Hubungan Iran dan Rusia Makin Mesra, Bikin Barat Ketar-Ketir?

Bella Suara.Com
Jum'at, 11 Oktober 2024 | 05:10 WIB
Hubungan Iran dan Rusia Makin Mesra, Bikin Barat Ketar-Ketir?
Vladimir Putin [Xinhua]

Suara.com - Hubungan antara Iran dan Rusia telah berkembang pesat, menciptakan kekhawatiran baru di kalangan negara-negara Barat. Kemitraan ini semakin menguat ketika Teheran memberikan dukungan kepada Moskow dalam perang melawan Ukraina, menandakan pengabaian terhadap persaingan regional yang telah ada selama berabad-abad.

Sebagai simbolisasi hubungan yang semakin erat, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Turkmenistan pada hari Jumat. Pertemuan ini merupakan yang pertama secara langsung dan diikuti oleh kunjungan Pezeshkian ke Rusia akhir bulan ini.

Langkah ini menunjukkan upaya kedua negara untuk bersatu menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Barat.

Iran dituduh telah memasok Rusia dengan pesawat tak berawak dan, baru-baru ini, rudal balistik Fath-360. Senjata-senjata ini, yang dianggap murah dan mudah didapat, berperan penting dalam mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Nicole Grajewski, peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, mengungkapkan bahwa pengiriman rudal balistik menandakan peningkatan kemitraan pertahanan antara kedua negara, yang kini mencakup persenjataan lebih canggih.

Sementara itu, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya khawatir bahwa pengiriman senjata dari Iran akan memungkinkan Rusia untuk mengembangkan arsenal rudal yang lebih mematikan.

Seorang pejabat senior Barat menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat memengaruhi dinamika pengiriman senjata dari Iran ke Rusia.

Hubungan ini semakin kompleks dengan adanya perjanjian nuklir tahun 2015, di mana Rusia menjadi salah satu kekuatan utama dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Namun, setelah penarikan AS dari perjanjian tersebut, situasi menjadi lebih rumit, dan banyak pihak khawatir Rusia tidak lagi menekan Iran untuk mengendalikan ambisi nuklirnya.

Rusia dan Iran kini saling bergantung dalam berbagai aspek, terutama dalam menghadapi tekanan internasional.

Baca Juga: Badai Milton Hantam Florida, Ribuan Rumah Hancur

"Hubungan ini jauh lebih dalam daripada sekadar hubungan transaksional," ungkap Grajewski.

Namun, sejarah persaingan regional yang panjang, terutama di wilayah Kaspia dan Kaukasus, masih membayangi hubungan ini. Tindakan Azerbaijan dan Turki dalam membangun jalur darat yang melintasi Kaukasus selatan, yang mengancam kepentingan Iran, menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih ada.

Meskipun demikian, terdapat upaya untuk meredakan ketegangan tersebut. Diplomasi bolak-balik antara kepala dewan keamanan nasional Rusia, Sergei Shoigu, dan mitranya dari Iran, Ali Akbar Ahmadian, menjadi tanda bahwa kedua pihak berusaha untuk menjaga stabilitas hubungan meski dalam situasi yang penuh tantangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI