Sindir Jokowi Jelang Lengser? Wapres Ma'ruf Amin: Saya Tak Perlu Dipoles-poles, Apa Adanya Lebih Enak

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 18 Oktober 2024 | 08:52 WIB
Sindir Jokowi Jelang Lengser? Wapres Ma'ruf Amin: Saya Tak Perlu Dipoles-poles, Apa Adanya Lebih Enak
Sindir Jokowi Jelang Lengser? Wapres Ma'ruf Amin: Saya Tak Perlu Dipoles-poles, Apa Adanya Lebih Enak. [ANTARA]

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan pernyataan cukup menohok menjelang masa jabatannya yang akan berakhir pada Minggu (20/10/2024) mendatang. Ma'ruf Amin mengaku dirinya tidak mau 'dipoles-poles' demi bisa meraih simpatik publik atas kinerjanya selama menjabat wapres.

Hal itu disampaikan Maruf Amin dalam pidatonya saat berpamitan dengan keluarga besar setwapres di Auditorium Setwapres, Istana Wapres, Jakarta, Kamis (17/10/2024) kemarin. Pernyataan Ma'ruf Amin pun viral setelah beredar di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram, @undercover.id.

Dalam potongan video itu, Ma'ruf Amin menyampaikan permintaan maaf jika kinerjanya selama menjadi wapres kurang memuaskan publik. Meski menjadi pendamping Presiden Jokowi, Ma'ruf Amin mengaku kapasitasnya sebagai wapres juga terbatas.

"Dan mohon maaf apabila banyak hal yang saya tidak bisa memberikan dalam kepemimpinan saya yang terbaik. Saya sangat terbatas tentu sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan kepada saya, itu yang saya bisa kerjakan," ujar Ma'ruf Amin dikutip Suara.com, Jumat (18/10/2024).

Dalam pidato yang juga didampingi sang istri Wury Estu Handayani, Ma'ruf Amin pun mengeklaim tidak mau dikenang masyarakat sebagai wapres yang gemar memoles citra. Dia pun menyinggung soal personal branding yang masih kerap dilakukan para pejabat negara demi mendapat simpati publik.

Alih-alih memoles pencitraan, Ma'ruf Amin mengaku lebih ingin dikenal publik dengan pribadi yang apa adanya.

"Saya tidak ingin dilebih-lebihkan, apa adanya saja. Saya tidak perlu harus dipoles-poles, tidak perlu. Apa adanya saja," ujar Ma'ruf Amin.

"Kalau orang bilang memang harus di-personal branding-kan, saya kira tidak perlu buat saya, apa adanya saja itu lebih enak," sambungnya.

Terkait kritiknya kepada pejabat yang gemar memoles citra, Ma'ruf Amin juga menyinggung soal kebohongan yang dilarang oleh agama.

baca juga

"Dalam bahasa agama, tidak perlu membuat kebohongan-kebohongan. Jadi tidak ada yang lebih zalim daripada sesuatu yang membuat kebohongan kepada Allah. Jadi misalnya saya cuma segini, tapi dilebih-lebihkan. Nah itu jangan," ujarnya.

Pidato terakhir Wapres Ma'ruf Amin menyinggung pejabat yang suka poles pencitraan. (Tangkapan layar/Instagram)
Pidato terakhir Wapres Ma'ruf Amin menyinggung pejabat yang suka poles pencitraan. (Tangkapan layar/Instagram)

Beredarnya potongan video Ma'ruf Amin sontak menjadi sorotan netizen hingga menuai beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen menganggap jika ucapan Ma'ruf Amin ditunjukan untuk menyindir Jokowi yang kekinian disebut-sebut sedang melakukan pencitraan di ujung masa jabatannya sebagai presiden.

Bahkan, ada yang juga mengungkit nama Mulyono yang menjadi sapaan Presiden Jokowi semasa kecil.

"WKWKWKW nyindir presiden lansung," tulis akun @do**** disertai emoji tertawa.

"Udah mau kelar, jadi lebih berani nyindir," timpal akun @n_******

"Nyindir orang yang sampe bayar buzzer dan media buat pencitraan ya pak," sindir akun @ale*********.

"Malah nyindir mulyono mebel," celetuk akun @c4*******.

Di sisi lain, tak sedikit netizen yang justru mempertanyakan peran Ma'ruf Amin selama menjabat sebagai wapres.

"Terimakasih pak yai.. pak yai digunakan untuk menarik suara NU aja oleh pak mul.. pak yai kan tau itu..tapi pak yai kan juga mau.. wajar pak yai ga kelihatan..ga bisa berbuat apa2. Kasian aja ga berperan..padahal bisa," tulis akun @fu********.

"Selamat beristirahat bapak.. walapun foto bapak gak ada di baleho baleho dengan ucapan "terimakasih," tambah akun @yu********.

"Tidak begitu difungsikan selama 5th ini tp anda lebih bijaksana pak di akhir," sebut akun @pa********.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hercules Siap Kerahkan 10 Ribu Anak Buah, Pelantikan Prabowo-Gibran 20 Oktober Bakal Dikawal Ormas GRIB Jaya

Hercules Siap Kerahkan 10 Ribu Anak Buah, Pelantikan Prabowo-Gibran 20 Oktober Bakal Dikawal Ormas GRIB Jaya

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:22 WIB

Gelar Doktor Bikin Alumni S3 UI Nyesek, Profesor Ini Coret-coret Disertasi Bahlil: Metode dan Teori Gak Nyambung!

Gelar Doktor Bikin Alumni S3 UI Nyesek, Profesor Ini Coret-coret Disertasi Bahlil: Metode dan Teori Gak Nyambung!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:18 WIB

Jejak Digital Disorot Lagi usai Dipanggil Prabowo, Babe Haikal Hassan Diingatkan soal Dosa: Azab Itu Pedih...

Jejak Digital Disorot Lagi usai Dipanggil Prabowo, Babe Haikal Hassan Diingatkan soal Dosa: Azab Itu Pedih...

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 08:54 WIB

Dicap Kabinet Rasa Mulyono, Rocky Gerung Sebut Prabowo Bakal Diterpa 'Badai' di 100 Hari Kerja

Dicap Kabinet Rasa Mulyono, Rocky Gerung Sebut Prabowo Bakal Diterpa 'Badai' di 100 Hari Kerja

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:17 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×