tank Komunal saat Blusukan ke Tanah Abang, Pramono Anung: Kondisinya Sangat Prihatin

Kotak Suara | Rabu, 09 Oktober 2024 | 16:22 WIB

Viral Pria Digeruduk Pedagang Pasar Gegara Jual Ayam Potong Murah

Viral Pria Digeruduk Pedagang Pasar Gegara Jual Ayam Potong Murah

News | Sabtu, 05 Oktober 2024 | 18:16 WIB

Perumda Pembangunan Sarana Jaya Luncurkan Warna Jaya Paint

Perumda Pembangunan Sarana Jaya Luncurkan Warna Jaya Paint

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 11:15 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×